Tanaman atembakau (Nicotiana tabacum) umumnya memiliki batang yang tegak dengan tinggi sekitar 2,5 m namun pada kondisi syarat tumbuhnya baik, tinggi tanaman bisa mencapai 4m. Agar tanamn tumbuh dengan baik, perlu dipersiapkan lahan yang diolah dengan baik. Pengolahan lahan untuk penanaman tembakau meliputi kegiatan pembukaan lahan, penyesuaian pH tanah, penggemuran tanah, pembuatan guludan, pembuatan saluran drainase dan pembuatan lubang tanam. Setelah dilakukan pembukaan lahan, penyesuaian pH tanah merupakan tahapan penting. Penanaman tembakau di daerah yang ber-pH tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman menyebabkan mengurangi kualitas daun, Kebutuhan pH tembakau beragam misalnya tembakau deli memerlukan pH sekitar 5-5,6, tembakau besuki 5,5-6,5 tembakau Virginia 5,5-6, sehingga perlu kejelian. Pengukuran pH tanah dapat dilkukan dengan cara menggunakan kertas lakmus, pH tester atau dengan soil tester. Cara pengukuran pH yang mudah dan murah dilakukan dengan lakmus yang dapat dibeli di kios pertanian, apotik atau toko bahan kimia, sebagai berikut: 1) tanah yang akan diukur pH-nya diambil secara acak, lalu dimasukkan dalam keranjang dan diaduk merata , kemudian diambil sekitar 500 gr; 2) tanah sampel tersebut dimasukkan ke dalam cawan gelas lalu ditambah air sekitar 125 ml. Setelah itu diaduk sampai air keruh tercamour dengan tanah dan dibiarkan sampai mengendap; 3) kemudian air endapan dipisahkan pada cawan lain; 3) kertas lakmus dicelupkan kedalamair tersebut. Perlakuan ini akan mengubah warna kertas lakmus; 4) Selanjutnya warna kertas lakmus yang telah dicelupkan dicocokkan dengan skala warna yang ada pada bungkusnya, Nilai pH tanah yang diukur ditunjukkan oleh skala warna yang sesuai dengan warna kertas lakmus tersebut. Jika nilai pH rendah maka perlu dilakukan pengapuran (kalsit dan dolomite) atau jika pH besar maka dapat ditambahkan belerang. Berdasarkan pengalaman praktis di lapangan kebutuhan kalsit pada lahan kering per hektar sekitar 4 ton/ha dan untuk tanah gambut sekitar 19 ton/ha. Kebutuhan kalsit untuk meningkatkan derajat keasaman (pH) pada berbagai macam tekstur tanah dapat disampaikan sebagai berikut: 1) pasir dan lempung untuk meningkatkan pH 3,5 ke 4,5 dan pH 4,5 ke 5,5 memerlukan kapur sebanyak 0,6 ton/ha dan meningkatkan pH dari 5,5 ke 6,5 memerlukan kapur sebanyak 0,9 ton/ha; 2) pasir berlempung untuk meningkatkan pH 4,5 ke 5,5 memerlukan kapur sebanyak 1,1 ton/ha dan meningkatkan pH dari 5,5 ke 6,5 memerlukan kapur sebanyak 1,5 ton/ha; 3) Lempung untuk meningkatkan pH 4,5 ke 5,5 memerlukan kapur sebanyak 1,7 ton/ha dan meningkatkan pH dari 5,5 ke 6,5 memerlukan kapur sebanyak 2,2 ton/ha; 4) Lempung berdebu untuk meningkatkan pH 4,5 ke 5,5 memerlukan kapur sebanyak 2,6 ton/ha dan meningkatkan pH dari 5,5 ke 6,5 memerlukan kapur sebanyak 3,2 ton/ha; dan 5) Lempung berliat untuk meningkatkan pH 4,5 ke 5,5 memerlukan kapur sebanyak 3,4 ton/ha dan meningkatkan pH dari 5,5 ke 6,5 memerlukan kapur sebanyak 4,3 ton/ha Pemberian kapur untuk lahan pertanaman tembakau bisa dilakukan dengan cara disebar merata atau diberikan pada setiap lubang tanaman dan yang terbaikadalah kombinasi dari kedua cara tersebut. Dosis per hektar diberikan untuk setiap lubang tanaman dan tanah disekitarnya diberi tambahan kapur. Pemberiannya bisa dilakukan dengan ditabur saja atau dicampur dengan tanah galian lubang. Sedangkan untuk tanah tanah sekitar lubang tanaman dengan cara disebar. Kemudian sekaligus digemburkan tanahnya kemudian tanahnya dibalik dengan pencangkulan. Waktu pemberian kapur hendaknya dilakukan satu bulan sebelum penanaman agar kapur sudah meresap dalam tanah. Pada lahan alkalis dengan pH tinggi (9,0), untuk kenurunkan pH dapat dilakukan dengan memberikan tepung belerang (sulfur) atau tepung gypsum (CaSO4,2H2O). Pemberian tepung belerang dilakukan pada saat pengolahan tanah dengan cara ditaburkan dipermukannya. Pada pengolahan selanjutnya, tepung belerang diaduk ke dalam lapisan tanah. Begitu pula pemberian tepung gypsum sama saja dengan pemberian tepungnbelerang. Tepung gypsum halus ditaburkan di permukaan tanah, kemudian diaduk dengan tanah. Untuk menurunkan pH mendekati normal diperlukan gypsum sekitar 6 ton/ha. Selanjutnya dilakukan penggemburan tanah yang dilakukan secara bertahap dengan membiarkan tanah (diangin-anginkan) dan diupayakan lahan diberikan pengairan yang cukup. Pengolahan lahan sawahUntuk mendapatkan hasil yang baik pengolahan lahan tanah dilakukan secara intensif, Apabila tanah yang digunakan bekas tanaman padi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membersihakan jerami, kemudian tanah di bajak/dicangkul 2-3 kalidengan selang waktu 2 minggu dan diratakan.. Selanjutnya dibuat ajir dengan jarak antar tajir 1 meter. Kemudian dilakukan pembuatan guludan dengan mencangkul lapisantanah atas selebar 1 m kemudian tanah cangkulan diletakkandisisi kanan dan kirinya sehingga membentuk guludan. Tanahlapisanbawah digemburkan dengan cangkul, kemudian dibiarkan selama dua minggu. Setelah duan minggu , guludan dibongkar dan dipindahkan ke atas tanah lapisan bawah disisi kiri kanannya telah digemburkan tadi. Tanah lapisan atas pada sisi sebelahnya juga dipindahkan dan diletakkan diatasnya. Guludan yang baru ini kemudian dibiarkan beberapa hari. Setelah tanah dibiarkan beberapa hari, selanjutnya diatas guludan dibuat lubang tanam dengan jarak tanam sesuai kebutuhan misalnya untuk tembakau cerutu yang menghendaki daunnya tipis dibuat jarak tanam lebih rapat yaitu 90x45 cm, untuk tembakau sigaret dan kretek yang menghendaki daun yang lebih tebal,jarak tanamnya lebih jarang yaitu antara 90x70 dan 100x70. Untuk penanaman yang menggunakan pupuk dasar per lubang tanaman, maka lubang tanam dibuat agak besar dengan ukuran 25x25 cm dan gundukan tanah galian dibiarkan disisi kanan kirinya.Selanjutnya membuat saluran drainase untuk saluran pembuangan utama yang dibuat mengelilingi petak pertanaman dengan ukuran lebar 60cm dan dalam 60 cm. Selanjutnya dibuat saluran mujur yang dibuat memotong guludan tembakau dengan ukuran lebar 30 cm dandalam 30 cm sedang jarak antar saluran mujur tergantung pada panjang guludan cm dan dalam Selanjutnya dibuat saluran malang yang dibuat sejajar dengan guludan. Setiap ± 20 baris guludan dibuat satu saluran malang. Ukuran yang biasa digunakan yaitu 60 cm dan dalam 40 cm. Pengolahan lahan di lahan kering Pengolahan tanah di lahankering hamper sama dengan pengolahan tanah di lahan sawah. Perbedaannya terletak pada tahap awalnya karena didahului dengan dengan pembukaan lahan. Pembukaan lahan ini dilakukan terhadap tanah bukaan baru maupun tanah lama yang telah mengalami masa bera. Sebagai contoh pertanaman tembakau cerutu deli,yang sistim pertanaman setelah lahan diberakan cukup lama (5-7 tahun). Dalam kurun waktu 1-2 tahun sebelum penanaman, areal lahan dibuka kembali dengan melakukan pembabatan tanaman liar hutan terlebih dahulu. Kemudian tanah dibajak/ditraktorkemudian dilanjutkan dengan pembuatan parit. Setelah selesai, tanah ditanami tanaman putrid malu (mimosa invisa) yang berguna untuk menyuburkan tanah dan menekan penyakit layu. Sekitar 2-3 bulan sebelum penanaman, tanah kembali disiapkan dengan cara yang sama dengan system pengolahan tanah di lahan sawah. oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1) Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 56/Permentan/ OT.140/9/2012tentang Pedoman Penanganan Pascapanen Tembakau; 2) 2) Pembudiadayaan Pengolahan dan Pemasaran Tembakau, Penebar Swadaya, 1998; 3) Dihimpun dari berbagai sumber