Loading...

Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian

Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian
PENINGKATAN KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN MELALUI DIKLAT ALIH KELOMPOK Tugas penyuluh memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bukan sekadar menyampaikan informasi teknologi terbaru yang dirilis pemerintah, tapi juga menggali potensi wilayah kerja. Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan individu untuk mencapai tujuannya. Begitu pula motivasi dalam penyuluh pertanian yang akan mendorong penyuluh agar lebih baik dalam menjalankan tugasnya. Dengan adanya motivasi penyuluh dapat dilihat pengaruhnya dalam melaksanakan penyuluhan pertanian. Dimana penyuluh pertanian melakukan tindakan atas dasar keinginan untuk berprestasi dan memperoleh jabatan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Salah satu yang telah dilakukan oleh Dinas Pertanian kabupaten Bondowoso bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Perternakan Batu yaitu menyelenggarakan Diklat Fungsional Penyuluh Pertanian Alih Kelompok. Diklat Fungsional Penyuluh Pertanian Alih Kelompok merupakan salah satu upaya yang mendasar, untuk meningkatkan kompetensi Penyuluh pertanian sesuai dengan jenis dan kelompok masing-masing jabatan fungsional agar memiliki kinerja, keterampilan, keahlian, manajerial, sehingga mampu meningkatkan kedisiplinan diri, motivasi kerja, kemandirian, kemampuan kerjasama, kematangan emosi, akses kepada sumber informasi dan minat pengembangan diri yang baik bagi penyuluh pertanian. Diklat ini diperuntukkan untuk Penyuluh Pertanian yang fungsional terampil yang telah memiliki dan diakui gelar kesarjanaannya, sebagai persyaratan untuk beralih ke kelompok jabatan fungsional Penyuluh Pertanian ahli, guna meningkatkan kompetensi pejabat fungsional dalam melaksanakan pekerjaannya berdasarkan disiplin ilmu pengetahuan, metodologi dan teknis analisis sesuai dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Selain itu melalui diklat fungsional penyuluh pertanian alih kelompok, yang diikuti 21 Orang peserta penyuluh pertanian terampil, yang berasal dari Kota Bondowoso berkesempatan untuk saling mengisi dan proaktif dalam pelaksanaan diklat, agar yang saat ini masih sebagai penyuluh pertanian terampil setelah mengikuti diklat alih kelompok, menjadi penyuluh ahli yang benar-benar diharapkan mampu menjadi lebih bergairah terhadap pembangunan pertanian dan pengembangan agribisnis di pedesaan atau wilayah kerja dari masing-masing penyuluh pertanian. Dalam sambutan dan arahan Kepala BBPP Batu, Dr. Wasis Sarjono,S.Pt, M.Si dalam pembukaan pelatihan alih kelompok bagi penyuluh pertanian, "Penyuluh Pertanian Harus Tau Jati Diri Seorang Penyuluh, Peran Penyuluh sangat penting dalam pendampingan petani dalam Swasembada Pangan Nasional, Peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator, motivator, Katalisator dan juga sebagai penggerak usaha pertanian merupakan titik sentral penyuluhan pertanian. Proses penyelenggaraan penyuluhan pertanian dapat berjalan dengan baik dan benar apabila didukung oleh tenaga penyuluh yang profesional, kelembagaan penyuluh yang handal, materi penyuluhan yang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi, sistem penyelenggaraan penyuluhan yang benar dan metode penyuluhan yang tepat serta manajemen penyuluhan. Penyuluh Pertanian KUSMIATI, SP NIP 19880317 201706 2 001