Loading...

PENGEMBANGAN BUDIDAYA TERNAK SAPI PERAH

PENGEMBANGAN BUDIDAYA TERNAK SAPI PERAH
Sapi perah masih menjadi hewan andalan sebagai sumber produksi susu. Sebagian besar kebutuhan susu di dunia dipasok dari hewan ini. Sapi yang berasal dari famili Bovidae seperti halnya kerbau ini, tidaklah berlebihan kalau pengembangan budidayanya didukung secara profesional oleh pemerintah. Sebenarnya, tidaklah terlalu sulit menggeluti bisnis sapi perah ini. Yang paling penting, kita harus menyiapkan bibit yang baik dan unggul. Untuk mendapatkannya, kita mesti selektif. Beberapa syarat bibit adalah, sapinya harus betina dewasa dengan : (a) produksi susu tinggi, (b) umur 3,5-4,5 tahun dan sudah pernah beranak, (c) berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai keturunan produksi susu tinggi. Syarat-syarat fisik yaitu : (d) bentuk tubuhnya seperti baji, (e) matanya bercahaya, punggung lurus, bentuk kepala baik, jarak kaki depan atau kaki belakang cukup lebar serta kaki kuat, (f) ambing cukup besar, pertautan pada tubuh cukup baik, apabila diraba lunak, kulit halus, vena susu banyak, panjang dan berkelokkelok, puting susu tidak lebih dari 4, terletak dalam segi empat yang simetris dan tidak terlalu pendek, (g) tubuh sehat dan bukan sebagai pembawa penyakit menular, dan (h) tiap tahun beranak.Selain itu, sapi perah juga harus memenuhi syarat-syarat induk antara lain: (a) berasal dari induk yang menghasilkan air susu tinggi, (b) kepala dan leher sedikit panjang, pundak tajam, badan cukup panjang, punggung dan pinggul rata, dada dalam dan pinggul lebar, (c) jarak antara kedua kaki belakang dan kedua kaki depan cukup lebar, (d) pertumbuhan ambing dan puting baik, (e) jumlah puting tidak lebih dari 4 dan letaknya simetris, serta (f) sehat dan tidak cacat.Perawatan bibit dan calon induk juga harus dilakukan secara teliti. Seluruh sapi perah dara yang belum menunjukkan tanda-tanda birahi atau belum bunting harus disisihkan. Jika telah menghasilkan susu, sapi-sapi tersebut diseleksi kembali berdasarkan produksi susunya. Bibit juga harus diberi kesempatan untuk bergerak aktif. Paling tidak 2 jam setiap harinya. Tahap pemeliharaan sapi perah terdiri dari : Sanitasi dan Tindakan Preventif, Perawatan Ternak, Pemberian Pakan, serta Pemeliharaan Kandang. Sanitasi dan Tindakan Preventif, sapi-sapi dipelihara dalam kandang secara intensif sehingga mudah mengawasinya. Jika pemeliharaannya secara ekstensif sulit dilakukan pengawasannya karena sapi-sapi yang dipelihara dibiarkan hidup bebas. Sapi perah yang dipelihara dalam naungan (ruangan) memiliki konsepsi produksi yang lebih tinggi (19%) dan produksi susunya 11% lebih banyak daripada tanpa naungan. Bibit yang sakit segera diobati dan bibit menjelang beranak dikandangkan selama 1-2 bulan.Perawatan Ternak. Sapi induk dimandikan setiap hari dan kandang dibersihkan sebelum pemerahan susu. Kotoran kandang ditempatkan pada penampungan khusus sehingga dapat diolah menjadi pupuk. Setelah kandang dibersihkan, sebaiknya lantainya diberi tilam sebagai alas lantai yang umumnya terbuat dari jerami atau sisa-sisa pakan hijauan dan seminggu sekali dibongkar. Pemberian pakan dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu: a) penggembalaan (pasture fattening); b) kereman (dry lot fattening); c) kombinasi cara (a) dan (b).Pakan. Terdiri dari hijauan dan konsentrat. Hijauan berupa jerami padi, pucuk daun tebu, lamtoro, alfalfa, rumput gajah, rumput benggala atau rumput raja. Hijauan diberikan siang hari setelah pemerahan sebanyak 30-50 kg/ekor/hari. Pakan berupa rumput bagi sapi dewasa umumnya diberikan sebanyak 10% dari bobot badan (BB) dan pakan tambahan sebanyak 1-2% dari BB.Sapi yang sedang menyusui (laktasi) memerlukan makanan tambahan sebesar 25% hijauan dan konsentrat dalam ransumnya. Hijauan yang berupa rumput segar sebaiknya ditambah dengan jenis kacang-kacangan (legum). Sumber karbohidrat berupa dedak halus atau bekatul, ampas tahu, gaplek, dan bungkil kelapa serta mineral (sebagai penguat) yang berupa garam dapur, kapur, dll. Pemberian pakan konsentrat sebaiknya diberikan pada pagi dan sore hari sebelum sapi diperah sebanyak 1-2 kg/ekor/hari. Selain makanan, sapi harus diberi air minum sebanyak 10% dari berat badan per hari.Pemeliharaan utama sapi perah adalah pemberian pakan yang cukup dan berkualitas, menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak. Pemberian pakan secara kereman dikombinasikan dengan penggembalaan. Sapi di musim kemarau digembalakan dan di musim hujan dikandangkan serta pakan diberikan menurut jatah. Tujuan penggembalaan, memberi kesempatan bergerak pada sapi guna memperkuat kakinya. Lokasi ideal untuk kandang adalah daerah yang letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk tetapi mudah dicapai oleh kendaraan. Kandang harus terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal 10 meter dan sinar matahari harus dapat menembus pelataran kandang serta dekat dengan lahan pertanian. Pembuatannya bisa berkelompok di tengah sawah atau ladang.Sarana dan peralatan kandang harus disiapkan secara baik dan memadai. Bentuknya bisa ganda ataupun tunggal, tergantung dari jumlah sapi yang dimiliki. Pada kandang tipe tunggal, penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran, sementara kandang yang bertipe ganda penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk jalan.Lantai kandang harus bersih guna mencegah timbulnya berbagai penyakit. Lantai terbuat dari tanah padat atau semen, mudah dibersihkan dan dialasi dengan jerami kering sebagai alas kandang yang hangat. Seluruh bagian kandang dan peralatan yang pernah dipakai harus disucihamakan terlebih dahulu dengan desinfektan, seperti creolin, lysol, dan bahan-bahan lainnya. Dengan diterapkannya langkah-langkah pembudidayaan sapi perah di atas secara baik, diharapkan upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dapat tercapai. Terwujudnya akan lebih cepat lagi apabila disinergikan dengan sesama peternak lain serta dibantu penyuluh dan instansi-instansi yang berkompeten. (Inang Sariati)Sumber : 1) Direktorat Budidaya Ternak Non Ruminansia Direktorat Jenderal Peternakan 2007; 2) https://images.search.yahoo.com/search/images;=sapi+perah