Loading...

Pengendalian Gulma secara Kultur Teknis pada Tanaman Kedelai

Pengendalian Gulma secara Kultur Teknis pada Tanaman Kedelai
Produktifitas kedelai Indonesia masih rendah. Hal ini disebabkan karena benih asalan, penerapan teknologi yang tidak sesuai anjuran, teknik pengendalian OPT yang masih kurang. Semua factor tersebut sangat mempengaruhi produktifitas kedelai. Namun yang paling penting adalah gulma yang berada disela sela tanaman kedelai. Gulma adalah spesies tanaman yang masih sulit dikendalikan karena gulma mudah tumbuh tumbuh kapan saja, sehingga sulit untuk mengatasi keberadaan gulma yang menjadi pesaing tanaman kedelai.Keberadaan gulma diantara tanaman budidaya dapat menjadi penganggu karena gulma dapat menurunkan produktifitas tanaman kedelai. Besarnya tingkat kerugian akibat persaingan tanaman kedelai dan gulma sangat bervariasi tergantung pada populasi dan macam spesies gulma yang ada diantara tanaman budidaya tersebut. Gulma yang sering dijumpai di pertanaman kedelai dan termasuk katagori noxious weed (gulma berbahaya dan sangat merugikan dan sulit dikendalikan oleh herbisida maupun penyiangan manual adalah : alang-alang dan teki.Oleh karena itu gulma sangat merugikan bagi manusia karena mampu menurunkan produktifitas tanaman kedelai.Gulma perlu dikendalikan karena: a) Mencegah kehilangan hasil akibat kompetisi gulma; b) Mempertahankan kemurnian dan / atau kualitas dan tanaman kedelai yang dipanen; c) Mencegah penumpukan biji gulma dalam tanah; d) Mencegah gulma yang dapat menarik serangga e) Mencegah penyumbatan saluran irigasi lahan untuk memfasilitasi aliran air; f) Mengurangi waktu dan biaya penyiapan lahan dan penyiangan. Pengendalian gulma yang sering dilakukan adalah :Pengendalian gulma secara kultur teknis meliputi praktek pengelolaan tanaman non-kimia mulai dari pemilihan varietas untuk persiapan panen dan pengolahan pascapanen tanah. Pengendalian gulma secara kultur teknis merupakan bagian dari pengelolaan gulma terpadu yang melibatkan pemanfaatan yang terintegrasi dari metode pengendalian secara kultur teknis, manual, dan / atau mekanik.Kelebihan pengendalian secara kultur teknis:a. Biaya efektif dan mudah untuk praktek: Acceptable dan dapat diakses oleh petani kecil & besar.b. Non-kimia dan ramah lingkunganc. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Cara pengendaliaan gulma secara kultur teknis:Gulma harus dikontrol dari penanaman sampai menutup kanopi tanamana. Persiapan lahan dan meratakan: Gunakan persiapan lahan untuk mengendalikan gulma tumbuh dan untuk memungkinkan benih gulma berkecambah. Membunuh gulma baru muncul dengan pengolahan ulang pada memadai (~ 10 hari) interval.b. Mengurangi masuknya gulma ke lahan: Mencegah masuknya gulma pada lahan dengan: 1) menggunakan bersih baik kualitas benih; 2) menjaga pembibitan bibit bebas dari gulma untuk memastikan gulma tidak ditanami dengan benih kedelai; 3) menjaga saluran irigasi dan pematang bidang bebas dari gulma untuk mencegah benih gulma atau bagian vegetatif memasuki bidang; 4) menggunakan peralatan yang bersih untuk mencegah kontaminasi lapangan /tanaman; dan 5) rotasi tanaman untuk memecahkan siklus gulma.c. Pengelolaan lahan bera: Bunuh gulma di lahan bera (misalnya, menggunakan pengolahan tanah) untuk mencegah berbunga, biji-set dan penumpukan biji gulma dalam tanah (ingat: "biji 1 tahun, 7 tahun gulma").d. Kompetisi tanaman-gulma: Pilih berbagai gulma-kompetitif dengan bibit semangat awal, dan anakan tinggi untuk menekan gulma. Tanaman transplantasi cenderung memiliki lebih sedikit gulma dan kehilangan hasil kurang dari tanaman tanam langsung. Transplantasi sehat, bibit kuat yang dapat lebih bersaing dengan gulma dalam tahap awal. Menjaga populasi tanaman yang memadai yang menutup kanopi oleh anakan maksimum untuk menaungi keluar gulma. Hal hal yang perlu diperhatikan dalam pengendalian gulma secara kultur teknis pada tanaman kedelai.a. Kebutuhan pengetahuan yang baik dan pemahaman tentang berbagai praktik budaya yang dapat mengurangi tekanan gulmab. Kewaspadaan terus menerus dan monitoring sangat penting untuk mengendalikan gulma dengan metode kultur teknis Ditulis kembali oleh : Ir. Kukuh Wahyu WidjajantoBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP)Jl. Tentara Pelajar No.10 Bogor,14116E-mail : widjajantokukuh@yahoo.comSumber : BPTPH Nusa Tenggara Barat (2014),Pengendalian gulma secara kultur teknis.