Loading...

Pengolahan Minyak Dedak (Rice Bran Oil)

Pengolahan Minyak Dedak (Rice Bran Oil)
Tanaman padi (OryzA sativa L) merupakan komoditas tanaman strategis nasional karena produk turunan padi (beras) menjadi sumber bahan pangan pokok masyarakat Indonesia. Tanama padi merupakan salah satu jenis tanaman dengan tingkat fungsional yang tinggi yaitu hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi berbagai produk olahan. Selain dapat dikonsumsi dalam bentuk biji beras dapat diolah menjadi produk antara(intermediet) berupa tepung yang dapat diolah menjadi berbagai produk olahan pangan. Penggilingan padi menjadi beras menghasilkan produk samping antara lain menir, beras pecah, sekam, dan dedak. Menir dan beras pecah dapat digiling menjadi tepung sebagai bahan berbagai kue dan makanan lainnya. Sekam dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar serta kompos. Sementara itu dedak saat ini baru dimanfaatkan untuk pakan ternak dan belum banyak digunakan sebagai sumber pangan manusia. Penggilingan padi dengan kadar air 14% akan menghasilkan rendemen beras 57-60%, sekam 18- 20%, dan dedak 8-10%. Bila produksi beras tahun 2004 yang menurut data Departemen Pertanian mencapai 31,8 juta ton maka dedak yang dihasilkan sekitar 3,18 juta ton, suatu jumlah yang sangat berlimpah sehingga perlu usaha-usaha memanfaatkannya.Dedak/bekatul merupakan salah satu produk sampingan dari proses penggilingan padi, yaitu pada tahapan proses penyosohan. Dedak/bekatul kaya akan nutrisi sehingga dapat diolah menjadi pangan fungsional maupun obat-obatan. Tingginya kandungan lemak/minyak di dalam bekatul membuka peluang produksi minyak dedak atau disebut rice bran oilMinyak Dedak dan tahapan proses pembuatannya1. Pemilihan dedak berkualitasDedak berkulalitas diambil dari dedak awet yaitu dedak yang telah mengalami tahapan proses sehingga nutrisinya mengalami perbaikan. 2. StabilisasiStabilisasi merupakan perlakuan pemanasan yang bertujuan untuk menonaktifasi enzim dan zat antigisi sehingga mutu dedak menjadi lebih baik. Stabilisasi dedak dapat dilakukan dengan ekstrusi, pengukusan, dan penyangraian. Suhu pemanasan adalah 100ºC - 115ºC , selama 5 – 30 menit.Alat yang digunakan adalah ekstruder/steamer/alat penyangrai.Metoda ekstrusi merupakan metoda stabilisasi yang paling efektif dan efesien karena proses pemanasan dapat dilakukan pada suhu mencapai 150ºC dan waktu yang lebih singkat. 3. EkstraksiEkstraksi dilakukan menggunakan pelarut yang mudah menguap, dengan menggunakan alat ekstraktorMetoda ekstraksi merupakan metoda terbaik untuk mengambil minyak dedak dengan kadar kurang dari 25% 4. PenyaringanProses penyaringan dilakukan dengan metoda penguapan dengan etanol dan n-heksan. Padatan yang terlarut dalam suspensi dipisahkan dengan alat penyaring.Ampas dalam proses penyaringan dapat dijadikan pakan ternak5. Purifikasi Proses purifikasi dilakukan dengan metoda penguapan cairan dan pengembunan uap berdasarkan berbedaan titik didih (destilasi). Minyak dedak kasar ditambah air dengan perbandingan minyak dan air sekitar 1:5 kemudian campuran didestilasi.Proses purifikasi bertujuan untuk menghilangkan senyawa lilin, asam lemak bebas, pewarna dan bau. Penulis: Ir. Marwati (Penyuluh Pertanian, Pusat Penyuluhan Pertanian-Badan Penyuluhan dan PSDM Pertanian-Kementrian Pertanian)Sumber: Badan Litbang Pertanian, 2015 dan sumber lainnya