Loading...

PENGENDALIAN OPT SECARA AMAN

PENGENDALIAN OPT SECARA AMAN
Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) meliputi hama, penyakit dan gulma. Di Indonesia, pada umumnya petani sebagai pelaku utama dalam melakukan budidaya tanaman sering melakukan pengendalian OPT dengan menggunakan pestisida kimia secara berlebihan. Hal ini harus dikendalikan untuk memperoleh produk bermutu baik. Terutama untuk produk-produk yang akan diekspor harus bebas atau seminimal mungkin mengandung zat kimia. Pengendalian OPT merupakan rangkaian kegiatan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (hama, penyakit dan gulma), agar tanaman dapat tumbuh optimal, produksi tinggi, dan bermutu baik. Pengendalian OPT bertujuan untuk menghindari kerugian ekonomi berupa kehilangan hasil dan penurunan mutu produk, serta menjaga kesehatan tanaman dan kelestarian lingkungan hidup. Tahapan Pengendalian OPT sebagai berikut: 1) Mengamati tanaman secara berkala/rutin terhadap hama, penyakit dan gulma; 2) Mengidentifikasi/ menemukan gejala serangan, jenis OPT, dan musuh alami; 3) Perkirakan jenis OPT yang perlu diwaspadai dan dikendalikan; 4) Menentukan tingkat serangan maksimum yang masih dapat ditolerir (5%); 4) Menetapkan alternatif pengendalian mekanik/teknis, biologis, atau kimiawi. Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan pada proses budidaya tanaman akan menimbulkan residu pada produk dan akan berdampak buruk bagi kesehatan manusia yang mengkonsumsinya. Dampak buruk tersebut antara lain dapat: memicu kanker otak dan leukemia pada anak-anak, menimbulkan penyakit (syaraf, lumpuh, hati, ginjal, dan lain-lain), bayi lahir cacat dan bibir sumbing. Dampak buruk dari penggunaan pestisida tersebut sangat dihindari oleh konsumen di negara-negara maju dan ternyata juga oleh masyarakat Indonesia yang mempunyai tingkat ekonomi menengah ke atas. Pengendalian OPT yang aman dapat dilakukan dengan cara mekanik/teknis, biologis, dan kimiawi. Ketiga cara ini merupakan pengendalian hama dan penyakit tanaman yang dapat mempertahankan produktivitas, nilai ekonomi, aman bagi kesehatan dan lingkungan, yaitu melalui tahapan berikut: (1) Menghilangkan habitat (sarang hama dan penyakit); (2) Jika belum cukup, lakukan dengan cara mekanis/fisik dan biologis; dan (3) Jika penggunaan cara mekanis/fisik atau biologis belum cukup juga, dapat dilakukan dengan cara kimiawi dengan sangat hati-hati untuk menghindari kontaminasi. Secara kimiawi ini digunakan pada tahap terakhir dan serangan sudah hebat mengancam kegagalan panen. Pemanfaatan zat kimia harus seminimal mungkin untuk meminimalisasi residu dalam produk pertanian dan kerusakan lingkungan. Pengendalian secara mekanik/teknis dengan cara menjaga lingkungan tanaman tetap bersih, cukup mendapatkan sinar matahari sampai ke bagian dalam tajuk, dan berdrainase bagus. Pengendalian mekanis dilakukan dengan pemangkasan ranting, pengumpulkan daun-daun yang terserang hama atau penyakit, membakar daun dan ranting yang mati, mengurangi kerapatan tajuk dan membersihkan lingkungan sekitar tanaman atau sanitasi. Pengendalian secara biologis dengan memanfaatkan musuh alami seperti laba-laba, semut hitam maupun belalang dan kepik. Pengendalian secara kimiawi dengan penggunaan pestisida/insektisida/fungisida yang terdaftar dan ada izin Menteri Pertanian. Demikian, sekilas tentang pengendalian OPT secara aman. Semoga bermanfaat. Penulis: SUSILO ASTUTI H. - Pusluhtan) Daftar Pustaka:Penerapan Teknologi Produksi Durian. Direktorat Budidaya dan Pascapanen Buah, Ditjen. Hortikultura, Kementan. 2013.Pedoman Peningkatan Mutu Manggis. Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2012.Masalah Manggis dalam Gambar. Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2010.