Tanaman terong belanda lebih dikenal oleh masyarakat toraja dengan sebutan TAMARILLO, merupakan tanaman perdu dari jenis terong-terongan yang berasal dari pegunungan andes di peru, equador dan bolivia kemudian masuk ke bebrapa wilayah indonesia seperti di jawa, bali, tanah karo sumatra utara. Terong belanda memiliki karakteristik kulit buahnya berwarnah hijau pada saat masih muda dan pada saat buah sudah masak memiliki warnah merah, bijinya berwarna merah gelap, dan daging buahnya warna kuning emas. Buahnya memiliki rasa manis dan memiliki aroma yang enak. Buah terong belanda saat inin sudah mulai diolah menjadi jus bahkan perusahaan minuman sudah ada yang telah menjadikan sebagai minuman jus dengan menggunakan kemasan botol minuman. Dengan adanya perusahaan yang sudah mengolah buah terong belanda menjadi minuman dalam kemasan botol menjadikan tanaman terong belanda tersebut sudah layak untuk dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi dan sangat strategis dikembangkan di daerah dataran tinggi seperti kabupaten toraja utara karena terong belanda merupakan tanaman dataran tinggi. Selain kandungan vitamin C, tanaman terong belanda juga kaya akan vitamin A, E, B6, karotenoid, antosianin sebagai anti oksidan dan serat. Adapun mamfaat lain dari buah terong belanda adalah sebagai obat penurun tekanan darah tinggi, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah penyakit anemia, memelihara kesehatan jantung, mencegah penyakit kanker, bahkan ekstrak dari buah terong belanda dapat mengatasi obesitas. Pengembangan terong belanda di Kabupaten Toraja Utara khusunya di daerah Buntu Pepasan belum tersentuh oleh program dari pemerintah Kabupaten Toraja Utara khususnya dari dinas pertanian kabupaten Toraja Utara sehingga tanaman terong belanda terbut belum maksimal dikembangkan oleh petani/ kelompok tani karena memiliki modal yang sangat minim dalam penyediaan sarana dan prasarana, padahal pengembangan tanaman tersebut dinilai sangat penting karena dapat meningkatkan pendapatan keluarga petani di kecamatan tersebut. Pengembangan tanaman terong belanda di Kecamatan Buntu Pepasan sangat potensial karena masih banyak lahan yang bisa digunakan untuk mengembangkan tanaman tersebut serta pemasaran buah tanaman terong belanda sudah mulai di ekspor keluar daerah Toraja Utara seperti wilayah Makassar, kalimantan dan beberapa daerah lainnya di sulawesi selatan. Untuk membantu peningkatan pengembangan tanaman terong belanda di Kecamatan Buntu Pepasan, petani sangat membutuhkan adanya bantuan dari pemerintah baik dari tingkat kabupaten, provinsi maupun dari kementrian pertanian agar dapat membantu petani dalam pembangunan jalan tani agar memudahkan petani untuk mengangkut hasil produksi tanaman terong belanda tersebut karena apabila angkutan hasil panen petani terkendala maka jelas sangat menyulitkan petani bahkan nilai jual akan sangat murah karena masih membutuhkan ongkos angkutan hasil panen. Yeheskel, SP BPP BUntu Pepasan, Kab. Toraja Utara