Untuk menghasilkan buah jambu air yang segar, manis, lebat, dan warnanya bagus ada beberapa faktor yang mempengaruhi dan bisa dikategorikan ke dua macam, yakni faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal diantaranya adalah iklim/cuaca/musim, kondisi geografis tempat menanam buah jambu air, curah hujan, angin dan lain sebagainya. Sedangkan faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan hasil buah jambu air diantaranya adalah perlakuan kita terhadap tanaman, termasuk di dalamnya adalah penyiraman, pemupukan, perontokan, penyiangan hama, penyemprotan dan lain sebagainya. Untuk faktor eksternal tentunya kita tidak perlu mengubahnya, tetapi menyikapinya sesuai dengan kondisi yang terjadi. Semisal pada saat musim penghujan maka tidak perlu kiranya menyirami tiap hari tetapi bisa dua atau tiga kali sehari saja. Dalam usaha agar buah jambu air berbuah seperti yang diharapkan maka tidak bisa lepas dari proses awal pertama kali menyiapkan bibit buah jambu air, menyiapkan media tanam sampai ke tehnik penanaman buah jambu air. Pastikan dulu anda paham dengan jenis pohon jambu air yang akan anda tanam, baik itu jambu air citra, jambu air kingrose, jambu air madu deli hijau, atau apapun, memerlukan perlakuan dan perawatan yang berbeda-beda. Entah menanam apapun, untuk mendapatkan hasil yang berkualitas dan maksimal itu tidak cuma asal-asalan; asal nandur, asal bibit, asal uwoh. Cara agar buah jambu air bisa berbuah cepat dan lebat. Pemilihan Bibit Unggul Agar menghasilkan buah yang maksimal kita perlu memilih bibit terlebih dahulu sebelum ditanam. Memilih bibit tanaman buah menjadi hal yang cukup sulit dilakukan oleh masyarakat yang baru saja memulai untuk membudidayakan jenis tanaman tertentu. Hal ini dapat terjadi karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman untuk menentukan seperti apa bibit buah unggul yang mampu menghasilkan buah yang berkualitas. Bibit buah yang berkualitas akan sangat menentukan keberhasilan suatu budidaya, sebab bibit unggul dari tanaman akan menghasilkan tanaman buah berkualitas yang memiliki nilai jual tinggi. Dikarenakan alasan inilah pemilihan bibit buah yang berkualitas sangat penting untuk diterapkan sebelum mulai menanam jenis tanaman buah tertentu. Perontokan Daun Perontokan daun tanaman dilakukan setelah tanaman jambu air berumur 6-8 bulan, atau 3-4 bulan setelah pemupukan awal. Cara perontokan ialah dengan membuang daun pada tiap ranting pohon. Daun yang disisakan hanya 4 lembar saja yang berada di pucuk -pucuknya. Pekerjaan ini dilakukan saat kondisi tanaman sehat dan subur. Perontokan daun sebaiknya dilakukan setelah pemupukan. Jika kondisi cuaca panas sekali perontokan dapat ditunda. Perontokan daun jambu air ini berfungsi untuk merangsang pohon jambu berbuah. Selain perontokan daun bisa juga diterapkan teknik pemangkasan. Tujuan pemangkasan yaitu untuk membentuk habitus (kanopi) tanaman agar tampak pendek, dan agar cabang tanaman serta pertumbuhannya seimbang. Pemangkasan pertama dilakukan ketika tanaman berumur kurang dari setahun, dan tinggi batang sekitar 75-100 cm dari permukaan drum. Cara pemangkasannya adalah saat pemangkasan perdana, pilih 3 cabang primer. Apabila panjang cabang primer lebih dari 50 cm, pangkas ujungnya hingga tumbuh cabang-cabang sekunder. Hanya dipilih tiga cabang sekunder per cabang primer. Selanjutnya, pangkas ujung cabang sekunder hingga tumbuh cabang tersier, dan pilih hanya tiga cabang tersier. Dari ketiga cabang tersier inilah nantinya akan terjadi pembungaan dan pembuahan. Pemupukan Agar buah jambu anda bisa tumbuh subur seperti gambar disamping kita harus benar-benar memperhatikan masa pertumbuhan dan cara perawatan yang baik terutama pada waktu pemupukan.Pemupukan jambu air dilakukan kurang lebih tiga bulan setelah masa tanam. Setelah itu tiga bulan kemudian perlu diadakan pemupukan lagi. Pada saat pemupukan kedua ini pemupukan berupa pupuk kandang seperti kotoran kambing sebanyak 15 kg, ditambah dengan TS sebanyak 100-150 gram. Takaran ini diberikan lagi 3-4 bulan berikutnya, dan diarahkan bagi satu pohon saja . Pupuk kandang yang telah disiapkan kemudian dibenamkan dalam media tanam secara merata. Pupuk TS dibenamkan juga tetapi cukup di bagian pinggiran tanaman Setelah pemberian pupuk, tanaman langsung disiram sampai merata basahnya. Lantas penyiraman rutin dilakukan setiap pagi hari kalau kebetulan waktu itu tidak turun hujan. Meski media tanam menggunakan pupuk kandang, pupuk organik masih tetap diperlukan dalam menanam bibit tanaman. Sampai umur 2 tahun, setiap 4 bulan, tambahkan Pupuk MPK (Mono Kalium Pospat ). Manfaat Kalium (K) yaitu untuk menguatkan buah agar tidak rontok, sedangkan manfaat Pospat (P) yaitu untuk menumbuhkan buah Karya : WINARTI, SP