Loading...

Pengendalian Hama Penggerek Batang Pada Tanaman Kelengkeng Menggunakan Cara Aplikasi Insektisida

Pengendalian Hama Penggerek Batang Pada Tanaman Kelengkeng Menggunakan Cara Aplikasi Insektisida
Kelengkeng (Dimicarpus longan (lour) Stend) merupakan komoditas hortikultura spesifik dataran rendah dan dataran tinggi Kabupaten Temanggung, Semarang, dan Magelang yang menjadi salah satu komoditas hortikultura unggulan Provinsi Jawa Tengah. Dewasa ini pohon-pohon kelengkeng telah banyak yang berumur tua dengan kualitas produksi menurun. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya serangan hama penggerek batang yang merupakan hama pengganggu utama pada budidaya tanaman kelengkeng di Kabupaten Temanggung. Serangan hama penggerek batang pada tanaman kelengkeng, menyebabkan tanaman menjadi kurang produktif, bahkan beberapa kasus hama ini dapat mengakibatkan tanaman merana dan mati. Ketersediaan bibit kelengkeng kadang-kadang tidak dapat memenuhi permintaan konsumen karena penangkar bibit kelengkeng masih langka, dan proses pembuatan bibit kelengkeng memerlukan waktu yang tidak cepat. Teknik perbanyakan tanaman kelengkeng dapat dilakukan secara generatif yaitu dengan biji dan secara vegetatif dengan menggunakan organ vegetatif tanaman. Teknik perbanyakan secara generatif mempunyai kelemahan antara lain tanaman tidak seragam, terjadi penurunan potensi genetik dibandingkan dengan induknya, dan masa panen yang tertunda lebih lama. Sedangkan perbanyakan secara vegetatif mempunyai keunggulan antara lain tanaman hasil perbanyakan seragam dengan potensi genetik yang sama dengan induknya dan lebih cepat berbuah. Tanaman kelengkeng kadang-kadang sulit berbunga dan berbuah walau-pun sudah pada musimnya yaitu sekitar bulan September – November. Agar cepat berbunga, tanaman tersebut perlu dirangsang dengan cara perlakuan fisik yaitu melalui pemangkasan, pelengkungan, dan penggelangan. Cara perlakuan non fisik dilakukan dengan pemberian pupuk tambahan, stress air, dan pemberian hormon. Meskipun tanaman dapat berbunga, seringkali pembungaan dalam suatu pohon hanya terjadi pada beberapa ujung ranting, sehingga produktivitas tanaman sangat rendah. Hama penggerek batang berkembang di dalam batang di antara kulit dan kayu. Ulat penggerek batang dapat ditemukan di dalam jaringan kayu yang diserang. Gerekan melingkari batang sehingga dapat menyebabkan kematian jaringan di atas gerekan. Jaringan kayu dalam batang yang digerek kemudian mati. Pengendalian hama penggerek batang dilakukan dengan menggunakan cara aplikasi insektisida sistemik melalui akar atau daun dan diterapkan tiga macam pengendalian yaitu a). dengan Furadan 3G; b). dengan Regent 50 EC; c). dengan Furadan dan Regent dan dikendalikan secara efektif dengan menggunakan karbofuran dan fipronil. Pohon-pohon yang terserang ringan sampai sedang dapat dipulihkan, dapat bersemi kuncup-kuncup daun baru dan berbunga kembali. Selanjutnya cara mengaplikasikan dengan dua cara yaitu; 1. Aplikasi insektisida melalui akar • dilakukan dengan cara pemasangan pipa paralon 1 inci, panjang 1,2 m yang dimasukkan vertikal ke dalam tanah dengan kedalaman 1 m di bawah kanopi tanaman.• Setiap tanaman dipasang 2-4 pipa. Insektisida yang digunakan Furadan 3G yang dimasukkan ke dalam pipa sebanyak 0,5 kg per pipa.• Setelah itu diberi air 1 liter per pipa, kemudian ditutup.• Setiap minggu air diisi kembali. 2. Aplikasi insektisida sistemik melalui daun• Dilakukan dengan menggunakan insektisida Regent 50 EC dengan dosis 2 cc/l, 3-5 liter larutan per pohon.• Aplikasi dilakukan 3 kali dengan interval waktu 2 minggu. 3. Selain itu juga dapat dilakukan dengan cara Pengendalian pestisida organic nasaUntuk pengendalian dapat dilakukan dengan penyemprotan dengan menggunakan pestisida organic nasa yang berupa pestona + Aero-810 dengan dosis ( 5 + 1/3 ) tutup / tangki semprot, untuk melakukannya diwaktu sore hari. Dan bisa juga melakukan pengendalian dapat dilakukan dengan memaki produk nasa yang berupa Natural Glio yang sudah difermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu. Dan dengan penyemprotan dengan menggunakan pestisida organic nasa yang berupa pestona + aero-810 dengan dosis ( 5 + 1/3 ) tutp/tangki semprot, lakukan pada sore hari. Ditulis ulang oleh : Dalmadi BBP2TP BogorSumber : Balitbangtang dan Berbagai sumber media elektronik (Internet)Gambar : Yulianto