PENGGUNAAN ALSINTAN RICE TRANSPLANTER TANAM PADI SANGAT MEMBANTU PETANI. Mekanisasi Pertanian sangat penting dalam membantu pengembangan pertanian salah satu nya dalam system penanaman padi yang selama ini dilaksanakan secara manual , berkelompok dan bergotong royong namun ada juga dengan mengenakan ongkos tanam yang cukup mahal. Adanya kemajuan dibidang mekanisasi pertanian alat mesin tanam Rice Transplanter sebagai pengganti tenaga manusia aka ada pergeseran budaya dalam penanaman padi pasti akan mengalami perubahan dari budaya cara tanam padi secara manual perorangan maupun berkelompok lambat atau cepat pasti akan mengalami pergeseran akan menggunakan mekanisasi pertanian atau alat mesin pertanian seperti rice transplanter /alat tanam padi. Hal ini tidak terlepas dari banyak nya masalah dan kendala dalam budidaya tanam padi karena beban biaya sarana produksi setiap tahun mengalami kenaikan harga yang ditanggung petani , belum lagi ongkos pengolahan lahan dan biaya tanam terus meningkat. Dengan adanya mekanisasi pertanian rice transpalter sangat menguntung petani anatar laian : memudahkan petani dalam penanaman padi, menghemat ongkos tanam lebih murah, waktu penanaman lebih cepat 5 – 8 jam per hektar , jarak tanam lebih teratur, populasi tanaman lebih banyak, penggunaan benih lebih irit, jumlah benih per lubang lebih sedikit 2 – 3 batang per lobang, yang biasanya bila dibandingkan dengan dikerjakan dengan tenaga manusia bisa 3 – 4 hari / hektar, biaya tanam mahal, jarak tanam kurang teratur, penggunaan benih padi lebih banyak, kaena jumlah benih perlubang bisa 5 – 7 batang. / lubang. Keuntungan lain menggunakan alat tanam rice transplater dapat menekan kehilangan hasil panen, dengan demikian produksi padi bisa meningkat, sehingga semangat petani untuk menggunakan alat tanam padi Rice Transpalnter semakin diminati petani. namun kendala nya dalam penggunaan rice transplanter adalah hampi semua kelompok tani belum mempunyai alsitan tersebut, jumlah alsintan rice transplanter yang terbatas , operator untuk rice transplanter belum ada sehingga perlu pelatihan, , kelompok tani belum sanggup membeli secara swadaya karena keterbatasan modal sehingga perlu doorngan dan kerjasamaa bantuan dari pihak laian pemerintah dan swasta. Penulis : Fhoziah Ermawati,SP. Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Sidemen