PENINGKATAN SDM PETANI MELALUI SL-PHT TEMBAKAU Kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) Tembakau merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar yang bekerja sama dengan UPTD Balai Perlindungan Tanaman Perkebunan Provinsi Sumatera Barat tahun 2019. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan petani dalam budidaya tanaman tembakau di Kabupaten Tanah Datar khususnya di Kecamatan Tanjung Baru, yang dilaksanakan melalui 6 (enam) kali pertemuan dengan interval satu minggu secara kontinyu, dan diikuti oleh 20 orang petani sebagai peserta. Lokasi kegiatan dilaksanakan di salah satu kelompok tani yaitu Kelompok Tani Batu Tagak, Jorong Aur Nagari Barulak Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan SL-PHT diawali dengan diadakannya Ballot Box Awal /Pre-Test terkait Pengendalian Hama Terpadu, untuk mengetahui kemampuan dan pengetahuan petani sebelum mengikuti SL-PHT. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian kelompok petani PHT dan kelompok petani Non-PHT, dimana petani dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok 1 dan 3 merupakan kelompok petani PHT, sedangkan kelompok 2 dan 4 merupakan kelompok petani Non-PHT. Pembagian kelompok ini bertujuan untuk melihat bagaimana perbedaan yang terjadi jika budidaya tembakau dilakukan dengan prinsip PHT maupun dengan Prinsip Non-PHT, sehingga petani kemudian dapat membedakan dan memilih teknik budidaya yang terbaik sebagai alternatif pilihan. Pada setiap pertemuan, terlebih dahulu petani melakukan pengamatan terhadap kondisi tanaman tembakau. Pengamatan tersebut dilakukan pada 10 (sepuluh) batang pokok tembakau yang sebelumnya telah ditandai/di beri ajir untuk masing-masing kelompok. Pengamatan yang dilakukan berupa pengukuran tinggi batang, lebar dan jumlah daun, kondisi lingkungan yang dilihat dari ada atau tidaknya hama atau Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), serta penyakit pada tanaman tembakau. Setelah dilakukan pengamatan, setiap kelompok petani diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil pengamatan dalam hal kemampuan SDM petani sangat berpengaruh, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan pemberian materi oleh Pemandu Lapang (PL) SL-PHT terkait proses budidaya Tembakau. Materi yang diberikan di setiap pertemuan yaitu mulai dari Persiapan Lahan, Penanaman, Pemupukan, Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman, Perbanyakan Agens Pengendali Hayati (Trichoderma sp), Pestisida Nabati, dan Pemeliharaan. Selanjutnya, pada pertemuan terakhir diadakan Ballot Box Akhir/ Post-Test untuk mengetahui kemampuan dan pengetahuan petani sesudah mengikuti SL-PHT. Dengan adanya kegiatan SL-PHT Tembakau ini, setiap petani mengalami proses belajar yang dimulai dari melakukan/mengalami, mengungkapkan, menganalisa, menerapkan, dan mengalami kembali. Sehingga, kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku petani agar mau dan mampu secara mandiri menerapkan PHT dalam pengelolaan kebunnya sendiri. (Novinsyah Putra Penyuluh Pertanian Tanjung Alam BPP Kecamatan Tanjung Baru )