Loading...

Pengemasan Benih Karet

Pengemasan Benih Karet
Benih tanaman karet adalah tanaman karet atau bagian tanaman karet yang digunakan untuk memperbanyak dan mengembangbiakkan tanaman. Benih biji batang bawah, entres dan stum mata tidur. Setelah panen, benih karet harus segera dikeringkan hingga kadar air tertentu, dan selanjutnya dikemas. Demikian juga dengan entres dan stum mata tidur. Tujuan pengemasan adalah memudahkan pengelolaan benih, memudahkan transportasi benih untuk pemasaran, memudahkan penyimpanan benih dengan kondisi yang memadai, mempertahankan viabilitas benih, mengurangi deraan cuaca, dan mempertahankan kadar air benih, dan mengurangi kerusakan benih. Dengan pengemasan yang memadai maka kualitas benih dapat dipertahankan. Pengemasan benih untuk biji batang bawah, entres dan stum mata tidur :1. Biji batang bawahPenyediaan batang bawah untuk okulasi tanaman karet dilakukan melalui perbanyakan generatif dengan menanam biji karet di lahan terbuka atau di dalam polibag. Pengemasan biji batang bawah dilakukan sebagai berikut: a) Biji yang sudah diseleksi dihamparkan di lantai dan tidak boleh terkena sinar matahari langsung, selanjutnya disimpan dalam ruang pendinginan pada suhu 7O- 10O C; b) Untuk pengiriman jarak jauh, sebanyak 2000-3000 biji karet dikemas dalam kantong plastik berlubang dengan ukuran 70 cm x 45 cm x 1,13 cm dan diberi serbuk gergaji (1:1) yang dilembabkan dengan fungisida; c) Kemasan diberi label yang jelas dengan informasi jenis klon dan jumlah biji, serta dilengkapi dengan surat keterangan mutu benih dari instansi yang berwenang; d) Untuk pengiriman melalui jalan darat, kantong plastik dikemas dalam peti, sedangkan untuk pengiriman lewat udara kantong plastik dimasukkan dalam karung goni berukuran 65 x 50 cm.2. EntresEntres merupakan bibit yang digunakan sebagai perbanyakan dengan cara okulasi pada pembibitan karet yang telah dipersiapkan. Pengemasan entres dilakukan sebagai berikut: a) Entres yang baru dipanen , kedua ujungnya dicelupkan dalam lilin cair untuk mengurangi penguapan, dijaga kesegarannya dengan dibungkus pelepah batang pisang atau Koran basah dan diberi tanda klon serta disimpan di tempat yang teduh. b) Untuk pengiriman jarak jauh, entres disusun secara berlapis dengan serbuk gergaji lembab dan dikemas dalam kotak kayu berukuran 60 cm x 40 cm x 40 cm.3. Stum mata tidurStum Mata Tidur pada tanaman karet adalah bibit karet yang sudah diokulasi dan didongkel dari pembibitan karet tetapi belum tumbuh jentik pada mata okulasi serta belum mempunyai akar baru sebagaimana bibit yang sudah tumbuh dalam polybag karet siap tanam. Pengemasan stum mata tidur dilakukan sebagai berikut: a) Untuk pengiriman jarak jauh, stum disusun berdiri dan dikemas dalam peti kayu ukuran 60 cm x 50 cm x 50 cm dengan menggunakan serbuk gergaji lembab serta dilakukan penyiraman selama perjalanan untuk menjaga kelembabannya; b) Untuk pengiriman jarak dekat, pengemasan dapat dilakukan dengan karung goni. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP, Jakarta). Sumber: 1. Pedoman Budidaya Karet (Hevea brasiliensis) yang Baik. Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertanian. 2014.2. http://tokotani-online.blogspot.co.id/2012/04/makna-atau-pengertian-bibit-stum-mata.html