Loading...

PENGENDALIAN JASAD PENGGANGGU BAHAN PAKAN TERNAK SELAMA PENYIMPANAN

PENGENDALIAN JASAD PENGGANGGU  BAHAN PAKAN TERNAK SELAMA PENYIMPANAN
Salah satu cara pengendalian untuk menghindari timbulnya jasad pengganggu selama dalam penyimpanan, yaitu perlu adanya tindakan pencegahan dengan penggunaan insektisida secara tepat dan benar . Karena bagaimanapun efektifnya suatu racun bila tidak dilaksanakan dengan tepat, maka hasilnya tidak akan memuaskan, bahkan mungkin dapat merugikan. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KERUSAKAN BAHAN PAKAN. Kondisi lingkungan mempengaruhi kandungan kadar air bahan pakan (butiran) menentukan tingkat kerusakan dan penyusutan selama penyimpanan . Pengeringan sampai kadar air dibawah 13 % sangat cocok untuk mempertahankan daya simpan . Makin tinggi kadar air makin cepat penguapan dan makin banyak CO2 , air dan panas yang dikeluarkan selama penyimpanan . Lingkungan yang lembab dan kotor merupakan salah satu faktor penyebab kenaikan kadar air butiran, hama, jamur, dan jasad pengganggu perusak lain sehingga mempercepat kerusakan . Sebagai contoh timbulnya aflatoksin pada jagung terutama sebagai akibat masih tingginya kadar air, karena keadaan ini merupakan media yang baik untuk pertumbuhan Aspergillus flavus yang menghasilkan racun aflatoksin. Jenis kerusakan yang terjadi selama penyimpanan dan faktor penyebab utama penurunan mutu antara lain Kerusakan fisik disebabkan terjadinya perubahan kadar air selama penyimpanan yang diakibatkan oleh perubahan cuaca, butiran menjadi pecah dan mudah diserang hama . Kerusakan biologis disebabkan kegiatan biologis selama penyimpanan seperti serangan hama, jamur dan mikroba . Kerusakkan kimiawi disebabkan adanya dekomposisi kimia selama penyimpanan seperti penurunan kadar karbohidrat, protein dan lemak karena proses metabolisme baik oleh serangga maupun mikroba . Jenis jasad pengganggu yang paling banyak menimbulkan kerusakan antara lain Tikus merupakan sumber kontaminasi pakan berupa bangkai, bulu dan kotoran sehingga menurunkan mutu pakan . Sitophilus zeamis dan Carpophilus dimiatus banyak ditemukan pada biji jagung . Jenis serangga ini merusak kulit biji jagung dan memakan sebagian endosperm sehingga sisanya berupa butir kutuan berbentuk biji yang berlubang (rusak) . Kutu beras jenis ini banyak dijumpai pada dedak padi . CARA PENGENDALIAN K.ualitas pakan sangat menentukan terhadap produktivitas ternak . Penyimpanan tanpa penanganan yang benar dapat menurunkan kualitas pakan, sehingga mutu pakan menjadi rendah . Berdasarkan pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa kerusakan bahan pakan terjadi setelah satu bulan penyimpanan. Untuk menghindari timbulnya jasad-jasad pengganggu selama penyimpanan perlu adanya tindakan pencegahan sebagai berikut 1) Menjaga kebersihan gudang 2) Bahan pakan jangan disimpan terlalu lama 3) Hindari kemasan yang rusak 4) Lakukan cara pemakaian bahan baku First In First Out (FIFO) 6) Letakkan bahan pakan diatas palet. Perlu diperhatikan kualitas bahan dan kandungan kadar air sewaktu pengadaan bahan pakan tersebut . Semprotkan insektisida secara periodik . 1 . Alat yang digunakan untuk pencegahan Alat dan mesin pertanian untuk keperluan proteksi sangat banyak, baik jenis dan mereknya serta keunggulan masing-masing . Meskipun sistem, cara dan kontruksinya berbeda satu dengan yang lain, tetapi fungsinya tetap tunggal yaitu meletakkan racun atau bahan kimia pada waktu dan proporsi yang tepat . Peralatan yang umum dipakai untuk penyemprotan a) Hand Sprayer Terdapat beberapa tipe tetapi yang banyak dipakai ialah sistem kompresi baik satu kali pompa (otomatik) maupun dengan pemompaan ulang . b) Thermo Fogger Alat ini sangat cocok untuk dipergunakan penyemprotan gudang bahan pakan. Karena hasil semprotan berupa kabut sehingga cara kerjanya lebih efektif, jangkauannya sangat luas serta konsentrasi sangat rendah jadi tidak meracuni bahan pakan tersebut . 2 . Bahan semprot yang dipergunakan Salah satu cara pengendalian mutu bahan pakan ternak yaitu menyemprotkan insektisida . Maksud dan tujuan penyemprotan yaitu mengaplikasikan insektisida agar jasad-jasad pengganggu dapat dibatasi atau diberantas sama sekali . Operasi penyemprotan insektisida membutuhkan aplikasi kategori umum 1) Racun kontak dapat membunuh dengan cara kontak langsung dengan serangga atau hama 2) Racun perut disemprotkan dengan target agar termakan oleh hama biasanya racun jenis ini digunakan untuk membasmi hama tanaman 3) Racun hisap Jenis racun ini sangat cocok untuk pemberantasan hama gudang yang terdapat pada bahan pakan karena selain targetnya hanya dihisap, konsentrasinya sangat rendah sehingga tidak merusak bahan pakan itu sendiri . Penanganan bahan pakan perlu mendapatkan perhatian yang serius. Kandungan kadar air yang terlalu tinggi mengakibatkan kerusakan mekanis pada bahan pakan seperti, kulit biji jagung sehingga bahan pakan kurang tahan disimpan, karena mikroorganisme dan jasad-jasad pengganggu lainnya mudah menyerang. Pertumbuhan jasad penganggu dapat dibatasi dengan cara menjaga kebersihan gudang dan melakukan penyemprotan insektisida secara periodik . (Di tulis kembali oleh Suwarna Penyuluh Pertanian –BPPSDMP) Sumber :1. Bambang Kushartono Balai Penelitian Ternak, Ciawi