Penyadapan adalah tindakan kegiatan pemutusan atau pelukaan pembuluh lateks sehingga lateks menetes keluar dari pembuluh lateks ke mangkuk penampung yang dipasang pada batang karet. Penyadapan tanaman karet merupakan kegiatan yang sangat penting dalam budidaya karet, karena penyadapan yang benar akan menentukan banyaknya lateks yang keluar. Kesalahan dalam melakukan penyadapan sangat merugikan pekebun, karena lateks yang diperoleh tidak optimal, untuk itu maka diperlukan sistem penyadapan yang benar. Disamping sistem penyadapan yang benar, hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengenai biaya penyadapan, yaitu dengan biaya yang murah, dan tidak mengganggu kesinambungan produksi tanaman. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan penyadapan karet adalah menetapkan waktu matang sadap, persiapan buka sadap dan pelaksanaan penyadapan. Penentuan matang sadapTanaman karet siap disadap apabila sudah matang sadap pohon, artinya tanaman sudah menunjukkan kesanggupan untuk disadap yaitu sudah dapat diambil lateksnya tanpa menyebabkan gangguan yang berarti terhadap pertumbuhan dan kesehatannya. Tanaman karet sudah siap disadap apabila lilit batang sudah mencapai 45 cm atau lebih pada ketinggian 100 cm dari pertautan okulasi (DPO). Pengukuran lilit batang untuk menentukan matang sadap mulai dilakukan pada waktu tanaman berumur 4 tahun. Kebun karet dikatakan telah matang sadap apabila jumlah tanaman yang matang sadap sudah mencapai 60% atau lebih. Persiapan buka sadapSebelum penyadapan, perlu dilakukan persiapan buka sadap, dengan penggambaran bidang sadap pada tanaman yang matang sadap. Penggambaran bidang sadap dilakukan dengan pisau mal dan mal sadap. Mal sadap berupa sepotong kayu sepanjang 130 cm yang pada ujungnya dilengkapi dengan plat seng selebar 6 cm dengan panjang 50-60 cm. Plat seng tersebut dipakukan pada ujung kayu dengan posisi membentuk sudut 120-135o, sedangkan pisau mal terbuat dari besi berujung runcing dan bertangkai yang digunakan untuk menorah kulit pada bidang sadap. Peggambaran bidang sadap dimaksudkan untuk menentukan letak bidang sadap, tinggi bukaan sadap, arah dan sudut kemiringan irisan sadap, serta panjang irisan sadap. Penentuan letak bidang sadap dimaksudkan agar penyadapan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah dikontrol. Bidang sadap diletakkan searah dengan pergerakan penyadap waktu menyadap, sehingga diletakkan dalam barisan tanaman dengan jarak tanaman yang pendek. Tinggi bukaan sadap 130 cm di atas pertautan okulasi. Irisan sadap diharapkan dapat memotong pembuluh latek sebanyak mungkin, agar lateks yang keluar dapat maksimal. Posisi pembuluh latek tidak sejajar dengan batang tanaman tetapi agak miring dari kanan atas ke kiri bawah membentuk sudut 3,7o dengan bidang tegak. Oleh karenanya, agar pembuluh yang terpotong maksimum jumlahnya, maka irisan sadap harus dari kiri atas ke kanan bawah tegak lurus terhadap pembuluh lateks, dengan sudut kemiringan berkisar antara 30o sampai 40o terhadap bidang datar untuk bidang sadap bawah dan 45o untuk bidang sadap atas. Kemiringan irisan sadap juga berpengaruh terhadap aliran lateks ke arah mangkuk sadap. Panjang irisan sadap sangat berpengaruh terhadap produksi dan pertumbuhan tanaman, kesinambungan produksi dalam jangka panjang dan kesehatan tanaman. Panjang irisan sadap yang dianjurkan untuk sistem sadap konvensional adalah S/2 (Irisan miring sepanjang ½ spiral). Setelah penggambaran selesai dilakukan, maka dilanjutkan dengan pemasangan alat-alat sadap berupa talang sadap dan mangkok sadap. Pelaksanaan penyadapanDalam melaksanakan penyadapan, harus diupayakan agar kulit pulihan dapat terbentuk dengan baik. kerusakan kambium yang terletak antara kulit dan kayu harus dihindari agar kulit pulihan dapat disadap pada periode berikutnya. Kedalaman irisan sadap 1-1,5 mm dari kambium, dengan ketebalan irisan 1,5- 2 mm setiap penyadapan. Frequensi penyadapan sangat erat kaitannya dengan panjang irisan dan intensitas penyadapan. Dengan panjang irisan ½ spiral (S/2), frequensi penyadapan adalah satu kali dalam 3 hari (d3) untuk 2 tahun pertama penyadapan, dan kemudian diubah menjadi satu kali dalam 2 hari (d2) untuk tahun berikutnya. Menjelang peremajaan tanaman, panjang irisan dan frequensi penyadapan dapat dilakukan secara bebas. Jumlah lateks yang keluar dan kecepatan alirannya dipengaruhi oleh tekanan turgor sel. Tekanan turgor mencapai maksimum pada menjelang fajar, dan kemudian akan menurun bila semakin siang, oleh karenanya maka penyadapan sebaiknya dilakukan sepagi mungkin, setelah penyadap dapat melihat tanaman dengan jelas, yaitu jam 05.00-07.30. Dengan demikian maka penetapan matang sadap harus diperhatikan dengan baik, penyadapan harus dipersiapkan dengan baik dan pelaksanaan penyadapan dilakukan dengan benar oleh tenaga yang terampil, sehingga akan mendapatkan lateks dalam jumlah yang banyak, biaya murah dan agar umur produktif tanaman dapat mencapai 25-30 tahun. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP, Jakarta).Sumber: 1. PEDOMAN BUDIDAYA KARET (Hefea brasiliensis) YANG BAIK. Direktorat Jenderal Perkebunan, KEMENTERIAN PERTANIAN. 2014.2. Litbang.pertanian.go.id.