Pengendalian Organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman kakao dapat dilakukan melalui pendekatan pengendalian hama terpadu (PHT). Dalam PHT , pengendalian OPT kakao dalam dilakukan baik secara preventif maupun korektif. Pengendalian secara preventif dapat dilakukan dengan melakukan budidaya tanaman sehat yang bertujuan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan OPT dan dampak perubahan iklim. Tindakan pengendalian secara korektif dilaksanakan berdasarkan hasil pengamatan OPT, meliputi jenis gangguan tanaman (OPT), populasi, intensitas serangan, luas dan kerugian yang ditumbulkan. Hasil pengamatan dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan dalam pengendalian OPT.Prinsip PHT adalah dengan menggabungkan cara kultur teknis, mekanis, fisik, biologi dan kimiawi. Dalam pengendalian secara kimiawi, pestisida yang digunakan yaitu pestisida yang telah mendapat ijin dari Menteri Pertanian, harga terjangkau dan aman. Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pestisida yaitu pestisida tersebut telah mendapat izin dari Menteri Pertanian, dan sebelumnya harus diberikan penyuluhan kepada petani tentang cara penggunaannya.Beberapa prinsip yang harus diperhatikan• Minimum pekerja memakai masker, sarung tangan, penutup badan, pelindung mata dan tutupkepala.• Anak-anak dan ibu hamil/menyusui dilarang mengaplikasikan pestisida• Selama mengaplikasikan pestisida dilarang makan, minum dan merokok• Tidak menyisakan pestisida dalam kemasan, atau disimpan pada tenpat yang jauh dari jangkauan anak-anak, kandang ternak dan dikunci.• Bekas wadah pestisida dibenamkan dalam tanah.• Pakaian setelah selasai aplikasi pestisida agar dicuci bersih.• Harus ada buffer zone antara pemukiman dengan tempat bahan kimia disimpan. Hama Penting pada Kakaoa. Penggerek Buah Kakao /PBK, (Conopomorpha cramerella)Gejala penyakit ini yaitu buah menunjukkan gejala masak awal, dengan warna belang kuning, dan bila digoyang tidak berbunyi. Jika dibelah, biji kakao saling melekat satu sama lain. Bagian yang digerek berwarna kehitaman.b. Penghisap Buah Kakao (Helipeltis sp)Hama Penghisap Buah Kakao menyerang buah dan pucuk tanaman kakao dengan menghisap cairan bagian tanaman tersebut. Serangan pada buah muda dapat menyebabkan buah tidak berkembang dan kering. Serangan pada pucuk /tunas menyebabkan kematian pucuk/tunas. Kerugian akibat serangan ini dapat menurunkan produksi hingga 60%. Gejala yang timbul yaitu pada kulit buah muncul bercak-bercak berwarna cokelat kehitaman dan retak-retak. Serangan pada tunas/ pucuk tampak becak-bercak yang sama pada ranting muda kemudian ranting mengering dan mati.c. Penggerek Cabang/ Ranting (Zeuzera sp)Serangan hama penggerek cabang pada tanaman muda dapat menyebabkan kematian, sedangkan pada tanaman dewasa biasanya menggerek cabang dan jarang mengakibatkan kamatian tanaman.Gejala serangan yaitu terdapat lubang gerekan dan pada permukaan lubang sering dijumpai kotoran hama bercampur dengan serpihan kayu. Akibat gerekan pada ranting mengakibatkan bagian tanaman di atas gerekan /ranting mati. d. Ulat Kilan (Hyposidra talacca)Ulat kilan menyerang daun muda. Serangan yang berat dapat menyebabkan tanaman gundul. Biasanya serangan awal terjadi pada pohon penaung (lamtoro), serangan terjadi pada awal musim hujan. e. Penggerek Ranting Kakao (Xyleborus sp.)Gejala tanaman yang terserang penggerek ranting kakao yaitu cabang atau ranting yang terserang hama ini permukaannnya berlubang-lubang kecil dengan diameter ± 1mm. Bila cabang dikupas maka tampak alur-alur gerekan yang ditumbuhi oleh jamur-jamur ambrosia. Kumbang jenis ini berladang jamur untuk makan larva (keturunannya), sedangkan kumbangnya sendiri makan kayu. Cabang atau ranting yang terserang akan kering dan mudah patah, sehingga tanaman tampak meranggas. Umumnya hama ini menyerang tanaman yang kondisinya kurang sehat. Lingkungan yang basah juga mendukung serangan hama ini. ( Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian).Sumber :1. Pedoman Teknis Budidaya Kakao yang Baik. Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertanian. Jakarta. 2014.2. http://detiktani.blogspot.co.id/2013/06/penyakit-kanker-batang-tanaman-kakao.html