Loading...

Pengolahan Tanah Tanaman Padi Sawah

Pengolahan Tanah Tanaman Padi Sawah
Persiapan lahan dalam budidaya tanaman padi sawah meliputi pembersihan jerami atau sisa tanaman lain, pencangkulan pematang sawah untuk memperbaiki pematang-pematang rusak, pemberian kapur pertanian disesuaikan dengan pH tanah, Pemupukan dasar menggunakan pupuk kandang sebanyak 4 ton/ha (pupuk kandang harus sudah matang/difermentasi),pemba jakan serta penggaruan tanah. Pengolahan lahan untuk penanaman padi sawah dilakukan dengan cara dibajak dan dicangkul. Biasanya dilakukan minimal 2 kali pembajakan yakni pembajakan kasar dan pembajakan halus yang diikuti dengan pencangkulan,alat pengolahan tanah yang digunakan adalah secara tradisional dengan menggunakan hewan ternak sebagai penarik bajak sedangkan alsintan berupa traktor roda 2 atau traktor besar roda empat dengan kedalaman olah lebih besar 20 cm. Tunggul jerami,gulma dan bahan organic yang telah dikomposkan dibenamkan ke dalam tanah bersamaan dengan pengolahan tanah pertama.Total pengolahan lahan ini bisa mencapai 2-3 hari.Saat melakukan penggaruan sebaiknya saluran pembuangan air ditutup, agar pupuk yang sudah diberikan tidak hanyut terbawa oleh air.Setelah selesai pembajakan dan perataan dengan garu, aliri dan rendam dengan air lahan sawah tersebut selama 1 hari. Pengo;lahan tanah hingga berlumpur dan rata dimaksudkan untuk menyediakan media pertumbuhan yang baik dan seragam bagi tanaman padi sawah serta mengendalikan gulma.Pada kondisi tertentu seperti mengejar waktu tanam dan kekurangan tenaga kerja, pengolahan tanah minimal atau bahkan tanpa olah tanah dapat pula diterapkan.Pastikan keesokan harinya benih yang telah disemai sudah siap ditanam, yakni sudah mencapai umur 7-12 harian, perlu diingat, usahakan bibit yang disemai tidak melebihi umur 12 hari mengingat jika terlalu tua maka tanaman akan sulit beradaptasi dan tumbuh ditempat baru (sawah) karena akarnya sudah terlalu besar. Tanaman padi sawah memerlukan curah hujan antara 200 mm/bulan atau 1500-2000 mm/tahun dengan ketinggian tempat optimal 0-1500 mdpl. Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman padi 23°C. Intensitas sinar matahari penuh tanpa naungan karena tanaman padi merupakan tanaman berumur pendek dan sangat memerlukan intensitas matahari yang tunggi. Budidaya padi sawah dapat dilakukan disegala musim, air sangat dibutuhkan oleh tanaman padi sawah selama pertumbuhannya. Pada musim kemarau, air harus tersedia untuk meningkatkan produksi tanaman padi sawah. Tanah yang baik mengandung pasir, debu dan lempung. Pengukuran pH tanah diperlukan untuk mengetahui kemasaman tanah sawah serta menentukan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (di bawah 6,5). Pengukuran bisa menggunakan kertas lakmus, alat pH meter, atau cairan pH tester. Pengambilan titik sampel bisa dilakukan dengan cara zigzag agar didapatkan keakuratan pengukuran.Meskipun tanaman padi dapat tumbuh baik pada pH rendah, pengukuran pH sebaiknya tetap harus dilakukan agar penyerapan akar akan unsure hara dalam tanah berjalan dengan baik. Tanah dengan pH mendekati netral atau bahkan netral ( nilai 7 ) untuk pertumbuhan tanaman padi sawah memungkinkan produksi yang cukup baik.Untuk itu pengukuran pH tanah diperlukan agar tingkat keasaman tanah di lahan masing-masing dapat diketahui. Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno,MSBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi PertanianJl. Tentara Pelajar No.10 Bogor,14116E-mail : ksoehardi@yahoo.comSumber : Dari berbagai sumber teknologi bertanam Padi Sawah. Petunjuk PTT Padi Sawah, Badan Litbang Pertanian,2010