Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro berpartisipasi mengikuti Lomba Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur Tahun 2022, dengan mengirimkan peserta lomba sebanyak 5 kategori lomba, yaitu Kelompok tani Komoditi Padi, Kelompok tani Komoditi Jagung, Kelompok tani Komoditi Buah, Kelompok Pelaku usaha olahan dan Kelompok UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan). Penilaian awal (Administrasi) telah diselenggarakan pada tanggal 14 Juli 2022 di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Surabaya, dimana peserta dari masing - masing kategori yang dinilai ada 2 orang dengan membawa profil, kelengkapan administrasi kelompok & bahan presentasi. Beberapa hari yang lalu di Kabupaten Bojonegoro menerima kunjungan dari Tim Penilai Lomba Provinsi Jawa Timur dalam rangka penilaian lapangan dengan sasaran 3 kelompok tani yang masuk dalam nominasi 3 besar. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil penilaian awal (Admiistrasi) bulan Juli 2022 Nominasi 3 besar dari Kabupaten Bojonegoro diantaranya Poktan Senggon Agung II desa Senggon, Kecamatan Ngambon kategori Komoditi Jagung, Poktan Mekarsari desa Ngringinrejo kategori Komoditi Buah, Kecamatan Kalitidu dan Kelompok Bunda Arum desa Wedi, Kecamatan Kapas kategori Pelaku Usaha Olahan. Tanggal 3 Agustus 2022 dilaksanakan penilaian lapangan ke Kelompok tani Senggon Agug II desa Senggon Kecamatan Ngambon. Diawali smabutan penerimaan oleh Kepala Bidang Produksi dan Sekretaris Camat Ngambon. Kemudian arahan dari Tim Penilai Provinsi Jawa Timur. Dilanjutkan paparan oleh Ketua Kelompok tani Senggon Agung II dan kunjungan lapangan. Sasaran kunjungan lapangan meliputi Kandang Panggung, Pembuatan pupuk organik, pembuatan silasi serta rumah lokasi jagung pipil & cornsellernya. Profil kelompok tani Senggon Agung II, sudah memiliki Badan Hukum sebagai bukti legalitas kelompok tani, mayoritas anggota kelompok tani Senggon Agung II selain budidaya tanaman jagung juga melakukan usaha ternak kambing dan sapi. Melaksanakan pertemuan rutin yaitu setiap selapanan (setiap Rabu Kliwon) didampingi oleh Penyuluh Pertanian. Dalam pemupukan modal kelompok tani, berasal diantaranya dari hasil keuntungan penjualan sarana produksi berupa benih, pupuk dan obat-obatan dan diperoleh iuran wajib anggota yang dibayar setiap pertemuan rutin. Dalam Agribisnis Jagung, telah melakukan kemitraan dengan peternak Kabupaten Nganjuk, Blitar dan Kediri untuk pemasaran hasil panen jagung dalam pipil kering untuk dijadikan pakan ternak dengan harga jual yang cukup baik. Harga Rp 4.500-Rp 4.700,-Terdapat selisih harga lebih tinggi antara Rp 500,--- Rp 800,- per kg jika dibandingkan dijual ke tengkulak lokal. Selain selisih barga tersebut ada keuntungan lain yang didapat oleh anggota yaitu pada saat mengirimkan jagung pipilke peternak ayam, puangnya membawa kotoranayam dari peternak tersebut sehingga terjadi simbiosis mutualisma . Kotoran ayam dijadikan bahan pembuatan pupuk organik. Dengan adanya kemitraa maka kepastian pasar terjamin sehingga diharapkan anggota poktan termotivasi untuk mengembangkan tanamannya. Dalam menerapkan Integrated Farming (Sistem Pertanian Terpadu) yaitu dengan melimpahnya limbah tanaman jagung maka sebagian besar anggota mempunyai usaha ternak sapi dan kambing. Rata-rata anggota mempunyai ternak sapi 1-4 ekor serta kambing 5-30 ekor. Dalam melakukan usaha ternak beberapa anggota sudah mempunyai kandang kambing permanen (Kandang Panggung). Dalam pengolahan limbah, baik kotoran ternak diolah sebagai pupuk organik diperuntukkan bagi anggota, maupun terhadap limbah tanaman jagung dengan melakukan upaya perbaikan kwalitas yaitu membuat pakan ternak berupa silase. Oleh Yulia Puspita Rahayu, SP- Penyuluh Pertaian Kabupaten Bojonegoro