Pengendalian hama dan penyakit tanaman harus dilakukan sedini mungkin, yakni sejak tanaman masih kecil, bahkan jika mungkin sejak masih berbentuk biji, agar nantinya tidak terserang hama dan penyakit (buah busuk basah bakteri, buah bercak kering bakteri, dan buah Fitoftora) .Cabe merah (Capsicum annum, L), merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi, sangat berpotensi untuk dijadikan pilihan agribisnis. Cabe merah banyak diusahakan petani selain dimanfaatkan untuk keperluan pasar dalam dan luar negeri. Permintaan komoditas cabe merah cenderung terus meningkat sejalan dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, dan makin meluasnya daya serap permintaan industri pengolahan bahan makanan. Permintaan yang tinggi terhadap komoditas cabe, dilakukan oleh beberapa industri pengolahan bahan makanan. Antara lain industri bihun, mie, kecap, bumbu masak dan lain-lain. Selama sepuluh tahun terakhir peningkatan permintaan cabe oleh konsumen rumah tangga pun mencapai rata-rata 6.2%/tahun. Dengan semakin tingginya permintaan terhadap komoditas cabe, segala upaya dilakukan petani dan berbagai alternatif teknologi budidaya untuk peningkatan produksi yang tersedia diterapkan oleh petani, sehingga dapat mencapai produksi yang tinggi. Oleh sebab itu beberapa tahun terakhir produksi cabe menempati urutan paling atas diantara jenis sayuran komersial yang dibudidayakan oleh petani di Indonesia. Permasalahan dalam usahatani cabe merah dilakukan dengan menggunakan teknologi pengendalian hama dengan mengandalkan pestisida, ternyata tidak selamanya mampu mengatasi masalah hama tanaman. Bahkan penggunaan pestisida bisa berdampak buruk bagi manusia, jasad bukan sasaran dan lingkungan hidup. Namun hal tersebut produksi cabe, sering menyebabkan rendah harga dan mutunya produk cabe dipasaran, yang disebabkan oleh adanya penyakit seperti buah busuk basah bakteri, buah bercak kering bakteri, dan buah Fitoftora.Kenyataan tersebut menggugah kesadaran akan kebutuhan pengendalian yang baru, yang dapat mengurangi dampak negatif penggunaan pestisida. Pendekatan pengendalian baru yang dikembangkan ialah pengendalian hama terpadu (PHT). Cara penanganan penyakit buah busuk basah bakteri adalah sebagai bereikut;Gejala yang ditimbulkan buah busuh basah pada buah dimulai dari tangkai dan kelopak buah, buah terinfeksi menjadi lunak dan luka terus melebar dan merusak bagian dalam daging sehingga dalam beberapa hari menjadi basah lunak dan berlendir sehingga seperti kantong air dan setelah air keluar buah menjadi kering berwarna transparan. Pencegahan dan pengendaliannya adalah;- Pengaturan jarak tanam tidak terlalu rapat- Sanitasi kebun dari sisa-sisa tanaman yang terinfeksi bakteri- Melakukan panen pada waktu cuaca kering- Menjaga agar buah tidak luka/memar waktu dipanen- Simpan buah cabe ditempat yang teduh- Mengumpulkan dan memusnakan buah cabe yang terinfeksi. Cara penanganan penyakit buah bercak kering bakteri adalah sebagai bereikut;Gejala yang ditimbulkan buah bercak berbentuk bulat kutit tidak beraturan menyatu membetuk cembungan besar yang retak retak. Pencegahan dan pengendaliannya adalah;- Gunakan benih yang bersertifikat- Rotasi tanaman penting untuk mengelola penyakit ini- Menyemprot dengan fungisida berbahan tembaga untuk mengurangi infeksi penyakit ini. Cara penanganan penyakit buah busuk FitoftoraGejala yang ditimbulkan pada buah adalah bercak seperti tercelup air panas dengan warna hijau buram, bercak ini dengan cepat menyebar pada luasan buah. Buah akan menjadi lembek/lunak dan akhirnya berkerut. Tanaman muda dan bagian yang lain dapat diserang oleh paotgen iniPencegahan dan pengendaliannya adalah;- Melakukan pemupukan yang berimbang, yaitu Urea 150 – 200 kg/ha, za 450 –500 kg/ha, TSP 100 – 150 kg/ha KCL 100 – 150 kg/ha dan pupuk organic antar 20 – 30 ton/ha.- Intercropping antara Cabe dan tomat di dataran tinggi dapat mengrangi serangan penyakit serta menaikan hasil panen- Penggunaan mulsa plastic perak di dataran tinggi dan jerami di dataran rendah mengurangi infestasi penyakit, terutama pada waktu musim hujan- Tanaman muda yang terinfeksi penyakit dilapangan dimusnakan dan disulam dengan benih yang sehat.- Buah yang terinfeksi dimusnakan- Cendawan Fitoftora dapat dikendalikan dengan fungisida sistemik metalaksil-M 4% + Mancozeb 64% (Ridomil Gold MZ @ 4/64 WP) pada konsentrasi 3 g/l air, bergantian dengan fungisida kontak seperti klorotalonil (Daconil @ 500 F, 2 g/l).fungisida sistemik digunakan maksimal 4 kali per musim.- Untuk mengurangi penggunaan pestisida hingga ± 30 5 maka dianjurkan untuk menggunakan nozell kipas yang butiran semprotanya berupa kabut dan merata. Penulis : Dalmadi BBP2TP BogorEmail. dmdl2011@yahoo.comSumber Bacaan dan foto : Balitbangtan , http://www.lintangsore.com dan sumber lainnya