Loading...

Penggerek Batang Pada Tanaman Padi Dan Cara Pengendaliannya

Penggerek Batang Pada Tanaman Padi Dan Cara Pengendaliannya
Hama merupakan organisme penginfeksi tanaman yang menimbulkan kerusakan sehingga berdampak pada penurunan hasil pertanian. Penurunan hasil pertanian yang ditimbulkan oleh hama memiliki kisaran yang bervariasi, mulai dari penurunan hasil panen yang tidak terlalu singifikan sampai tahap paling parah, yaitu gagal panen. Salah satu jenis hama yang sering menyebabkan kerugian parah terhadap hasil pertanian adalah penggerek batang padi. Penggerek batang padi adalah salah satu hama yang palig sering menyerang tanaman padi dengan intensitas serangan sampai 90%. Hama ini menyerang tanaman padi pada berbagai fase pertumbuhan mulai dari fase vegetatif sampai generatif. Petani pada umumnya mengenal serangan penggerek batang padi dengan istilah sundep (anakan kerdil) atau beluk (gabah hampa). Cara Pengendalian Penggerek Batang: Menggunakan varietas tahan. Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan padi sehingga dapat memutus siklus hidup hama Melakukan penanaman secara serentak dalam areal penanaman yang luas agar tanaman padi berada pada fase yang sama sehingga perkembangan serta penyebaran sumber hama di lapangan dapat ditekan Menggunakan pupuk N sesuai dosis dan tidak berlebihan, serta menambah pemupukan K agar batang padi lebih keras. Mengumpulkan secara manual kelompok telur seawal mungkin untuk dimusnahkan. Menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati. Membakar jerami sisa panen untuk memusnahkan hama dewasa. Menggunakan parasitoid Trichogramma, Telenomus, atau Anagrusuntuk merusak kelompok telur. Membuat perangkap dari cahaya untuk menarik ngengat ini, untuk kemudian dapat disemprot dengan pestisida biologi aktif Beauveria bassiana dan Nomuraea rileyi. Tiap 30 gr (1/3 sachet) dilarutkan dalam 1 tangki isi 14 liter. Penyemprotan saat pembibitan umur 10 hari setelah sebar (HSS), dan tanaman umur 40 hari setelah tanam.