Tepung sagu adalah pati yang diekstrak dari batang sagu. Sagu mempunyai kegunaan yang beragam, selain sebagai bahan pangan juga untuk sumber energi (bahan bakar). Namun pada umumnya sagu diolah menjadi produk primer berupa tepung yang merupakan bahan baku pangan. Produk primer turunan seperti etanol dengan nilai jual tinggi belum mendapat perhatian serius. Tepung sagu merupakan tepung yang berasal dari bagian dalam dari batang pohon sagu. Tepung sagu ini sangat bermanfaat, terutama untuk membuat aneka jenis makanan seperti aneka kue sagu, mutiara, bubur dan lain-lainnya serta untuk kosmetik dan industri kimia. Tepung sagu yang diolah menjadi bahan pangan telah berlangsung sejak lama, bahkan menjadi makanan utama tradisional di beberapa sentra sagu. Batang sagu dapat diolah sendiri menjadi tepung sagu dengan cara sederhana menggunakan alat-alat yang biasa terdapat di dapur rumah tangga, karena tidak terlalu sulit cara pembuatannya. Untuk industri kecil, pengolahan tepung sagu sudah memerlukan alat-alat mekanis untuk mempertinggi efisiensi hasil dan biaya. Alat-alat tersebut dapat dibuat di bengkel konstruksi biasa dengan menggunakan bahan-bahan lokal. Untuk industri menengah dan besar, pengolahan memerlukan alat-alat modern dengan kerja efisien dan kapasitas besar. Berikut cara pembuatan tepung sagu skala rumah tangga.Langkah-langkah pembuatan:1. Persiapan bahan dan alat.Alat yang digunakan untuk mengolah tepung sagu adalah pisau/alat pengupas, kain penyaring, parutan/mesin parut, alat pengaduk, ayakan/saringan dan blender. Sedangkan bahan yang diperlukan adalah batang sagu, larutan sulfit dan air.2. PengupasanTepung sagu dapat diperoleh dari bagian dalam pohon sagu, sehingga batang sagu harus dikupas terlebih dahulu untuk membuang kulit luar yang keras, sehingga diperoleh batang sagu bagian dalam.3. Pemarutan Batang sagu yang telah dikupas kulitnya selanjutnya diparut menggunakan parutan sehingga halus menjadi bubur sagu. Jika pembuatan tepung sagu dalam jumlah besar, maka dianjurkan menggunakan mesin parut.untuk mempercepat dan mempermudah proses. 4. Penambahan larutan sulfit dan pengadukanBubur hasil pemarutan selanjutnya diencerkan dengan air (satu bagian bubur ditambah dengan satu bagian air) hingga menjadi bubur encer. Bubur encer tersebut diaduk-aduk agar pati lebih banyak yang terlepas dari sel batang. Jika bubur cukup banyak, pengadukan dilakukan dengan menggunakan alat pengaduk mekanis. Selanjutnya dibuat larutan sulfit dengan cara melarutkan natrium bisulfit ke dalam air, dimana setiap 1 liter air ditambah dengan 3 gram senyawa natrium bisulfit. Larutan yang telah diperoleh disebut larutan sulfit. Larutan sulfit dapat dibuat dengan biaya murah dengan cara mengalirkan gas SO2 ke dalam air. Gas SO2 tersebut dibuat dengan membakar belerang (S atau sulfur)5. Penyaringan. Parutan yang sudah dicampur dengan larutan air dan sulfit tersebut selanjutnya disaring menggunakan kain saring, agar lebih baik dibandingkan dengan saringan biasa, sehingga menghasilkan saripati. 6. PengendapanSaripati hasil penyaringan selanjutnya diendapkan selama 12 jam, setelah itu sisa air yang ada di endapan tersebut dibuang. 7. PengeringanSari pati sagu tersebut selanjutnya dikeringkan di bawah sinar matahari. Jika sudah mengering, maka akan menjadi tepung sagu yang teksturya masih kasar. Pengeringan pasta pati dilakukan hingga kadar air di bawah 12%;8. PenghalusanTepung sagu yang masih kasar selanjutnya dihaluskan dengan menggunakan blender dengan kekuatan penuh hingga menjadi tepung halus. Agar halus secara merata, maka dilakukan pengayakan dengan saringan. Jika ada yang masih kasar maka diblender kembali hingga halus.9. PengemasanKemas tepung sagu yang sudah digiling dengan plastik. Agar efisiensi dalam pembiayaan, industri kecil pengolahan tepung sagu juga sudah memerlukan alat-alat mekanis. Alat-alat mekanis tersebut dapat dibuat di bengkel konstruksi biasa dengan menggunakan bahan-bahan lokal. Sedangkan untuk industri menengah dan besar, pengolahan sagu memerlukan alat-alat modern dengan kerja efisien dan kapasitas besar. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP)Sumber:1. Pedoman Budidaya Sagu (Metroxylon spp) yang Baik. Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertanian. 2014.2. 3. http://rumahmesinblog. Wordpress.com. 4. -tepung.blogspot.com