Loading...

PENGENDALIAN PENYAKIT PADA TANAMAN KENTANG

PENGENDALIAN PENYAKIT PADA TANAMAN KENTANG
Mengendalikan organisme tanaman pengganggu (OPT) baik hama maupun penyakit pada tanaman kentang dapat dilakukan melalui strategi pengendalian hama terpadu (PHT) yaitu dengan mengkombinasikan dan memadukan beberapa macam komponen pengendalian untuk menekan populasi hama atau penyakit, memperkecil kerusakan tanaman maupun kehilangan hasil.Penyakit Pada Tanaman KentangBeberapa penyakit penting yang sering menyerang tanaman kentang antara lain :1. Penyakit Layu Bakteri Ralstonia (Pseudomonas solanacearum)Umumnya terjadi pada tanaman yang berumur kurang lebih 6 minggu, layu biasanya disertai dengan sedikit menguningnya daun. Selanjutnya daun-daun layu secara menyeluruh dan berwarna coklat, diikuti dengan kematian tanaman. Disamping menyerang daun, bakteri juga menyerang umbi. Pada ujung umbi terdapat bagian yang mengendap dan berwarna hitam, jika umbi dipotong akan tampak jaringan membusuk berwarna coklat, sedangkan pada lingkaran berkas pembuluh umbi terdapat lendir berwarna krem sampai kelabu dan akhirnya umbi menjadi busuk.Untuk pengendalian hendaklah : 1) menanam bibit yang sehat, 2) lakukan rotasi tanaman dengan tanaman bukan inang patogen selama 4 tahun, misalnya jagung, 3) lakukan sanitasi gulma terutama dari famili terung-terungan, misalnya ceplukan, 4) gunakan agen hayati bakteri Pseudomonas fluorescens dengan dosis aplikasi yaitu pada saat di bedengan (10 ml/lt air) dan pada saat tanaman berumur 15 hari setelah tanam (100 ml/lt air) dengan cara disemprotkan keseluruh permukaan bedengan secara rata.2. Busuk Daun (Phytoptora infestans)Serangan terjadi pada saat tanaman umur lebih 1 bulan. Gejala awal timbul bercak nekrotik pada bagian tepi dan ujung daun. Pada varietas yang tahan atau dalam cuaca yang kering, gejala ini dapat bertahan atau berkembang lambat. Gejala serangan tingkat lanjut muncul bercak-bercak nekrotik yang berkembang ke seluruh daun tanaman dan menyebabkan tanaman mati. Penyakit ini juga dapat menyerang umbi kentang, menyebabkan umbi berwarna hitam ungu. Pada saat penyimpanan umbi menjadi busuk.Pengendalian penyakit hendaklah : 1) menggunakan bibit yang sehat dan tidak menggunakan bibit yang berasal dari tanaman yang terserang, 2) menggunakan agen hayati cendawan Trichoderma atau Gliocladium dengan dosis penyemprotan 100 gr/10 lt air ditambah zat perekat, 3) bila serangan sudah melebihi ambang, dianjurkan menggunakan fungisida yang efektif.3. Penyakit Virus Penggulung Daun (Potato Leaf Roll Virus (PLRV)Daun yang terserang menggulung kebagian atas mulai dari tepi ke arah ibu tulang daun dan batang-batang menyerupai tabung, warna daun kuning atau mengalami klorosis. Infeksi yang terjadi pada masa pertumbuhan umbi, gejala akam muncul sampai pada daun bagian bawah. Daun dan batang tanaman yang sakit akan pucat dan kurus serta batang mengecil.Pengedalian hendaklah : 1) memusnahkan tanaman yang sakit dan tanaman inang lainnya, 2) tanam bibit yang sehat, 3) bibit disimpan dalam ruang yang bersuhu 36oC selama 40 hari, 4) pakai insektisida yang efektif untuk pengandalian. Pada musim kemarau sebaiknya dilakukan pengairan 1 atau 2 kali seminggu melalui selokan diantara guludan dengan menggunakan gembor atau pompa irigasi.4. Layu Fusarimum (Fusarimu solani)Daun yang terserang tampak layu, dimulai dari bawah kemudian berkembang ke daun atas, lau menguning dan akhirnya mengering. Bila batang dibelah, kelihatan kambiumnya berwarn coklat, kadang dijumpai juga pada pembuluh tangkai daun. Pada tanah yang basah atau dingin, batang dibawah permukaan tanah menjadi busuk, tanaman layu dan mati. Umbi yang terserang melekuk pada ujung stolon pembuluh menjadi coklat sampai kedalaman tertentu. Bila mencapai mata umbi, maka umbi tidak akan membentuk tunas.Untuk mengendalikan penyakit hendaklah : 1) gunakan bibit yang sehat, 2) melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan berasal dari terung-terungan, 3) gudang dibersihkan, jika perlu didisinfektan dengan formalin 4%, 4) menggunakan agen hayati cendawan Trichoderma (pupuk kandang +Trichoderma atau dedak sekam + trichoderma). Media tersebut disebar secara merata di atas permukaan bedengan pada saat tanah relatif lembab dan sebaiknya diberikan setelah penyiangan pertama, 5) gunakan fungisida yang diizinkan seperti Benlate.Oleh : Edizal (Pusat Penyuluhan Pertanian)Literatur : 1. Budidaya kentang, Dirjen Hortikultura – Kementerian Pertanian; 2. SOP. Budidaya kentang, Dirjen Hortikultura, 2015