Loading...

PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN 2014

PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN 2014
Jagung merupakan salah satu sumber pangan pokok (karbohidrat) setelah padi/beras dan gandum. Di Lampung produktivitas jagung masih tergolong rendah yaitu 4,89 ton/ha pada tahun 2012. Untuk meningkatkan produksi dan pendapatan usahatani jagung perlu teknologi spesifik lokasi. Teknologi usahatani jagung spesifik lokasi dirakit dengan menggunakan pendekatan PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu). Untuk itu Badan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Tanggamus bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung mengadakan Latihan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung Hibrida di Kabupaten Tanggamus dengan sasaran peserta yang berasal dari para pelaku utama dan aparatur pemerintah yang terlibat secara langsung dibidang pertanian khususnya usahatani jagung. Latihan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung Hibrida di Kabupaten Tanggamus ini dilakukan pada Hari Selasa Tanggal 13 Mei 2014 bertempat di gedung pertemuan BP4K Kabupaten Tanggamus. Hadir dalam acara Latihan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung Hibrida ini sebanyak 50 peserta yang terdiri dari Pelaku utama, penyuluh, dan Kepala BP3K di lingkup Kabupaten Tanggamus. Pada acara Latihan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung Hibrida ini pemateri berasal dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung dari unsur peneliti dan penyuluh yang ada di BPTP Lampung. Acara ini terlebih dahulu dibuka oleh Kepala Badan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Tanggamus Bapak Drs. Zaenury,CMA serta didampingi oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan, Kerjasama dan Tata Penyuluhan Bapak Mu'aiyin Zen,SP,MMP. Dalam sambutan yang disampaikannya, Kepala BP4K berharap agar peserta Latihan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung Hibrida bersungguh-sungguh mengikuti acara ini sehingga para peserta benar-benar dapat memahami apa yang disampaikan oleh pemateri dan juga dapat mengaplikasikannya di lapangan. Dalam acara Latihan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung Hibrida ini pemateri menyampaikan bahwa PTT merupakan pengelolaan lahan, air, tanaman dan organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu dan berkelanjutan. Adapun tahapan pelaksanaan PTT yaitu: 1. Pemahaman masalah dan peluang (PMP) atau Kajian Kebutuhan dan Peluang (KKP). 2. Menentukan komponen teknologi yang sesuai dengan karakteristik dan masalah lokasi. 3. Mengevaluasi dan mengubah teknologi sesuai dengan perkembangan inovasi dan masukan petani. 4. Menganalisis dampak penerapan PTT Komponen teknologi dalam PTT ada 2 yaitu komponen teknologi dasar dan komponen teknologi pilihan. Komponen teknologi dasar meliputi: 1. Varietas unggul (Hibrida) 2. Bibit bermutu dan sehat (Perlakuan benih) 3. Populasi tanaman optimal 4. Pemupukan berimbang (BWD dan PUTK) Sedangkan komponen teknologi pilihan meliputi: 1. Penyiapan lahan dengan TOT (Tanpa Olah Tanah) atau pengolahan tanah sempurna 2. Bahan organik atau pupuk kandang 3. Penyiangan dengan herbisida atau secara manual 4. Pembumbunan 5. Pengendalian HPT tepat sasaran 6. Saluran drainase dan irigasi 7. Penanganan panen dan pasca panen Pada acara Latihan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung Hibrida di Kabupaten Tanggamus ini juga dilakukan praktek cara menggunakan BWD atau Bagan Warna Daun dan PUTK (Perangkat Uji Tanah Kering) dalam melakukan pemupukan berimbang tanaman jagung hibrida.(Penulis: Eriyanto MZ,SP)