Biji pala adalah biji dari tanaman pala yang banyak terdapat di wilayah-wilayah tropis di seluruh dunia. Buah pala terdiri atas daging buah (77,8%), fuli (4%), tempurung (5,1%) dan biji (13,1%). Buah pala memiliki nilai ekonomi tinggi dan multiguna karena setiap bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk bahan berbagai industri. Biji pala dapat dikonsumsi sebagai rempah-rempah baik untuk keperluan sehari-hari maupun untuk industri makanan dan minuman. Biji pala sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan, dapat menjaga ketajaman pikiran, meningkatkan kesehatan otak serta menghambat enzim yang dapat memicu penyakit Alzheimer. Biji pala dapat diambil minyaknya dengan cara penyulingan, menghasilkan minyak atsiri. Biji pala mengandung minyak atsiri 2-16 %, dengan rata-rata 10%. Minyak atsiri merupakan minyak yang gampang menguap dan komponen aromanya banyak yang rusak akibat panas yang tinggi. Oleh karenanya, maka pengeringan pala ini tidak dilakukan pada saat matahari terik.Untuk mendapatkan biji pala dengan kualitas yang baik, pengeringan biji pala dilakukan secara bertahap, yaitu: Pengeringan awal, pengupasan tempurung/cangkang biji, pengapuran, dan pengeringan akhir. Pengeringan awal:Pada saat biji pala masih memiliki tempurung/cangkang biji, perlu dilakukan pengeringan. Pengeringan dilakukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari, atau menggunakan alat pengering berupa para-para dan alat pengering mekanis. Pengeringan tersebut harus dilakukan secara bertahap dan perlahan-lahan, dan hindari pengeringan pada saat matahari terik. Pengeringan juga dapat dilakukan dengan cara pengasapan atau alat pengering lain, namun suhu harus diperhatikan jangan melebihi 45° agar mutu biji pala tetap baik. Pemanasan dengan suhu lebih dari 45° menyebabkan mencairnya kandungan minyak, biji menjadi keriput, rapuh dan aromanya akan berkurang. Pengeringan biji pala dapat berlangsung sampai 9 hari, tergantung dari cuaca sekitarnya. Biji pala yang telah kering ditandai dengan terlepasnya bagian kulit biji (cangkang), dengan kadar air sekitar 8-10°. Pengupasan tempurung/cangkang bijiSetelah biji pala kering, selanjutnya dipecah untuk memisahkan tempurung/cangkang dari biji dengan daging biji. Pemecahan biji dapat dilakukan secara manual dengan cara memecah biji menggunakan pemukul atau menggunakan alat pemecah biji. Pemisahan tempurung dilakukan secara hati-hati dengan posisi tegak di atas matanya agar biji tidak rusak, karena akan menurunkan kualitas biji pala. Setelah tempurung sudah terpisah, dilakukan penyortiran biji. Penyortiran dilakukan berdasarkan ukuran biji dan keutuhan biji. Berdasarkan ukuran, biji pala dibedakan menjadi ukuran besar, sedang dan kecil. Biji pala ukuran besar, dalam 1 kg terdapat 120 butir biji, ukuran sedang dalam 1 kg terdapat sekitar 150 butir biji dan ukuran kecil dalam 1 kg terdapat sekitar 200 butir biji pala. PengapuranDaging biji pala perlu dilapisi dengan larutan kapur untuk mencegah pembusukan dan gangguan hama. Pengapuran biji pala banyak dilakukan dengan cara basah.Cara pengapuran: 1) Kapur disaring sampai lembut, dibuat larutan kapur dalam bak becar/bejana; 2) Isi biji pala ditaruh dalam keranjang kecil dan dicelupkan dalam larutan kapur 2-3 kali dengan digoyang-goyangkan sedemikian rupa sehingga air kapur menyentuh semua biji; 3) Isi biji pala diletakkan menjadi tumpukan dalam gudang, untuk diangin-anginkan. Pengeringan akhirPengeringan akhir dilakukan setelah pengupasan cangkang biji/tempurung. Pengeringan daging biji dilakukan perlahan-lahan dan bertahap sampai mencapai kadar air 10-12%. Pengeringan daging biji dapat berlangsung selama 4 minggu. Pengeringan daging biji pala sebaiknya dilakukan di atas rak yang diangkat 1 meter di tas tanah untuk menghindari cemaran dari kotoran hewan maupun debu. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada BPPSDMP, Jakarta.Sumber: 1. Pedoman Teknis Penanganan Pascapanen Pala. Direktorat Pascapanen dan Pembinaan Usaha . Direktorat Jenderal Perkebunan. Jakarta. 20122. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/31706 3. http://jurnal.untan.ac.id/index.php/tengkawang/index