Gulma dideskripsikan sebagai tanaman yang tumbuh tidak pada tempatnya, dan tidak ada tempat untuk tumbuh pada penanaman tebu yang secara efisien. Ketika gulma dibiarkan tumbuh tanpa pengendalian di suatu areal penanaman, gulma akan menekan dengan cepat dan merusak tebu. Gulma mempengaruhi tanaman dengan beberapa cara yaitu : 1). Persaingan dengan tebu terhadap air, nutrisi, cahaya dan ruangan dan mempunyai pengaruh terhadap germinasi. 2). Merupakan inang pengganti terhadap hama dan penyakit. 3). Rumput dapat mengeluarkan zat kimia yang merusak ke dalam tanah.Gulma sangat berbahaya ketika tanaman masih muda, dan lebih berbahaya untuk tanaman ratoon, gulma relatif tidak penting ketika tanaman telah berkonopi penuh. Efek gulma terhadap hasil tebu secara efektif didokumentasikan. Di Hawaii dan Trinidad hasil akan meningkat ketika dilakukan weeding hingga 4 kali dan di Afrika Selatan hasil menjadi 2 kali lipat jika pengendalian gulma dilakukan dengan efektif.Spesies rumput ada 1) annuals (satu tahun), yang hidup untuk 1 tahun dan membentuk biji pada tahun tersebut, 2) biennials (dua tahunan) yang hidup untuk dua tahun dan pembentukan biji terjadi pada tahun kedua, 3) perennials (tahunan) yang hidup untuk waktu lebih dari 3 tahun dan menghasilkan biji setiap tahunnya. Gulma juga mungkin dikotil (gulma daun lebar) atau monokotil (rumputan). Gulma dapat terus berkembang pada areal penanaman karena bijinya dapat viabel untuk waktu yang lama, memiliki kemampuan yang efektif dalam menekan, mempunyai kemampuan untuk menghasilkan biji dalam jumlah yang banyak, mempunyai sedikit predator dan merupakan tanaman yang tahan. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu :Preventif: Menjaga agar tanaman selalu bebas dari gulma dan kanal irigasi dapat digunakan untuk menekan seedling dan distribusi gulma. Persipan lahan juga bertujuan untuk mengendalikan gulma pada penanaman berikutnya. Cara budidayanya, menggunakan cahaya dan air untuk mengendalikan gulma dengan : 1). Pemeliharaan yang bagus, germinasi dan meminimalkan gap dalam row. 2). Mendapatkan penutupan kanopi yang lebih cepat untuk menekan gulma. 3). Menggunakan jarak tanam sempit. 4). Mengusahakan sedikit seresah pada tanaman ratoon. 5). Menggunakan break crops dan rotasi tanaman untuk mencegah gulma yang dominan. 6). Managemen irigasi yang efektif, seperti mengeliminasi areal yang lembab dengan irigasi tetes atau irigasi alur.Mekanik : Biasanya menggunakan traktor, tetapi bagal, kuda, sapi, kerbau yang menarik cultivator juga digunakan untuk areal yang sempit. Weeding juga dapat menggunakan pengoperasian alat yang lain seperti middle busting atau ridger re-building. Namun demikian, tebu dapat rusak dan biji rumput dapat berkecambah lagi. Hanya rumput pada interr row yang dikendalikan dan metode ini kurang cocok untuk areal yang mempunyai saluran terbuka atau arealnya miring.Weeding manual, meliputi : 1). Mencabut rumput dengan tangan dari row khususnya spesies rumput yang besar seperti Sorghum spp, Panicum spp dan Rottboelia spp dan gulma daun lebar seperti familia Cucurbitaceae dan Commelina sp. 2). Cangkul tangan, ini biasa dilakukan pada areal yang sempit, tetapi hanya efektif jika rumput masih kecil dan kondisi kering dan merupakan pendukung pengendalian secara kimiawi.Bahan kimia (Herbisida). Merupakan metode yang mahal, tetapi sangat efektif ketika bahan kimia yang benar dipilih dan diaplikasikan dengan cara yang benar. Kontrol gulma menggunakan herbisida pada suatu row, dapat mengendalikan gulma dalam periode yang panjang, dapat dilakukan dengan cepat pada areal yang luas dan memerlukan sedikit tenaga kerja dan mesin yang perlukan. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan :1. Ditjenbun. 2015. Pedoman Budidaya Tebu Giling Yang Baik (GAP on Sugar cane). Kementan. Jakarta2. Sumber gambar berasal dari disbun.jabarprov.go.id