PENDAHULUAN Latar Belakang Dimasyarakat petani tumbuh kebutuhan yang meningkat akan adanya bimbingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), atau tenaga yang mampu mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap hubungan antara orang pada umunya. Tenaga seperti ini diperlukan diberbagai lingkungan seperti disekolah, lingkungan industri, ketenagaan kerajianan dan terutama dibidang Pertanian. Seorang penyuluh perlu menjalani dan terlibat yang baik dan mantap, guna mengembangkan kemahiran dalam keterampilan penyuluhan. Dalam suatu hubungan penyuluhan, penyuluh yang terlatih dengan baik mempunyai sejumlah metode yang dapat digunakan untuk membantu klien atau petani. Suatu metode yang dapat dipandang sebagai usaha penyuluhan bilamana ada permasalahan atau persyaratan-persyaratan tertentu harus dipenuhi sesuai dengan kebutuhan petani bilamana konsultasi yang disampaikan oleh petani dan penyuluh harus bisa dan mempu menjawab tantangan yang dihadapi dilapangan maupun didalam ruangan. Kemampuan penyuluh yang efektif berarti kemampuan keterampilan yang benar-benar tepat sesuai dengan tentukan sasaran. Untuk dapat mengajarkan keterampilan menyuluh, pengajar perlu memiliki tingkat kematangan yang tinggi dan kemampuan yang baik dalam mengadakan hubungan antara orang. Dari segi pribadinya pengajar hendaknya memiliki kepribadian yang hangat, terbuka, menerima sendiri maupun mengungkapkan (membuka diri sendiri). Penyuluhan adalah proses pemberian yang dilakukan dalam suasana hubungan tatap muka antara dua orang, yang satu oleh karena keahlian membantu yang lain untuk mampu mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapinya. Dan sering kita katakan bahwa penyuluhan itu alat daripada bimbingan. Dengan kata lain bimbingan itu diberikan melalui penyuluhan. Dengan demikian keberhasilan bimbingan banyak ditentukan bagaimana penyuluh itu lakukan. Untuk dapat melakukan penyuluhan secara lebih terarah, penyuluh dituntut untuk benar-benar menguasai keterampilan dan pengetahuan dalam melaksankan penyuluhan atau memecahkan masalah sesuai yang dibutuhkan. II. MASALAH DAN PRIORITAS MASALAH Masalah Masalah adalah suatu keadaan yang tidak diharapkan dan merupakan faktor penghambat dalam pencapaian tujuan. Adapun keadaan yang kurang menunjang tersebut : Tanaman Kurang Sehat Tanaman Terserang Penyakit Lahan Kurang Bersih Teknik Pemeliharaan kurang tepat Pengendalian penyakit Penilaian kegiatan pemecahan masalah berkaiatan dengan koknsultasi dibidang Pertanian yang bersifat konsep, petani baik secara kelompok (Intitusi) maupun secara perorangan adalah suatu kegiatan penyuluhan dalam hal: Membandingkan kegiatan pemecahan masalah yang dilakukan oleh penyuluh dan petani sehingga penyuluhan dapat mengambil kesimpulan-kesimpulan hasil konsultasi dibidang Pertanian bersifatbersifat konsep penyuluhan yang perlu dibicarakan dan dituntaskan. Menyimpulkan hasil rumusan masalah konsutasi dibidang Pertanian yang bersifat konsep penyuluhan yang dirumuskan keadaan yang baru muncul dari hasil konsultasi petani baik secara kelompok (Institusi) maupun perorangan. Prioritas Masalah Sedangkan prioritas permasalahan konsultasi dibidang Pertanian bersifat konsep yang dihadapi kelompoktani Harmoni Maju adalah dengan topik Serangan Penyakit Busuk daun yang selama ini sangat sulit untuk diatasi dilapangan, maka dalam hal ini perlu konsultasi dibidang Pertanian untuk melesaikan persoalan yang dihadapi petani yang sangat merugikan yang pada akhirnya kondisi Tanaman Bawang Merah sangat menurun dalam pertumbuhan maupun produksi. Rekomendasi Masalah Sampai saat ini sebagian besar Tanaman Bawang Merah terserang penyakit Busuk Daun , di Desa Uwer Tingkem , akibat dari cara pemeliharaan tidak sesuai dengan anjuran, sehingga Kebanyakan Busuk Daun menyerang tanaman bawang merah secara keseluruhan dan menular ketanaman bawang merah yang masih sehat , sedangkan Busuk Daun umumnya kurang begitu berbahaya bila penangan tepat dan cepat dalam pengendalian. Pada saat curah hujan tinggi dan tiupan angin kencang penyakit ini berpindah dan menyerang tanaman yang masih sehat dengan gejala yang ditimbulkan bercak pada daun tanaman bawang merah. Gejala ini menimbulkan penurunan pada pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah, sedangkan karena serangan penyakit, maka tanaman akan akan mengeluarkan bau bawang yang menyengan dan daun menjadi busuk. Rekomendasi Penyelesaian Masalah PENGOBATAN dan KONTROL Infestasi Busuk Daun secara umum dapat diobati dengan cara Penyemprotan secara rutin menggunakan Fungisida Sistemik seperti Antracol dan Revus serta pengendalian secara biologis dengan cara pengasapan di sekeliling lahan, Serta pencegahan sebelum penanaman menggunakan benih/ bibit yang sehat , rotasi tanam, pengolahan lahan yang sempurna PENUTUP Dari hasil menyelesaikan rekomendasi masalah maupun rekomendasi penyelesaian masalah yang dihadapi petani baik secara kelompok (Institusi) atau perorangan perlu mendapat perhatian bagi para penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang merupakan ujung tombak pembangunan Pertanian. Penyelesaian masalah yang berhubungan dengan masalah petani harus menggunakan rekomendasi hasil penelitian dari berbagai pihak sehingga hasil dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan yang dihadapai baik dari petani maupun dari penyuluh setempat Semoga hasil konsultasi penyelesaian rekomendasi penyelesaian masalah ini dapat menguntungkan dari semua kalangan khususnya para petani setempat. Penulis Gunawan Putra