Penggunaan benih unggul merupakan kunci utama untuk peningkatan produktivitas jagung. Dalam kaitan ini pemerintah mendorong penggunaan benih jagung hibrida unggul karena memiliki tingkat produktivitas yang tinggi. Sampai saat ini tingkat penggunaan benih jagung hibrida masih rendah yaitu baru sekitar 56% dari total pertanaman. Tingkat penggunaan benih unggul yang masih rendah ini antara lain disebabkan harga benih jagung hibrida relatif tinggi sehingga tidak terjangkau oleh sebagaian besar petani. Selain masalah harga, distribusi benih unggul jagung hibrida yang belum meluas juga menjadi kendala bagi petani untuk menanam jagung varietas unggul. Untuk itu Pemerintah telah meluncurkan berbagai program dengan memberikan bantuan berupa benih jagung hibrida agar dapat mendongkrak produksi Jagung. Benih varietas jagung hibrida yang disarankan adalah varietas yang sesuai dengan kondisi lokal, memiliki potensi hasil minimal 10 ton per hektar (pipilan kering), atau memiliki rata-rata hasil minimal 9 ton per hektar dan tahan/agak tahan/toleran penyakit bulai. Beberapa varietas yang disarankan tersebut antara lain :1) Hibrida C-6, dengan potensi hasil 10.30 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 10.00 ton per hektar serta agak tahan terhadap bulai dan karat.2) Hibrida C-7, dengan potensi hasil 10.40 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 10.00 ton per hektar serta agak tahan terhadap bulai dan karat.3) Hibrida DK-3 , dengan potensi hasil 11.93 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 9.25 ton per hektar serta tahan terhadap karat daun dan toleran bulai, potensi hasil tinggi, tahan terhadap kekeringan (stress air), tahan rebah sesuai untuk daerah yang sering terjadi angin dengan kecepatan tinggi seperti di Langkat (Sumut).4) Hibrida NK-88, dengan potensi hasil 11.63 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 9.67 ton per hektar serta tahan terhadap bercak karat dan bulai, potensi hasil tinggi, klobot menutup tongkol dengan baik.5) Hibrida NK-99, dengan potensi hasil 12.88 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 9.89 ton per hektar serta tahan bulai, agak tahan karat dan bercak, potensi hasil tinggi, tongkol besar dan panjang, klobot menutup tongkol.6) Hibrida SHS 11, dengan potensi hasil 11.13 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 9.63 ton per hektar serta tahan terhadap penyakit bulai dan potensi hasil tinggi.7) Hibrida B 99, dengan potensi hasil 13.10 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 9.40 ton per hektar serta tahan terhadap penyakit bulai (Sclerospora maydis).8) Hibrida N 35, dengan potensi hasil 12.53 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 10.20 ton per hektar serta tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis), hawar daun (Helminthosporium turcicum) dan busuk tongkol (D.maydis).9) Hibrida NT 10, dengan potensi hasil 10.80 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 10.79 ton per hektar serta tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis), hawar daun (Helminthosporium turcicum) dan busuk tongkol (D.maydis).10) Hibrida DK 9910, dengan potensi hasil 13.03 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 9.71 ton per hektar serta tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis).11) Hibrida DK 979, dengan potensi hasil 12.36 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 10.05 ton per hektar serta tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis).12) Hibrida PAC 105, dengan potensi hasil 15.80 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 11.40 ton per hektar serta tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis), hawar daun (Helminthosporium turcicum) dan karat daun (Puccinia sorghi).13) Hibrida AS 3, dengan potensi hasil 14.30 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 9.90 ton per hektar serta tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis), karat daun (Puccinia sorghi), hawar daun (Helminthosporium turcicum) dan busuk tongkol.14) Hibrida AS 4, dengan potensi hasil 15.20 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 9.90 ton per hektar serta tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis), karat daun (Puccinia sorghi), hawar daun (Helminthosporium turcicum) dan busuk tongkol.15) Hibrida AS 6, dengan potensi hasil 14.20 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 9.50 ton per hektar serta tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis), karat daun (Puccinia sorghi), hawar daun (Helminthosporium turcicum) dan busuk tongkol.16) Hibrida MAKMUR 1, dengan potensi hasil 14.10 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 9.80 ton per hektar serta tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis) dan karat daun (Puccinia sorghi) serta agak tahan hawar daun (Helminthosporium turcicum).17) Hibrida MAKMUR 3, dengan potensi hasil 15.80 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 9.70 ton per hektar serta tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis) dan karat daun (Puccinia sorghi) serta agak tahan hawar daun (Helminthosporium turcicum).18) A 3, dengan potensi hasil 15.02 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 9.82 ton per hektar serta sangat tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis).19) A 1, dengan potensi hasil 15.54 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 10.71 ton per hektar serta sangat tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis).20) SHS 3, dengan potensi hasil 15.42 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 11.21 ton per hektar serta sangat tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis).21) SHS 4, dengan potensi hasil 15.50 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 10.88 ton per hektar serta sangat tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis).22) A 5, dengan potensi hasil 15.14 ton per hektar dan memiliki rata-rata hasil 10.37 ton per hektar serta sangat tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis). Selain varietas tersebut masih banyak lagi Varietas Unggul Hibrida yang disarankan seperti B 50, B 52, B 89, BISI 816, BISI 222, BISI 818, PERTIWI 1, PERTIWI 2, PERTIWI 3, DMI 3, NK6262, NK6645, BIMA 8, BIMA 9, P31, P32, P33 maupun ADV 777. Kegiatan Pengawalan dan Pendampingan oleh Penyuluh merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh untuk memberdayakan peran aktif dari petani yang bernaung di dalam wadah kelompok tani agar dapat menggunakan benih unggul jagung yang berkualitas dan memiliki potensi serta rata-rata produksi yang tinggi sehingga upaya pemerintah dalam swasembada jagung dapat tercapai. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.com Sumber : 1) Petunjuk Teknis Gerakan Pengembangan Jagung Hibrida 2016, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian; 2) Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Jagung Tahun 2017, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian; 3) Sumber gambar: https://www.google.com