Loading...

PENINGKATAN PRODUKSI JAGUNG DI DESA KARANGTENGAH PRANDON KECAMATAN NGAWI KABUPATEN NGAWI PROVINSI JAWA TIMUR

PENINGKATAN PRODUKSI JAGUNG DI DESA KARANGTENGAH PRANDON KECAMATAN NGAWI KABUPATEN NGAWI PROVINSI JAWA TIMUR
Komoditas uggulan suatu daerah biasanya produknya selalu ada pada daerah tersebut. Namun lain untuk Desa Karangtengah Prandon Kec. Ngawi Kab. Ngawi Provinsi Jawa Timur. Keterbatasan air untuk produksi jagung yang berasal dari air hujan mengharuskan petani jagung menerima kenyataan walau dengan keterpaksaan. Peningkatan produktivitas dari tanaman jagung adalah harapan dalam usahanya. Satu tahun menanam jagung 2 kali yang dapat dilakukan dengan produksi normal mungkin cukup untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga. Namun untuk biaya lain-lain sepertinya mustahil mengingat lahan garapan rata-rata tidak cukup luas. Usaha dibidang lain dengan ketersediaan lahan yang ada guna menaikkan pendapatan selain tanaman jagung belum diketemukan, disaat tidak menggarap sawah dan ladang para petani mencari pekerjaan serabutan di kota sebagai kuli bangunan ataupun jualan. Masa yang akan datang para petani jagung Desa Karangtengah Prandon Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi menginginkan sebuah harapan besar untuk dapat menemukan komoditi yang lebih menghasilkan. Mengatasi problema tersebut, dilakukan diskusi antara kelompok tani Ngudi Mulyo dan anggotanya dengan PPL, yang akhirnya menghasilkan kesepakatan yaitu berupaya fokus pada peningkatan produktivitas tanaman jagung. Solusi yang diterapkan untuk menaikkan produktifitas jagung adalah menanam varietas jagung yang berkualitas tinggi dan mempunyai produktivitas yang lebih baik. Memberikan pemahaman pada petani untuk mencoba varietas baru memang agak sulit untuk sebagian besar petani. Fanatisme pada salah satu varietas atau kendala harga bibit bermutu yang sangat mahal bagi petani setempat, menjadi alasan sebagai hambatan peningkatan produksi jagung. Namun harapan mendapat benih jagung bermutu tinggi dan bersertifikat terjawab dengan sebuah keberuntungan. Dari Dirjend Serealia melalui Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur meluncurkan benih jagung hibrida untuk petani gartis. Pada mula penyampaian benih jagung unggul kepada petani memberikan kekhawatiran bagi penyuluh jikalau benih tidak cocok dengan kondisi alamnya. Awal pertumbuhan seiring musim hujan tanaman jagung tumbuh layaknya jagung yang biasa ditanam. Setelah berusia diatas 50 Hst batang jagung menunjukkan perbedaannya. Batang jagung hibrida tertinggi mencapai sekitar 3 m. Tongkol jagung hibrida juga berbeda, namun perbedaannya mengejutkan dan seakan memupuskan harapan. Tongkol jagung hibrida lebih kecil dari tongkol jagung yang biasa ditanam sebelumnya. Entah mengapa demikian, hal tersebut menjadikan masalah yang harus dipecahkan PPL. Jika baris jagung pada tongkol sebelumnya mencapai 18-20 baris, untuk hibrida yang ditanam hanya 10-12 baris. Teknik penanaman kedua bibit jagaung tidak jauh berbeda . Dengan teknik penanaman yang sama pada salah satu lahan demplot hasil akhir bibit hibrida 3 kg mendapat hasil panen pipil kering 845kg, sedangkan tanam sebelumnya dengan jumlah bibit yang sama varietas beda memperoleh hasil panen pipil kering 750 kg. selisih hasilnya mencapai 95kg per 3kg bibit atau kenaikan 31,67 per kilogramnya. Pada akhir budidaya terjawab sudah harapan dapat meningkatnya produktivitas. Kenaikannya mungkin tidak terlalu signifikan karena pembandingnya ditanam pada saat musim penghujan. Hasil akhir Yang Maha Kuasa sebagai penentunya. Kita hanya bisa berusaha, semoga bermanfaat. Bekerja cerdas tidak hanya bekerja keras. (ds) Penulis: Dwi Setiyono, S.ST. PPL BPP Kecamatan Ngawi.