Loading...

PENGENDALIAN HAMA TERPADU CENGKEH

PENGENDALIAN HAMA TERPADU CENGKEH
Cengkeh (Syzygium aromaticum L Merr & Perry), termasuk dalam famili Myrtaceae dan merupakan salah satu komoditas pertanian yang tinggi nilai ekonominya. Baik sebagai rempah-rempah, bahan campuran rokok kretek atau bahan dalam pembuatan minyak atsiri, namun bila faktor penanaman dan pemeliharaan lainnya tidak diperhatikan maka produksi dan kualitasnya akan menjadi rendah. Tanaman cengkeh untuk dapat tumbuh dan berproduksi memerlukan persyaratan lingkungan tumbuh yang spsifik. Curah hujan yang diiinginkan 1.500 – 3.500 mm/tahun dengan bulan kering kurang dari 2 bulan dan intensitas penyinaran matahari 61-60 % serta suhu udara 22-28ºC serta kurang angin kencang sepanjang tahaun. Ketinggian tempat dari permukaan air laut 0 – 900 m. Bermacam macam jenis hama penyakit dan pengendaliannya secara PHT :A. Kutu daun ( Coccus viridis )Bagian yang diserang : ranting muda, daun muda. Gejala : Pertumbuhan yang dihisapnya akan terhenti misal ranting mengering, daun dan bunga kering dan rontok. Dengan cara PHT maka dapat dilakukan pada saat pemindahan bibit dari persemaian ke pembibitan dapat dilakukan setelah bibit berumur 1-2 bulan atau telah berdaun 4 - 7 helai. Bibit yang dipilih mempunyai daun berwarna hijau sampai hijau tua mengkilap. Pada permukaan daun tidak terdapat bercak daun serangan Coccus viridis. Pada waktu pemindahan bibit diusahakan akar tidak rusak/putus, dan tanah/pasir yang melekat di permukaan akar jangan sampai rontok. Pencegahan terakhir apabila masih ada serangan kutu daun maka gunakan obat yang sesuai dilapangan. B. Penggerek ranting/batang (Xyleborus sp )Pengerek Ranting.Bagian yang diserang : ranting. Gejala : Liang gerekan berupa lubang kecil, serangan hebat menyebabkan ranting menjadi rapuh dan mudah patah. Penggerek ranting yang menyerang tanaman cengkeh adalah Coptocercus sp. Serangga ini berupa kumbang berwarna hitam, sedangkan larvanya berwarna kuning kecokelatan. Gejala Serangan yang ditimbulkan oleh penggerek Coptocercus sp. ditandai pada permukaan ranting terdapat lubang-lubang gerekan yang berdiameter kira-kira 1,8 mm. Serangan parah mengakibatkan ranting dan daun mati. Cara pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama ini adalah dengan memangkas ranting ranting yang terserang dan apabila tidak berhasil maka alternatif akhir dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif alfa sipermetri, asefat, profenofos, atau metomil dengan dosis sesuai pada kemasan ke seluruh bagian tanaman. Interval 10 hari sekali. Penggerek cabangBagian yang terserang adalah batang. Hama yang menyerang cabang tanaman cengkeh adalah Hyleborus sp., dan Ardela sp. Hama Hyleborus sp. merupakan kumbang berukuran kecil berwarna hitam, kumbang jantan tidak mempunyai sayap dan ukurannya lebih kecil daripada serangga betina. Sedangkan Ardela sp. merupakan ngengat, ngengat jantan berwarna cokelat keputihan, betina berwarna merah muda keputihan. Larva ngengat ini berwarna putih keabu-abuan.Gejala Serangan yang ditimbulkan oleh kedua penggerek ini ditandai adanya lubang-lubang pada permukaan kulit cabang maupun ranting yang mengakibatkan cabang dan ranting mudah patah, lemah, tunas mati, daun dan akhirnya mengering. Lubang-lubang tersebut tertutup kotoran dan serbuk kayu sisa gerekan yang dijalin dengan serat halus. Serangan parah menyebabkan cabang mati. Pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama penggerek cabang ini sama seperti pada penggerek ranting. C. Penyakit mati bujang ( bakteri Xylemlimited bacterium ).Bagian yang terserang : perakaran, ranting-ranting muda. Gejala : matinya ranting pada ujung-ujung tanaman. Gugurnya daun diikuti dengan matinya ranting secara bersamaan. Pengendalian : pengaturan drainase yang baik, penggemburan tanah, pencegahan dengan kebersihan lingkungan. D. Penyakit busuk akar (Pytium rhizoctonia dan Phytopthora ).Bagian yang diserang perakarannya. Gejala serangan terjadi pada saat pembibitan, tanaman mati secara tiba-tiba, pada tanaman dewasa daun mengering mulai dari ranting bagian bawah sampai bagian atas. Pengendaliannya adalah bila serangan telah ganas maka tanaman yang terserang dibongkar dan dimusnahkan, lubang bekas tanaman berikan tepung belerang 200 gr secara merata, isolasi tanaman atau daerah yang terserang dengan membuat saluran isolasi, perbaiki drainase. Ditulis kembali oleh : Ir. Kukuh Wahyu WidjajantoBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi PertanianJl. Tentara Pelajar No.10 Bogor,14116E-mail : widjajantokukuh@yahoo.comSumber : BBP2TP (2015), Liptan, Berbagai macam penyakit pada cengkeh.