Loading...

Pengolahan Kopi Di Desa Sempor

Pengolahan Kopi Di Desa Sempor
PENGOLAHAN KOPI DI DESA SEMPOR Pendahuluan Kopi merupakan komoditas perkebunan, saat ini mulai banyak di budidayakan oleh petani di desa-desa , salah satunya desa Sempor kecamatan Sempor . Tanaman kopi yang dibudidayakan adalah jenis Robusta dan Liberika (kopi nangka), mengapa ? karena kedua jenis kopi tersebut disesuaikan dengan tempat atau lokasi lahan yaitu dibawah 800 m dpl dan kopi robusta memiliki produktivitas dan rendemen yang tinggi dan tentunya budidaya kopi ini di tanam di bawah tegakan karena tanaman kopi termasuk tumbuhan yang menghendaki intensitas cahaya matahari yang tidak penuh. Panen Tanaman kopi sudah bisa dipanen berumur 3 – 4 tahun dari bibitan stek/sambung, dan dalam satu tahun dipanen pada bulan Juli hingga Agustus pemetikan buah dilakukan 1 minggu sekali dimaksudkan diambil buah kopi yang matang / berwarna merah. Pengolahan kopi Pengolahan kopi ada dua cara yaitu proses basah dan proses kering yang umumnya dilakukan oleh petani adalah pengolahan dengan proses kering. Kopi setelah dipanen dilakukan pencucian dan sortasi memisahkan buah yang baik dan yang tidak baik (berpenyakit atau cacat) Dilakukan penjemuran hingga kering dengan kadar air kurang lebih 15 – 8 % Pengupasan kulit buah dan kulit tanduk dengan ditumbuk dan juga menggunakan mesin huller Kemudian disortasi kembali menghasilkan 3 grade : Kopi lanang (Peaberry) Kopi biasa Kopi cacat (Defect) Pengemasan dan Penyimpanan Sebelum dikemas atau disimpan kadar air biji kopi harus tetap terjaga dan bila akan disimpan dimasukan kedalam karung goni dan disimpan pada tempat yang kering dengan menggunakan alas dari kayu. Membuat kopi Roasting menghasilkan 3 macam yaitu: lite, medium dan dark. Umumnya yang di konsumsi adalah roasting medium, setelah roasting dibiarkan dingin selama 3 hari, proses berikutnya digiling atau diblender dan yang terakhir dikemas dalam botol atau alumunium foil.