Loading...

PENGENDALIAN OPT TANAMAN NILAM RAMAH LINGKUNGAN

PENGENDALIAN OPT TANAMAN NILAM RAMAH LINGKUNGAN
Nilam (Pogostemon cablin Benth) dikenal sebagai salah salah satu tanaman penghasil Minyak atsiri seperti halnya cengkeh, mentha, akar wangi, minyak kayu putih dan lain-lain. Tanaman nilam mudah ditemui di Indonesia diantaranya dI pulau Sumatera (Nangroe Aceh Darusalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Bengkulu dan Lampung), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dan Bali. Dengan berkembangnya pengobatan aromaterapi, nilam juga bermanfaat untuk penyembuhan fisik dan emosional. Produk yang dihasilkan dari usaha nilam adalah terna (daun dan ranting) yang diproses penyulingan menghasilkan minyak nilam, Agar tanaman nilam tumbuh baik dan menguntungkan, perlu dilakukan pemeliharaan tanaman yang baik terutama dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Jenis OPT yang dapat menurunkan hasil tanaman nilam antara lain sebagai berikut: 1. Ulat Penggulung Daun (Pachyzzneba stutalis) Ulat ini hidup dalam gulungan daun muda, dan memakan daun muda yang tumbuh. Pada serangan berat, daun habis hanya tersisa tulang-tulangnya saja.Cara pengendalian dapat dilakukan dengan cara mekanis dan dengan pestisida nabati sebagai berikut. a) Cara mekanis, dengan mengumpulkan dan memusnahkan tanaman yang terserang. Melakukan pengamatan yang ketat pada areal terserang untuk menghindari ledakan populasi. Pengamatan dilakukan saat dimulainyagejala awal kerusakan daun akibat serangan larva stadia muda. Siklus hidup OPT ini berkisar antara 38-42 hari,sehingga pengamatan dilakukan dilakukan setiap bulan sejak tanaman berumur satu bulan sampai saat panen; b) Menggunakan pestisida nabati dengan menggunakan ekstrak mimba dan biointeksida (Beauveria bassiana). Cara ini cukup efektif meskipun tidak mematikan dan tidak mencemari lingkungan. 2. Belalang (Orthoptera)Hama belalang ini memakan daun, sehingga tanaman menjadi gundul. Pada serangan berat, batang tanamannya dimakandan akhirnya mati. Jenis belalang yang banyak merusak nilam adalah belalang kayu (Valanga nigricornis) dan belalang daun (Acrida turita). Belalang kayu dapat menyebabkan kerugian hasil mencapai 20-25%, bila tanaman habis dimakan belalang berpindah dari satu kebun ke kebun lainnya. Belalang daun biasanya memakan daun mulai dari pinggir atau tengah sehingga tebentuk bekas gigitan melingkar atau lonjong, kadang-kadang belalang juga merusak batang dan ranting tanaman.Cara pengendalian dengan melakukan sanitasi lingkungan, pengolahan tanah yang baik, dapat membunuh telur belalang kayu sebelum menetas dan dapat juga dilakukan dengan menggunakan musuh alami seperti cendawan (Metarhizium anisopliae).. 3. Tungau Merah (Tetranychus sp.)Tungau merah pada umumnya menyerang daun tua dan muda. Tungau hidup berkelompok di permukaandaun bagian bawah, merusak tanaman dengan cara mengisap cairan daun. Gejala serangan memperlihatkan bercak-bercak putih, semakin lama, bercak semakin lebar. Selain itu juga memperlihatkan gejala daun berlekuk-lekuk tidak teratur. Pada tingkat serangan berat, daun akan rontok yang menyebabkan kerugian mencapai 15-25%.Pengendalian dapat dilakukan dengan: a) pemangkasan daun, untuk mencegah meluasnya serangan. Pemetikan dilakukan pada saat populasi tungau masih rendah. Pemetikan yang dilakukan untuk membuang telur-telurdan tungau dewasa; b) dilakukan dengan menanam tanaman ubi kayu danjarak sebagai tanaman perangkap; c) menggunakan musuh alami seperti Phytosentulus persimlis yang dapat menyerang telur dan nimfa; dan d) dilakukan dengan penyemprotan insektisida nabati berupa ekstrak biji mimba) dosisi 100gr/liter. 4. Criket pemakan daun (Gryllidae)OPT ini memakan daun muda sehingga daun berlubang-lubang yang menyebabkan produksi turun. Cara pengendalian dilakukan dengan sanitasi lingkungan. Selain OPT, beberapa penyakit utama juga dapat menyerang nilam yang menyebabkan turunnya produksi nilam sebagai berikut:1. Penyakit layu bakteriPenyakit ini disebabkan oleh sejenis bakteri Ralstonia solanacearum dan umumnya timbul karena bibit yang digunakan sudah terkontaminasi bakteri tersebut. Kerugian yang disebabkan bakteri ini mencapai 60-95%. Gejala awal serangan terlihat daun pucuk layu yang diikuti denagan daun bagianbawah, gejala lanjut dengan intensitas serangan diatas 50%, tanaman mati dalam waktu 7-25 hari.Akar dan batang tanaman yang terinfeksi membusuk dan warna hitam. Irisan batang berwarna cokelat kehitaman sepanjan jaringan cabang yang layu. Bila bagian cabang yang layu dipotong akan terlihat lender berwarna putih seperti susu.Cara pengendalian dilakukan dengan: a) sanitasi dan eradikasi untuk mengurangi inokulum (sumber penyakit); b) Memberakan lahan yang sudah terinfeksi bakteri selama 2-3 tahun dan mencabut tanaman terserang serta dibakar/dikubur; c) melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan inang bakteri layu seperti padi dan jagung; d) memperbaiki saluran drainase pada waktu curah hujan tinggi; e) menggunakan bibit yang berasal dari tanaman sehat pada kebun yang belum terserang penyakit; f) menggunakan pestisida; dan) menanam varietas yang toleran (Sidikalang).2. Penyakit BudokPenyebab penyakit budok adalah virus.Gejala tanaman yang terserang sebagai berikut: batang membengkak, daun keriting dan tebal dengan permukaan bawah berwarna merah, permukaan atas daun menguning karena kekurangan unsur hara. Batang dan akar muncul benjolan-benjolan. Penyakit ini tumbuh setelah musim kemarau dan disebabkan oleh pemangkasan yang terlalu berat saat panen. Penyakit ini tidak mematikan tanaman secara total, tetapi menyebabkan produksi mutu daun menurun bahkan tidak dapat dipanen.Cara pengendalian dapat dilakukan sebagai berikut, a) menggunakan teknis sanitasi kebun, b) menggunakan bibit yang sehat;c) menggunakan pestisida3. Penyakit yang disebabkan oleh nematodeSerangan nematode akan merusak akar, yang menyebabkan berkurangnya suplai air kedaun, sehingga stomata menutup yang menyebabkan fotosintesa terganggu. Beberapa jenis nematode yang menyerang nilam antara lain Pratylenchus brachyurus dan Meloidogyne incognita. Gejala serangan nematoda terutama nampak pada warna daun yang berubah menjadi kecokelatan atau kemerahan. Selain itu perlu diperhatikan agar disekitar tanaman tidak ditanami tanaman inang seperti pisang,jahe, tomat dan kacang tanah.Penanggulangannya dilakukan dengan menanam varietas yang tahan, menggunakan agen hayati berupa jamur yang dapat menjerat nematode, pestisida nabati dari biji nimba dan bungkil jarak, nematisida dan melakukan budidaya menggunakan pupuk organic. oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1) Pedoman Budidaya Tanaman Nilam, Direktorat Budidaya Tanaman Semusim, Ditjen Perkebunan, Departemen Pertanian, 2006; 2) Teknologi Budidaya Nilam, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Litbang Pertanian, 2008; 3) Dihimpun dari berbagai sumber.