Kegiatan pengendalian hama pada tanaman padi dilakukan agar tanaman padi tidak mengalami gangguan kesehatan, yang akhirnya mengganggu hasil produksinya. Hama adalah hewan yang merusak tanaman atau hasil tanaman karena aktivitas hidupnya, terutama aktivitas untuk memperoleh makanan. Hama tanaman memiliki kemampuan merusak yang sangat tinggi, akibatnya tanaman dapat rusak atau bahkan tidak dapat menghasilkan sama sekali atau gagal panen. Untuk memberantas hama, perlu mengetahui aktivitas hidupnya. Lalat bibit menyerang tanaman bibit padi yang ditanam pindah pada sawah yang selalu tergenang. Stadia hama yang merusak tanaman bibit padi adalah larvanya . Larva lalat bibit berwarna kuning kehijau-hijauan yang tembus cahaya, berada di bagian tengah daun yang masih menggulung. Larva bergerak di kebagian tengah tanaman merusak jaringan bagian dalam sampai titik tumbuh daun. Gejala kerusakan adalah bercak-bercak kuning yang dapat dilihat di sepanjang tepi daun yang baru muncul dan daun yang terserang mengalami perubahan bentuk. Telur diletakkan pada permukaan atas daun, berwarna keputih-putihan dan berbentuk lonjong seperti pisang. Siklus Lalat bibit hidupnya 4 minggu.Tanaman yang terserang anakannya menjadi berkurang dan serangan berat dapat memperlambat fase pematangan 7-10 hari. Tanaman pada dasarnya dapat mengkompenseasi asalkan tidak ada serangan hama lainnya atau tekanan lingkungan yang mempengaruhi. Pengendalian Lalat bibit ? Keringkan sawah cara melakukan pengeringan lahan bibit padi dilahan sawah dilakukan dengan cara membuang air yang menggenangi lahan pembibitan padi hingga kering, karena pembibitan padi volume rumpunnya banyak maka harus sering dikontrol. Hal tersebut dengan rumpun benih yang banyak akan banyak membutuhkan air, sehingga lahan benih akan cepat kering dan bila tidak terkontrol benih akan stress dan bahkan mati karena kekurangan air. ? Pengendalian lalat bibit yang tepat adalah pencegahan karena ketika gejala kerusakan terlihat di lapang, lalat bibit sudah tidak ada di pertanaman? Penggunaan insektisida (bila diperlukan) adalah yang berbahan aktif : - bensultap, BPMC, atau - karbofuran. ? Penyemprotan OPT dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya melalui penggunaan pestisida. Penggunaan pestisida tidak selalu efektif dapat mengendalikan OPT karena tidak sesuai dengan jenis OPT sasaran, oleh karena itu sebelum menggunakan pestisida sebaiknya melakukan diagnosis dan identifikasi OPT diikuti dengan pemilihan jenis pestisida sesuai dengan OPT sasaran. Penyemprotan dimaksudkan untuk mengelola populasi OPT pada tingkat yang tidak menyebabkan kerugian secara ekonomi tanpa mengganggu keseimbangan lingkungan dan kesehatan pekerja. Penyemprotan meliputi cara-cara penyiapan pestisida, pembuatan larutan pestisida, penyemptotan dan tindakan pasca penyemprotan sesuai intrumen kerja. Dalam pelaksanaannya sebaiknya berdasarkan Buku Standar Operasional Prosedur (SOP) ? Mempersiapkan bahan (Pestisida yang akan digunakan , air pelarut, dan lahan pertanaman benih) dan alat (Baju kerja, Sepatu boot, Masker, Helm, Kacamata, Ember, HandSprayer, Kain pembersih, dan Sabun) untuk pembersih badan meliputi cara-cara penyiapan pestisida, pembuatan larutan pestisida sesuai dengan dosis yang ada pada label kemasan, penyemptotan dilakukan dengan cara mengatur daya pancar/semprotan nozell, serta mengikuti arah angin yang bertujuan agar pestisida tidak mengenai badan kita. Tindakan pasca penyemprotan sesuai instrumen kerja, perlu pengamatan kembali terhadap serangan lalat bibit sehingga dapat menentukan hasil pengendalian lalat binbit apakah perlu dilanjutkan apakah sudah terkendalikan. Penulis : Dalmadi BBP2TP BogorEmail. dmdl2011@yahoo.comSumber Bacaan dan foto : Balitbangtan , dan sumber lainnya