Loading...

Pengembangan Tanaman Mangga Secara Terpadu

Pengembangan Tanaman Mangga Secara Terpadu
Salah satu metode yang ditempuh dalam pengembangan pertanian adalah dengan memperkenalkan paket teknologi baru, biasanya lebih efektif bila melibatkan kelompok tani atau melalui demonstrasi plot (demplot), namun pada umumnya petani miskin dalam skala usaha kecil jarang menerapkan teknologi baru yang diperkenalkan tersebut, mengingat kendala keterbatasan modal. Dalam penerapan rekomendasi, petani dituntut untuk menyesuaikan rekomendasi tersebut agar sesuai dengan kondisi kebun mereka. Dengan keragaman kondisi kebun dalam skala usaha kecil, maka sulit membuat rekomendasi teknologi yang dapat diterapkan secara luas. Rekomendasi teknologi harus sesuai dengan berbagai variasi kondisi kebun yang sangat tergantung pada kesuburan tanah, ketersediaan air, kondisi ekonomi petani, dan tujuan yang ingin dicapai oleh petani. Dalam upaya membantu petani mengadopsi teknologi, diperlukan manajemen budidaya tanaman yang efisien dan berkelanjutan. Untuk itu dibutuhkan metode budidaya tanaman yang dipusatkan pada kebutuhan petani, pengetahuan, dan kapasitas pembelajaran petani. Disatu sisi, salah satu dampak dari kegiatan pertanian adalah menipisnya sumberdaya alam dan terjadinya polusi lingkungan yang berlangsung dengan cepat dan tidak dapat dihindari. Di sisi lain, perkembangan ekonomi pertanian sangat tergantung pada praktek manajemen kebun yang berkelanjutan dan menguntungkan. Pendekatan tradisional dalam perlindungan tanaman, cenderung mengarah pada penggunaan bahan kimia untuk pengendalian hama dan penyakit. Dalam pengendalian hama dan penyakit seringkali terjadi penggunaan bahan-bahan kimia di atas ambang batas yang diperbolehkan tanpa melibatkan petani dalam diskusi untuk mengatasi masalah secara bersama-sama berdasarkan kondisi lingkungan di daerah yang bersangkutan. Pengelolaan pertanian terpadu berkelanjutan merupakan salah satu konsep pembangunan pertanian dan juga berlaku bagi agribisnis hortikultura yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan usahatani, memperluas lahan sentra produksi, mengurangi erosi tanah, kehilangan air, nutrisi dan melakukan konservasi sumber daya alam. Pengelolaan Tanaman TerpaduKondisi lingkungan kebun dan sosial ekonomi petani pada umumnya sangat spesifik sehingga praktek budidaya tanaman antar petani sering berbeda-beda. Oleh karena itu, teknologi yang diperkenalkan kepada petani harus dapat diterapkan sesuai dengan kondisi lingkungan sosial dan ekonomi mereka. Pengembangan tanaman mangga melalui Pengelolaan Tanaman Terpadu (Integrated Crop Management/ICM) merupakan pendekatan budidaya tanaman yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial ekonomi dalam pengelolaan kebun. Dengan prinsip keseimbangan penerapan komponen-komponen tersebut, keragaman pengetahuan para petani harus mendapat perhatian tersendiri. Penerapan teknologi modern yang diterima petani harus dapat dikembangkan oleh petani sesuai dengan kondisi kebun masing-masing. Tujuan utama dari pendekatan pengelolaan tanaman terpadu adalah tercapainya keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan serta antara kondisi lingkungan yang ada dengan hasil teknologi yang diterapkan pada ekosistem kebun dengan selalu menjaga keberlanjutan usaha pengelolaan kebun. Penerapan pengelolaan tanaman terpadu hendaknya mempetimbangkan semua tahap perkembangan tanaman mulai dari penyiapan lahan sampai pada panen dan bahkan sampai pada kegiatan pemasaran dan pengolahan. Pengelolaan tanaman terpadu (ICM) pada mangga sebenarnya bukan hal yang baru bagi petani, karena selama mereka berkebun, petani telah berusaha memadukan pengalaman mereka sendiri dengan pengalaman petani lain atau petunjuk dari penyuluh. Pengelolaan tanaman terpadu bertujuan untuk memadukan kemampuan petani dengan teknologi dan pedoman budidaya yang ada untuk menuju pertanian yang sukses dan maju dengan penerapan teknologi praktis, sehingga berhasil meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Masalah utama dalam pengembangan ICM ialah petani tidak sepenuhnya peduli dan dapat diberdayakan. Sebelum upaya untuk meningkatkan kemampuan petani dalam menerapkan ICM dikembangkan, petani harus diberi kesempatan untuk mendapatkan banyak pengalaman dan meningkatkan pengetahuan mereka melalui pengamatan, percobaan dan penilaian langsung di lapangan. Petani membutuhkan metoda pengajaran yang memberikan kesempatan kepada petani untuk memperoleh pengalaman dalam menerapkan teknologi baru dengan cara mengevaluasi berbagai pilihan secara sistematis dan memutuskan metode yang sesuai bagi mereka. Belajar melalui praktek langsung, merupakan metode untuk menambah pengetahuan dan pengalaman petani dan meningkatkan kapasitas petani sebagal manajer kebun. Prinsip utama dalam ICM adalah bagaimana mengelola tanaman dengan baik untuk menghasilkan tanaman yang sehat dan menghasilkan produksi yang optimal dengan menjaga kesuburan tanah, menggunakan benih yang baik, memelihra tanaman dan melakukan pengendalian hama dan penyakit yang sesuai dan tepat waktu menurut kebutuhan pertumbuhan tanaman. Prinsip pertama dalam pengelolaan tanaman terpadu adalah menanam tanaman yang sehat. Untuk dapat memperoleh tanaman yang sehat dibutuhkan tanah yang sehat, dan pemeliharan tanaman yang sesuai dengan petumbuhan tanaman. Tanaman yang sehat akan tahan terhadap serangan hama dan penyakit serta gangguan lainnya, sehingga dapat memberikan hasil yang memuaskan bagi petani. Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan