Loading...

PENGEMBANGAN JAGUNG LAMURU NAGEKEO

PENGEMBANGAN JAGUNG LAMURU NAGEKEO
Propinsi NTTmerupakan sentral produksi jagung nomor enam di Indonesia dengan rata-rata produktivitas pada tingkat petani masih sangat rendah sekitar 2,6 ton/ha bila dibandingkan dengan produktivitas jagung nasional 5 ton/ha. Berdasarkan hasil penelitian dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kenterian Pertanian di beberapa tempat di NTT, produktivitas jagung lamuru bisa mencapai 4,6ton/ha tergantung pada kondisi lahan dan penerapan teknologi. Kabupaten Nagekeo memiliki potensi pertanian yang sangat menjanjikan karena memiliki topografi alam yang sangat cocok untuk pengembangan usaha pertania dan peternakan potensi tanaman pangan secara umum meliputi pertanian lahan basah (low land) dan pertanian lahan kering (dry land). Luas lahan potensi yang dapat dikembangkan untuk lahan usaha tani seluas 128.921 ha yang terdiri dari lahan basah seluas 17.414 ha dan lahan kering seluas 111.507 ha. Dari potensi lahan basah yang telah difungsikan seluas 6.271 ha sedangkan lahan kering seluas 33.076 ha. Tanaman jagung di Nagekeo dapat ditanam pada lahan kering, lahan irigasi teknis dan lahan sawah tadah hujan dengan produktivitas jagung di Nagekeo tahun 2013 sebesar 2,4 ton/ha.kurangnya produktivitas jagung disebabkan oleh berbagai hal seperti pemanfaatan lahan pertanian yang masih rendah, kesenjangan ketersediaan lahan dan pemanfaatan lahan yang belum dilakukan secara baik dan benar. Pengembangan jagung digalakan karena sangat erat dalam kehidupan masyarakat dimana jagung merupakan komoditas multiguna yang secara umum dipergunakan sebagai sumber bahan pangan, pakan ternak dan bahan baku indusri. Sumber Data : Mathias Ebu Wege,S.ST