Loading...

Pengendalian Hama Thrips (Thrips Parvispinus) Tanaman Cabai Merah Untuk Peningkatan Produksi

Pengendalian Hama Thrips (Thrips Parvispinus) Tanaman Cabai Merah Untuk Peningkatan Produksi
Cabai merah (Capsicum annuum L.) adalah tanaman tahunan berbentuk tumbuhan perdu yang berkayu, buahnya berasa pedas disebabkan oleh kandungan capsaicin. Tanaman ini berasal dari benua Amerika yang beriklim tropis dan subtropis. Dari sini menyebar ke berbagai belahan bumi lainnya.Kondisi iklim di Indonesia cocok untuk budidaya cabe dimana matahari bersinar penuh. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga ketinggian 1400 meter dibawah permukaan laut. Di dataran tinggi, cabe masih bisa tumbuh namun produksinya tidak maksimal. Cabe merah merupakan salah satu komoditas pertanian paling atraktif. Pada saat-saat tertentu, harganya bisa naik berlipat-lipat. Pada momen lain bisa turun hingga tak berharga. Hal ini membuat budidaya cabe merah menjadi tantangan tersendiri bagi para petani. Disamping fluktuasi harga, budidaya cabe cukup rentan dengan kondisi cuaca dan serangan hama. Tanaman cabe adalah salah satu tanaman yang membutuhkan perawatan yang spesial. Hama dan penyakit yang begitu kompleks pada tanaman ini mengharuskan penyuluh untuk belajar dan terus belajar. Pengamatan dan pencegahan harus selalu dilakukan, sebab jika terlambat serangan hama dan penyakit sulit untuk di kendalikan. Penanganan sejak dini adalah cara yang paling tepat untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit pada tanaman ini. Sejak penyemaian, persiapan lahan, penanaman, perawatan sampai masa panen harus betul-betul serius mempelajari segala aspek tentang tanaman ini.Tehnik pencegahan agar tanaman tidak terserang hama thrip adalah sebagai berikut:1. Bibit tanaman cabai yang akan ditanam berasal dari varietas yang tahan terhadap hama thrips.2. Menjaga kebersihan lingkungan tanaman dengan melakukan penyiangan gulma.3. Usahakan menyiram tanaman dengan menggunakan springkler, agar daun-daun tanaman ikut tercuci.4. Jauhkan tanaman cabai dari tanaman-tanaman yang menjadi inang bagi hama thrips Ciri-Ciri hama Thrips• Berkembang biak secara partenogenesis (tak kawin) sehingga berkembang sangat cepat. Tanaman Inang antara lain adalah tembakau, kopi, ubi jalar, klotalaria dan kacang-kacangan. • Hama Thrips menyerang tanaman cabai sepanjang tahun, serangan hebat umumnya terjadi pada musim kemarau. • Hama Thrips suka mengisap daun muda juga merupakan serangga vektor penular berbagai macam virus tanaman. Gejala serangan hama Thrips Permukaan bawah daun yang terserang berwarna keperak-perakan dan daun mengeriting atau berkerut. Intensitas serangan dapat mencapai 87%.Warna tubuh nimfa kuning pucat, dewasa berwarna kuning sampai coklat kehitaman.Tanaman cabai yang sudah terlanjur terserang hama thrips dapat dilakukan pengendalian baik secara mekanis, biologis maupun kimia. Pengendalian secara mekanikPengendalian secara mekanik dapat dilakukan dengan memotong daun yang terserang hama atau mencabut tanaman jika belum terjadi serangan yang banyak. Tetapi jika sudah terjadi serangan pada seluruh tanaman apalagi adanya serangan virus yang akut mau tidak mau harus dilakukan pencabutan dan pembakaran untuk mencegah serangan hama pada periode tanam mendatang.Pengendalian secara teknis dengan memberikan jeda pada periode tanam berikutnya dengan tidak menanami lahan dengan tanaman yang sejenis. Pengendalian secara biologisPengendalian secara biologis, yaitu menyemprotkan biopestisida nabati dari larutan daun antawali, kapur dan kunyit. Pengendalian secara kimiaPemulihan tanaman yang telah sembuh dari serangan hama thrips yang dapat dilakukan dengan pemupukan dan penyemprotan zat perangsang tumbuh seperti GA3, Atonik atau pupuk daun. Adapun cara pengendalian hama penyebab daun keriting setelah terjadi serangan adalah melakukan penyemprotan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, karbosulfan, fipronil atau imidakloprid. Susi Deliana Siregar Daftar Pustaka: Duriat, A.S dan Sastrosiswojo, S. 2001. Pengendalian Hama Penyakit Terpadu pada Agribisnis Cabai. Ed. Adhi Santika. Penebar Swadaya: Jakarta;Duriat, A.S., Gunaeni, N dan Wulandari, A. W. 2007. Penyakit penting pada tanaman cabai dan Pengendaliannya. Balai Penelitian Tanaman Sayuran Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura.