Loading...

Pengendalian Hama Pbk Dengan Sarungisasi Buah Kakao

Pengendalian Hama Pbk Dengan Sarungisasi Buah Kakao
pendahuluan kabupaten bantaeng kecamatan tompobulu propinsi sulawesi-selatan, desa pattallassang saat ini sedang mendapatkan masalah pada buah kakao tepatnya di dusun nippon meruapakan salah satu dusun di wilayah desa pattallassang. petani saat ini sedang menghadapi serangan hama penggerek buah kakao atau di sebut hama pbk. epek dari serangan hama ini bisa membuat buah kakao kerdil dan bintik-bintik hitam kecoklatan pada buah kakao. untuk meminimalisir dampak buruk dari serangan hama pbk yang semakin meluas, maka petani mulai melakukan kreatif sendiri dengan cara sarungisasi atau melakukan menyarungan pada buah kakao dengan plastik. salah satu petani yang sudah melakukan pengendalian dengan cara sarungisasi buah kakao adalah bapak tuming lerdy pengurus kelompok tani pattallassang ii. teknis sarungisasi buah kakao sangat efektif serta efesien dan direkomendasikan untuk para petani se desa pattallassang. rata-rata serangan hama pbk di kabupaten bantaeng khususnya di wilayah kecamatan tompobulu mencapai 90% sehingga menyebabkan kehilangan hasil berkisar 60% . mengingat semakin luasnya penyebaran hama pbk dan besarnya kerugian pada petani kakao, maka di upayakan pengendalian yang murah dan efektif. teknik pengendalian hama bpk pengendalian pbk dengan cara penyarungan buah kakao yang masih muda, panjang buah berkisar 8-10 cm tindak penyarungan buah kakao bertujuan untuk menghambat nganget betina meletakkan telurnya pada buah kakao. kantong plastik yang digunakan untuk penyarungan: panjang 30 cm. lebar 15 cm pengendalian dapat dilakukan baik secara preventif maupun kuratif. berdasarkan pengalaman, serangan pbk dapat mencapai 0 % apabila dilakukan aplikasi 1 x insektisida yang telah direkomendasikan oleh komisi pestisida sebelum sarungisasi menggunakan kantong plastik. tindakan pencegahan serangan pbk karantina metode karantina dilakukan bertujuan mencegah masuknya hama dari negara lain seperti philipina dan malaysia atau dari satu daerah ke daerah lain dengan cara menghindari masuknya buah yang terjangkit serta bahan maupun alat yang mengandung hama pbk. frekuensi panen kakao yang dipanen sering kurang beresiko terserang hama pbk . kulit buah yang telah dipanen perlu dikumpulkan dan dibenamkan ke dalam tanah sehingga mampu menekan populasi serta perkembangbiakan pbk karena banyak larva yang juga ikut terbenam bersama kulit buah menjadi kompos. pemangkasan pemangkasan kakao dapat dilakukan sebagai salah satu teknik pengendalian hama pbk, karena kanopi menjadi tidak terlalu rimbun. kondisi kanopi yang rimbun sangat kondusif bagi pertumbuhan hama pbk. dengan pertimbangan bahwa kelemahan imago pbk tidak menyukai sinar matahari langsung, sehingga bila sering dilakukan pemangkasan teratur akan dapat menekan populasi hama karena distribusi sinar matahari pada bagian tanaman maupun areal kebun menjadi merata. pemangkasan bentuk pohon kakao dilakukan dengan membatasi tinggi tajuk tanaman maksimum 4m memudahkan saat pengendalian dan panen. pemupukan apabila unsur hara yang dibutuhkan tanaman terpenuhi akan memperlancar proses metabolisme tanaman. selanjutnya akan mempercepat masaknya buah, sehingga dapat mengurangi tingkat kerusakan buah dan memungkinkan frekuensi panen lebih sering. pertumbuhan tanaman yang sehat akan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama pbk. tindakan kuratif pengendalian pbk sanitasi dan sistem rampasan. sanitasi berarti membersihkan areal kebun dari daun kering, ranting kering, kulit buah dan gulma yang berada di sekitar tanaman. keadaan yang bersih menjadikan kondisi yang tidak sesuai bagi hama pbk. sistem rampasan dimaksudkan memetik buah terserang pbk. pada akhir panen, semua sisa buah kakao dipetik dan dimusnahkan. daur hidup hama akan terputus, sehingga serangan pada periode berikutnya akan rendah. kondomisasi/ pembungkusan. kondomisasi atau sarungisasi berarti membungkus buah kakao dengan plastik. caranya yaitu ujung bagian atas kantong plastik diikatkan pada tangkai buah, sedangkan ujung buah tetap terbuka. dengan cara penyelubungan buah tersebut, hama tidak dapat meletakkan telur pada kulit buah sehingga buah terhindar dari serangan larva. pembungkusan dilakukan ketika buah berukuran kecil, 8-10 cm. sekian dan terima kasih. penyusun penyuluh pertanian desa pattallassang haryanto, sp