Loading...

PENINGKATAN KETERAMPILAN PETANI MELALUI SEKOLAH LAPANG

PENINGKATAN KETERAMPILAN PETANI MELALUI SEKOLAH LAPANG
Padi merupakan komoditas yang sangat penting artinya dalam kehidupan kita, dimana masyarakat Indonesia masih sangat tergantung pada Nasi, nasi merupakan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia sehinggah semboyan melum makan kalau belum makan nasi itu memang menjadi hal yang wajar. Oleh karena itu upaya peningkatan produksi tanaman padi terus di upayakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang tentu juga diharapkan dapat menjadi komoditas eksport. Maka dari itu untuk mendapatkan hasil yang berkualitas berbagai upaya dilaksanakan diantara melalui penyuluhna dan sekolah lapang yang yang melibatkan kelompok tani. Kegiatan peningkatkan keterampilan dan peran petani dapat dilakukan melalui kegiatan sekolah lapang. Kegiatan ini dimaksudkan agar petani dapat meningkat ilmu dan keterampilannya, selain itu juga di harapkan petani dapat menerapkan teknologi yang ada guna meningkatkan produksinya di sector pertanian. Kegiatan sekolah lapang ini dilaksanakan di tiga wilayah kerja Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan meliputi wilayah kerja Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Nunukan , Wilayah Kerja Balai Penyuluh Pertanian Sebatik Barat dan Wilayah Kerja Balai Penyuluh Pertanian Sebatik, dengan melibatkan poktan dan gapoktan yang ada. Kegiatan Sekolah Lapang untuk wilayah Kecamatan Nunukan di pusatkan di Poktan Mattirowali Desa Ujang Fatimah, sedangkan untuk Wilayah Kecamatan Sebatik Barat di poktan Bina Sejahtera dan untuk wilayah Kecamatan Sebatik yaitu di Poktan Bones. Penerapan Teknologi pada kegiatan Sekolah lapang adalah penerapan Jajar Legowo yang diterapkan pada Laboratorium lapang sebagai indicator dalam keberhasilan Sekolah lapang. Adapun materi pada kegiatan sekolah lapang meliputi : Pemilihan Benih. Perendaman dan Sortasi Benih Penyemaian Pengolahan Lahan Penanaman Pemeliharaan Pemupukan Pengendalian Hama dan Penyakit Panen dan Pasca Panen Pelaksanaan sekolah lapang di mulai pada Bulan Mei sampai juli 2022, melibatkan petani, penyuluh dan tenaga POPT sehinggah kedepannya diharapkan dapat memberikan manfaat kepada petani dalam rangka peningkatan produksi dan penerapan teknologi yang ada sehinggah produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasaran, bukan hanya sebagai produk konsumsi keluarga saja. Penulis : Arsirahmawati R / PPL Kab. Nunukan