Peningkatan produksi karet salah satunya dapat dilakukan melalui pemilihan bahan tanaman yang berkualitas. Bila salah memilih bahan tanaman akan menyebabkan rendanya produksi karet dan akan merugikan petani dalam kurun waktu yang lama yaitu 10-25 tahun kemudian. Untuk meningkatkan produksi karet melalui penggunaan bahan tanaman berkualitas dapat dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah sebagai berikut:1. Menggunakan klon sesuai anjuran dari Puslitbang Karet. Klon dipilih sesuai dengan agroklimat lokasi penanaman; 2. Bibit dapat diperoleh dari Balai Penelitian atau penangkar bibit yang sudah mempunyai Tanda Registrasi Usaha Perbenihan (TRUP) dan Surat Keterangan Mutu (SKM) 3. Bahan tanam yang digunakan sudah disertifikasi (label biru) dapat berupa stum mata tidur atau bibit okulasi dalam polibag.a. Stum mata tidur (mata okulasi), harus dalam keadaan hidup dan mata tunas tidak rusak. Stum mata tidur mempunyai akar tunggang dengan panjang minimal 30 cm dan akar lateral dengan panjang sekitar 5 cm. Stum mata tidur berasal dari okulasi pada batang bawah yang berumur 8-18 bulan dengan lilit batang minimal 5 cm. Bibit bebas dari penyakit baik pada akar maupun pada bagian atas tanaman.b. Bibit okulasi dalam polibag, dengan menggunakan klon yang berlabel, klon yang ditanam dalam luasan 1ha harus sama/seragam, tunas yang tumbuh berasal dari mata okulasi bukan tunas palsu, bibit dalam kondisi segar dengan daun hijau, tidak kering maupun kekurangan unsure hara (daun berwarna kuning), bibit sehat baik batang, akar dan daunnya. Polibag yang digunakan sesuai dengan standar yaitu panjang 35 cm dan lebar 15 cm untuk bibit satu payung daun, panjang 45 cm dan 25 cm untuk bibit dua payung daun. Bibit polibag pada stadium daun dua atau daun pucuk dalam stadia dorman yaitu tidak ada daun muda. Kalau ada daun muda biasanya akan layu pada saat dipindahkan. Pada saat pemindahan bibit tidak ada akar yang keluar dari polibag. Kalau ada akar yang keluar dari polibag, akar tersebut dipotong lebih dulu, bibit dibiarkan tetap di pembibitan selama 1-2 minggu. Kalau langsung dipindahkan/diangkut maka bibit akan stress dan layu. Bibit tumbuh normal/tidak kerdil, yaitu dengan panjang internod (tinggi paying daun pertama) minimal 20 cm dan lilit batang minimal 1 cm. Bibit yang tumbuh kerdil pada polibag biasanya bila dipindahkan ke lapangan pertumbuhannya lambat. Beberapa klon penting atau ungul yang dianjurkan oleh Balai-balai Penelitian untuk digunakan sebagai bibit dalam budidaya karet dewasa ini. Kklon-klon yang dimaksud adalah: GT 1, AVROS 2037, PR 228, PR 255, PR 300, PR 303, dan LCB 1320.1. Klon GT 1Ciri-ciri tanaman muda sebagai berikut:a. Batang, agak jagur, tegak sampai agak bengkok-bengkok, silindris samapai agak pipih.b. Kulit batang : warna cokla tua sampai kehitam-hitaman, celah-celah berupa berupa jala dan sempit, lentisel sedikit dan halus.c. Tangkai daun : bentuk agak cembung dan hampir berbentuk huruf S, agak kurus dan agak pendek, arahnya mendatar sampai agak terkulai, kaki tangkai daun agak besar dan bagian atasnya agak rata.d. Warna lateks : putih.2. Klon AVROS 2037Ciri-ciri tanaman muda sebagai berikut:a. Batang : jagur, tegak agak melengkung, silinderb. Kulit batang: warna coklat tua, celah-celah berupa jala dan sempit sekali, lentisel sedikit dan halus.c. Helai daun : waena hijau kekuning-kuningan, suram, tipis tidak kaku, bentuknya elips sampai agak oval, panjang 2,5x lebar, pinggir daun sedikit bergelombang tak teratur, ujung daun lebar dan garis tepinya agak melengkung dengan ekor daun pendek, penampang melintang rata, penampang memanjang agak cembung sedikit, letak daun agak sedikit terkulai, helaian daun bersinggungan sampai tumpang tindih, daun tengah dibawah kedua daun pinggir.d. Warna lateks : putih kekuning-kuningan.3. Klon PR 228Ciri-ciri tanaman muda sebagai berikut:a. Batang : jagur, tegak lurus, silindris.b. Kulit batang : warna coklat tua, celah-celah berupa alur sempit tak teratur, lentisel agak banyak dan agak kasar.c. Helai daun : warna hijau kekuning-kuningan, agak kaku, bentuknya oval, panjang 2,5x lebar, pinggir daun rata, ujung daun lebar dan garis tepinya melengkung dengan ekor daun pendek, penampang melintang rata, penampang memanjang lurus, letak daun agak terkulai, letak helai daun bersinggungan sampai sedikit tumpang tindih, daun tengah agak dibawah dari daun pinggir dan terpuntir.· d. Warna lateks : putih kekuning-kuningan.4. Klon PR 255Ciri-ciri tanaman muda dari klon ini adalah sebagai berikut:a. Batang : jagur, tegak lurus, silindris.b. Kulit batang : warna coklat kehitam-hitaman, celah-celah berupa alur, lebar, tak teratur, lentisel sedikit dan halus.c. Helai daun : warna hijau agak kusam, agak kaku, bentuknya elips panjang, panjang 21/4x lebar, pinggir daun rata, ujung daun agak menyempit dan garis tepinya hampir lurus dengan ekor daun agak panjang, penampang melintang rata, penampang memanjang lurus, letak daun tegak agak terkulai, antar daun terpisah, daun tengah dibawah daun pinggir dan terpuntir.d. Warna lateks : kuning.5. Klon PR 300Ciri-ciri tanaman muda adalah sebagai berikut:a. Batang : agak jagur, tegak lurus, silindris.b. Kulit batang : warna coklat tua, celah-celah berupa jala agak lebar, lentisel sedikit dan halus.c. Helai daun : warna hijau kekuning-kuningan, agak kusam, tipis dan agak kaku, bentuk oval panjang, panjang 2,75 x lebar, pinggir daun agak bergelombang tak teratur, ujung daun lebar dan garis tepinya lengkung dengan ekor daun agak panjang, penampang melintang agak cekung, penampang memanjang lurus, letak daun tegak agak terkulai, helaian daun terpisah, daun tengah terletak dalam satu bidang dengan daun pinggir.d. Warna lateks : kekuning-kuningan.6. Klon PR 303Ciri-ciri tanaman muda adalah sebagai berikut:a. Batang : jagur, tegak lurus, silindris.b. Kulit batang : warna coklat, celah-celah berupa alur tak teratur dan sempit.d. Helai daun : warna hijau, kusam, tipis agak kaku, bentuknya oval agak panjang, panjang 2,5 x lebar, pinggir daun bergelombang teratur, ujung daun lebar dan garis tepinya agak melengkung dengan ekor daun pendek, penampang melintang rata, penampang memanjang lurus, letak daun tegak agak ke bawah, helaian daun terpisah sampai bersinggungan, daun tengah agak dibawah sedikit dari kedua daun pinggir dan terpuntir, helaian daun pinggir simetrise. .Warna lateks : kekuning-kuningan.7. Klon LCB 1320Ciri-ciri tanaman muda adalah sebagai berikut:a. Batang : jagur, tegak lurus, silindris.b. Kulit batang : warna coklat, celah-celah merupakan alur panjang dan sempit kadang-kadang terputus-putus, lentisel sedikit dan halus.c. Helai daun : warna hijau kekuning-kuningan, berkilau, agak kaku, bentuk oval panjang, panjang 3 x lebar, pinggir daun agak bergelombang tak teratur, ujung daun lebar melengkung dengan ekor daun agak panjang, penampang melintang datar sampai sedikit berbentuk huruf V, penampang memanjang agak cembung, letak daun landai, antar daun terpisah dan daun tengah terletak dalam satu bidang dengan daun pinggird. Warna lateks : putih. oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1) Dihimpun dari beberapa sumber