Loading...

Penyakit dan Gulma pada Tanaman Mangga

Penyakit dan Gulma pada Tanaman Mangga
Beberapa penyakit yang dapat menyerang tanaman mangga, diantaranya:1. Bercak daun kelabu, yang disebabkan oleh jamur Pestalotiopsis mangiferae.Pengendalaian: Dengan penyemprotan fungisida berbahan aktif tenbukonazol, mancozeb (seperti Indar 240 F, Dithane M-45 80 WP, dll) dengan dosis sesuai anjuran; 2. Penyakit jelaga, biasanya berupa lapisan berwarna hitam pada permukaan atas daun tua yang disebabkan oleh jamur Capnodium mangiferae.Pengendalian: Dengan penyemprotan fungisida berbahan aktif belerang (seperti Microthiol 720 F, dll) dengan dosis sesuai anjuran. 3. Penyakit Antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum gloesporioides.Pengendalaian: Dianjurkan untuk memotong bagian yang terinfeksi dan membakarnya serta penyemprotan dengan fungisida berbahan aktif benomyl (Benlate), mancozeb (Dithane M-45), propineb (Antracol), bubur Bordeaux, dll dengan dosis sesuai anjuran. 4. Penyakit bercak daun bakteri, disebabkan oleh bakteri Pseudomonas mangiferae-indicae menyerang daun muda, batang muda, dan tangkai daun.Pengendalian: Memelihara sanitasi kebun dan memotong daun/buah yang terserang dan dibakar serta penyemprotan pestisida berbahan aktif kasugamisin hidrolorida dan tembaga oksiklrrida, streptomisin sulfat (seperti Kasumin 5/75 WP, Agrept 20 WP) dengan dosis sesuai anjuran. 5. Penyakit busuk akar, disebabkan oleh jamur Rasellinia bimodes atau Rigidoporus microporus.Pengendalian: Dengan cara membongkar tanaman yang terserang dan dibakar atau dipotong bagian tanaman yang terinfeksi. Pengendalain hama dan penyakit pada tanaman mangga harus lebih banyak memanfaatkan musuh-musuh alami dari hama dan penyakit tersebut. Konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan pendekatan dalam pengendaloan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang didasarkan pada pertimbangan ekologi dan efisiensi ekonomi dalam rangka pengelolaan agroekosistem GulmaGulma merupakan sejenis tanaman yang rhizome, tinggi buluh 15 cm-100 cm dengan jumlah buku 1-3 buah. Daunnya berbentuk pita dengan panjang 15-45 cm, lebar 2-8 mm, permukaan daunnya berbulu dengan sisinya bergerigi serta tulang daunnya berwarna putih. Ada 5 (lima) varietas gulma/alang-alang yang sering kita jumpai yaitu varietas Imperata cylindrical var. Major yang umumnya terdapat di Asia termasuk Indonesia. I cylindrical var. Africana yang banyak dijumpai di daerah Afrika; I cylindrical var. Europaca yang tumbuh di daerah Mediternan; I cylindrical var. Condesata yang tumbuh subur di daerah Amerika latin; I cylindrical var. Latifolia yang terdapat di aderah India. Di Indonesia gulma/alang-alang tumbuh pada 0-2700 m di atas permukaan laut dengan curah hujan 0-500 m/tahun, sifat alaminya tahan terhadap kebakaran dan tempat terbuka yang terkena sinar matahari terik, sehingga di Indonesia banyak kebun yang didomonasi oleh gulma. Pengendalian secara terpadu dilakukan dengan cara mengolah tanah disusul dengan penanaman tanaman penutup tanah seperti Pueraria javanica, flemengia cogusta cogusta, Centrosema pubescens, atau gamal (Glericida sp). Jika sudah dilakukan namun masih tumbuh alang-alang, dapat disemprot dengan herbisida glyphosate 2.5 -4,5 kg bahan aktif per hektar. Sebenarnya gulma/alang-alang tidak sepenuhnya merugikan pada kebun, karena adanya gulma pada permukaan tanah akan mengurangi penguapan air (evaporasi) pada musim kering sehingga kebun tetap terjaga kelembabannya dan musim hujan akan mengurangi resiko unsur hara pada kebun yang berlahan miring. Akan tetapi kebun hendaknya tetap dijaga kebersihannya, dengan membersihkan gulma pada piringan sesuai diameter tajuk agar tidak berebut makanan dengan tanaman mangga yang ada. Sanitasi kebunSanitasi kebun bertujuan untuk membersihkan kebun dari berbagai tanaman pengganggu lainnya yang dapat mempengaruhi faktor kesehatan dan produktivitas tanaman mangga. Kebersihan kebun pada awal penanaman mangga sangat penting karena gulma akan berkompetisi mencari makanan yang dibutuhkan tanaman mangga. Untuk itu, perlu dibuatkan piringan yang berdiameter + 1 meter untuk pemberian pupuk pada tanaman yang baru secara intensif serta sesuai anjuran analis tanah dan daun/tanaman. Piringan tersebut harus selalu dijaga kebersihannya dan tanaman pengganggu agar tanaman mangga yang baru dapat tumbuh dengan sehat. Ada berbagai cara untuk sanitasi kebun sebagai berikut:• Cara mekanis dapat dilakukan dengan alat-alat seperti cangkul, karet, parang;• Cara biologis dengan menggunakan musuh alami gulma dengan menanam tanaman penutup tanah seperti Pueraria javanica, flemengia cogusta cogusta, Centrosema pubescens, gamal (Glericida sp);• Cara kultur teknis dilaksanakan dengan memodifikasi lingkungan tumbuh sedemikian rupa sehingga berpengaruh, baik terhadap pertumbuhan tanaman pengganggu lainnya dengan mengatur jarak tanam dan menggunakan kultivar yang pertumbuhannya cepat dan murah, dan membuat piringan yang selalu bersih dari tanaman pengganggu.• Cara kimia dengan menyemprotkan herbisida glyphosate 2.5 – 4,5 kg bahan aktif per hektar.Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan