Loading...

PENTINGNYA ANALISIS KEBUTUHAN BIMTEK ATAU PELATIHAN BAGI PETANI

PENTINGNYA ANALISIS KEBUTUHAN BIMTEK ATAU PELATIHAN BAGI PETANI
Dalam kegiatan penyuluhan, satu metode yang digunakan untuk mendiseminasikan inovasi teknologi pertanian adalah bimbingan teknis (bimtek) atau yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Kursus Tani. Dengan pelaksanaan bimtek diharapkan adalah peserta yang merupakan anggota-anggota kelompok tani diperlengkapi dengan ilmu, pengetahuan dan teknologi baru untuk melengkapi sistem usahatani yang sebelumnya dijalankan secara turun temurun. Dalam perencanaan bimbingan teknis, salah satu tahapan yang harus dijalankan adalah upaya pengenalan kebutuhan peserta bimtek yang disebut sebagai Analisis Kebutuhan atau Identifikasi kebutuhan bimtek. Sebuah analisa kebutuhan bimbingan teknis digunakan untuk menentukan apakah pelatihan atau bimbingan teknis merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh petani peserta bimtek. Analsisi kebutuhan ini merupakan ‘proses yang berkelanjutan pengumpulan data, untuk menentukan apa kebutuhan pelatihan ada sehingga pelatihan apa yang dapat dikembangkan untuk membantu pelaksana mencapai tujuannya (Brown, 2002, hal 569). Analisis Kebutuhan Pelatihan adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sistematis untuk dapat ditemukannya kesenjangan antara pengetahuan, keterampilan dan sikap seseorang yang dibutuhkan oleh organsisi yang dapat ditingkatkan melalui pelatihan. Melakukan analisis kebutuhan merupakan dasar keberhasilan program pelatihan. Analisis kebutuhan pelatihan (AKP) adalah pondasi penting dalam menentukan efektitifas suatu pelatihan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki pegawai dengan kompetensi yang dipersyaratkan agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan sukses dan untuk menjawab tantangan pada masa yang akan datang. Manfaat yang diperoleh dari analisis kebutuhan pelatihan adalah : tersusunnya program-program pelatihan sesuai dengan kebutuhan organisasi, efisiensi biaya organisasi dan paham terhadap permasalahan dalam organisasi, tentu saja peserta pelatihan akan termotivasi mengikuti proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya (HAELI., SE., M.Ak, 2020). Pentingnya Analisa Kebutuhan juga telah menjadi perhatian para penyuluh BPTP NTT. BPTP NTT sesuai tugas dan fungsinya adalah juga melakukan kegiatan diseminasi inovasi teknologi spesifik lokasi, dan dalam melaksanakan kegiatan penyebaran informasi dimaksud menggunakan metode penyuluhan yang salah satunya adalah bimbingan teknis bagi anggota-anggota kelompok tani ataupun anggota masyarakat yang mempunyai ketertarikan dalam usaha di bidang pertanian. Di lain pihak, bahwa Klasis Fatuleu Barat melalui Badan Pemberdayaan Aset dan Pengembangan Ekonomi Jemaat berupaya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang erat hubungannya dengan pengembangan ekonomi jemaat dan salah satu kegiatan adalah Bimbingan Teknis Pertanian dan Peternakan Bagi Jemaat-jemaat Klasis Fatuleu Barat yang telah dibagi dalam empat rayon yakni Rayon 1 hingga Rayon 4 yang mana masing-masing rayon terdiiri dari 10-13 jemaat di dalamnya. Semua rencana pengembangan ekonomi melalui bimtek tersebut telah tertuang dalam Program Pelayanan Klasis Fatuleu Barat Tahun 2022. Untuk melaksanakan kegiatan dimaksud, maka tim Klasis Fatuleu Barat melakukan koordinasi dan komunikasi dengan BPTP NTT yang dalam hal ini diwakili oleh tim penyuluh yang ada di BPTP NTT. Dalam proses komunikasi dan koordinasi, maka telah diputuskan bersama bahwa sebelum kegiatan bimtek dilakukan, maka salah satu tahapan yang harus dilaksanakan adalah Analisa Kebutuhan Bimtek di tiap-tiap Rayon. Pelaksanaan Identifikasi atau Analisa kebutuhan dilakukan agar perencana kegiatan memiliki arah dalam eksekusi kegiatan nantinya. Hingga saat penulisan artikel ini, maka telah dilaksanakan Analisa Kebutuhan Bimtek Bagi Jemaat-jemaat Klasis Fatuleu Barat Rayon 4 bertempat di Rumah Pastori Pendeta Jemaat Imanuel Kofi, Oelbiteno, Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang pada tanggal 30 Juni 2022 yang dilanjutkan dengan kegiatan Bimtek di Gedung Gereja Imanuel Kofi pada tanggal 5 Juli 2022. Analisa Kebutuhan yang berikutnya adalah Bagi Jemaat-jemaat Klasis Fatuleu Barat Rayon 3 bertempat di Gedung Gereja Imanuel Enokaka- Sillu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang yang dilanjutkan dengan pelaksanaan Bimtek pada tanggal 12 Juli 2022 di Gedung Gereja Eno Ana Muke, di desa Aoebola, Kecamatan Fatuleu. Dalam pelaksanaan Analisa kebutuhan, maka peserta yang hadir merupakan perwakilan dari setiap mata jemaat yang ada di setiap rayon. Dari pelaksanaan Analisa Kebutuhan Bimtek tersebut, maka dapat diketahui apa sesungguhnya kebutuhan dari peserta bimtek sehingga pelaksanaan bimtek tidak bias atau menyimpang dari apa sesungguhnya yang harus disampaikan kepada peserta bimtek sehingga benar-benar bermanfaat dalam pengembangan usahatani yang dilakukan. Dapat pula dijelaskan bahwa kebutuhan peserta berdasarkan hasil analisa kebutuhan berbeda dengan apa yang digariskan sebelumnya dalam Program Pelayanan Klasis Fatuleu Barat yang mana disebutkan bahwa pelaksanaan bimtek lebih fokus pada Teknologi Budidaya Ternak Sapi, sedangkan hasil analisa menunjukkan bahwa kebutuhan tersebut tidak terbatas pada topik tersebut tapi juga tentang aneka sayuran, kacang tanah, kacang hijau, budidaya ternak babi dan ayam kampung. Bila dikaitkan dengan teori yang disebutkan di bagian terdahulu tentang pentingnya analisa kebutuhan, maka secara praktis di lapangan membuktikan bahwa Analisa Kebutuhan Bimtek Pertanian pada khususnya pada prinsipnya sangat penting dilakukan sehingga pelaksanaan bimtek memiliki arah yang jelas dan tidak bias dari kebutuhan peserta yang sesungguhnya. Salam inovasi (Onike Lailogo)