Loading...

PENGENDALIAM GULMA PADA PERTANAMAN PADI SAWAH

PENGENDALIAM GULMA PADA PERTANAMAN PADI SAWAH
PENGENDALIAM GULMA PADA PERTANAMAN PADI SAWAH FacebookTwitber Gambar : Penyiangan tanaman padi sawah Pengendalian Gulma Pada Tanaman Padi Sawah Pengendalian gulma dari tanaman padi perlu dilakukan untuk menghindari persaingan antara padi dan gulma dalam mengambil unsur hara, selain itu dengan bersihnya gulma di sekitar tanaman padi maka penyebaran hama penyakit padi sudah dibuat seminimum mungkin atau bahkan terputusnya medai penyebar hama penyakit padi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membersihkan gulma yaitu ; Penyiangan gulma dengan tangan Umunya petani menyiang gulma dengan tangan (manual weeding) dengan atau tanpa alat bantu seperti kored, atau menginjak - injak gulma dengan kaki. Cara ini banyak membutuhkan waktu, biaya, tenaga, dan cukup membosankan. Padahal setelah padi ditanam, petani juga ingin santai tidak harus terus - menerus berpanas dan berlumpur di sawah. Aalagi petani muda lebih menyukai bekerja di pabrik, buruh bangunan, berdagang, dan usaha lainnya dengan hasil yang lebih pasti dengan resiko rendah. Waktu tanam serempak menyebabkan terjadinya peningkatkan tenaga kerja pada periode yang sama, sehingga terjadi persaingan dalam pemenuhan tenaga kerja. Karena tenaga kerja terbatas, atau karena hujan lebat datang terus - menerus, penyiangan sering tertunda. Penyiangan dengan tangan memungkinkan gulma yang mempunyai kesamaan morfologi dengan padi akan tertinggal karena tidak tersiangi, misalnya gulma jahat timunan (Leptochloa chinesis). dan gulma jajagoan (E.crus-galli). Spesies gulma ini dianjurakan untuk disiangi dan bunganya dipotong dengan sabit supaya tidak berkembang biak. Pencabutan rumpun - rumpun gulma dengan tangan, efektif untuk gulma - gulma semusim atau dua musim. Sebaliknya untuk gulma tahunan pencabutan dengan tangan mengakibatkan terpotongnya bagian tanaman (rhizoma, stolon, dan umbi akar) yang tertinggal di dalam tanah, sisa organ tumbuhan tersebut efektif sebagai sumber perbanyakan vegetatif untuk tambah lagi. Penyiangan dengan tangan menjadi sulit bila dilakukan pada spesies gulma yang daunnya dapat melukai anggota badan, seperti Leersia hexandra atau Scleria spp., atau gulma yang dapat menyebabkan iritasi, sperti Rottboellia exaltata PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu) padi sawah lebih menganjurkan melakukan penyiangan dengan menggunakan alat sabit karena sinergis dengan pengelolaan lainnya . Penyiangan dilakukan saat tanaman berumur 10 – 15 HST Dianjurkan dilakukan dua kali, dimulai pada saat tanaman berumur 10 – 15 HST dan diulangi 10 – 25 hari kemudian dilakukan pada kondisi air macak-macak dengan ketinggian 2 – 3 cm Gulma yang terlalu dekat dengan tanaman dicabut dengan tangan Dilakukan dua arah yaitu diantara dan di dalam barisan tanaman. Pengendalian gulma atau penyiangan secara manual hanya efektif dilakukan apabila air di petakan sawah dalam kondisi macak-macak atau tanah jenuh air. Jika kondisi tidak memungkinkan dilakukan penyiangan/pengendalian gulma secara manual dan populasi gulma sudah tinggi maka pengendalian gulma dapat dilakukan dengan menggunakan herbisida. PPL Desa Bulutellue Kec, bulupoddo Kabupaten sinjai JAMALUDDIN ,SP NIP,19740422 200701 1 013