Mutu bahan olah karet rakyat (bokar) yang dihasilkan oleh petani karet/pekebun akan menentukan harga jual. Mutu bokar yang baik akan menjamin permintaan pasar dalam jangka panjang yang dicerminkan oleh Kadar Karet Kering (KKK) dan tingkat kebersihan. Peningkatan mutu karet alam di tingkat petani karet sebagian besar dilakukan dengan membuat bahan olah karet dalam bentuk slab dan lum dengan menggunakan bahan pembeku (koagulan) yang dapat merusak mutu karet seperti cuka para (asam sulfat) , tawas (aluminium sulfat) dan pupuk TSP (Triple Super Phosphate). Disamping terjadi kerusakan pada mutu karet, penggunaan bahan koagulan tersebut menghasilkan bau busuk yang sangat mengganggu masyarakat di sekitar petani yang mengolah hasil lateksnya. Jenis koagulan memberi pengaruh besar terhadap kualitas bokar, untuk itu diperlukan penggunaan koagulan sesuai anjuran. Penanganan lateks kebun yang baik perlu memperhatikan tiga hal berikut yaitu pesyaratan bokar bermutu, jenis bahan olah karet dan penyimpanan. Persyaratan menghasilkan bokar bermutu. Untuk menghasilkan bokar bermutu beberapa persyaratan perlu diperhatikan meliputi a) Bokar harus murni artinya tidak ditambahkan bahan bukan karet seperti tatal, daun, ranting, pasir b) Menggunakan bahan pembeku/koagulan anjuran berupa asam semut atau Deoreb c) Menggunakan tempat pembekuan yang standar, dapat berupa kotak plastik yang tahan rapuh/retak dan tidak dilakukan pada lobang tanah, d) Bokar disimpan di gudang yang terlindungi dari sinar matahari dan tidak direndam. Jenis bahan olah karet. Beberapa jenis bokar yang dapat diproduksi oleh petani antara lain: a) Lateks b) Lum mangkuk, lateks kebun yang dibiarkan membeku secara alamiah dalam mangkok c) Lum bamboo, sistem pembekuan latek dengan menggunakan tabung bambu dengan penambahan asam format/semut atau bahan pembeku lainnya d) Sleb/lum Deorub (asap cair), latek ditambahkan pembeku Deorub dengan perbandingan 10 : 1. Pembeku Deorub berfungsi untuk membekukan lateks, mempertahankan nilai plastisitas karet (Po dan PRI) mencegah, dan menutup bau busuk pada bekuan dan menggantikannya dengan aroma asap yang khas serta menghasilkan yang bewarna coklat e) Slep tipis, bahan olah karet rakyat dalam bentuk sleb. Tahapan dalam membuat sleb tipis sebagai berikut: 1) Masukkan dan susun lum mangkok secara merata didalam bak pembeku, 2) Tambahkan larutan asam semut 1% ke dalam lateks kebun, dengan dosis 110 ml per liter lateks kemudian diaduk 3) Tuangkan campuran tersebut ke dalam bak pembeku yang telah diisi lum mangkok dan 4) Biarkan sekitar 2 jam, lalu gumpalan diangkat dan disimpan di atas rak dalam tempat yang teduh.f) Blanket, Lum dan sleb tipis dapat diolah menjadi blanket melalui penggilingan dengan mesin mini creper, proses penggilingan dilakukan sebanyak 46 kali sambil disemprot air untuk menghilangkan kotoran yang terdapat di dalam sleb. Blanket dengan ketebalan sekitar 0,6-1.0 cm dengan KKK sekitar 65-75% g) Sit Angin, Lembaran karet hasil bekuan lateks yang digiling dan dikeringanginkan sehingga memiliki KKK 90-95%. Proses pembuatan sit angin: penerimaan dan penyaringan lateks, pengenceran, pembekuan, pemeraman, penggilingan, pencucian, penirisan dan pengeringan h) Sit Asap, proses pengolahan sit asap sama dengan sit angin, perbedaannya terletak pada proses pengeringan yaitu pada sit asap dilakukan pengasapan pada suhu yang bertahap antara 45-60 derajat celsius selama 4 hari. Keuntungan pengolahan RSS adalah dapat langsung diekspor atau sebagai bahan baku industri barang jadi karet, mutu produk seragam dan konsisten serta harga paling tinggi dibandingkan dengan jenis bokar yang lain. Penyimpanan, Bokar disimpan di tempat khusus berupa gudang penyimpanan. Bokar tIdak boleh direndam menyebabkan mutu karet rendah. Sumber: Suwardin D, Dkk. Saptabina Usahatani Karet Rakyat, Balitsem, 2014 (Bambang Gatut Nuryanto)