Penyakit jamur Embun Tepung adalah salah satu penyakit yang paling luas penyebarannya. Penyakit ini menjangkiti hampir semua jenis tanaman dari serealia dan rumput, sayuran, tanaman hias, gulma, semak, pohon buah-buahan, tanaman berdaun lebar, dan pohon-pohon di hutan. Penyakit embun tepungpada tanaman kedelai disebabkan jamur Microsphaera diffussa. Tanaman kedelai yang terinfeksi Gambar. Hidroponiq.com pada umumnya muncul tepung putih yang menyebar merata pada permukaan tanaman. Gejala. Penyakit embun tepung mulai bergejala dengan membentuk daerah kecil dan bulat berwarna putih, tumbuh kapang bertepung pada permukaan atas daun. Daerah kecil ini akan membesar dan menutupi seluruh permukaan daun baik permukaan atas maupun bawah. Gejala akan terus berlanjut sampai ke batang, tangkai daun, dan polong serta biji. Ketika gejala semakin parah, seluruh bagian tanaman di atas tanah nampak tertutup warna putih sampai putih keabuan dan ditumbuhi kepang yang bertepung. Daun yang terinfeksi berat akan berwarna kuning dan gugur sebelum waktunya. Tanaman Inang. Spesies jamur patogen ini mempengaruhi semua jenis tanaman kacang-kacangan seperti buncis, kacang tunggak, kacang hijau, dan kacang panjang.Kondisi Lingkungan yang sesuai. Perkembangan penyakit embun tepung dipengaruhi oleh suhu lebih dingin daripada normal, yaitu suhu berkisar antara 18,3-23,8°C. Suhu di atas 30°C akan membatasi perkembangan penyakit. Askospora (spora seks) yang dilepas pada kondisi cuaca hangat merupakan sumber inokulum primer. Spora tular-udara memulai infeksi baru dan mengulang daur penyakit sampai tanaman kedelai tua atau pada suhu yang meningkat di atas 15,5°C.Pengelolaan Penyakit. 1) Pantau tanaman secara terus- menerus untuk mendeteksi secara dini keberadaan penyakit di lahan pertanaman. 2) Gunakan varietas kedelai yang tahan atau toleran terhadap penyakit embun tepung. 3) Rotasi tanaman bukan merupakan srategi yang efektif untuk mengelola penyakit embun tepung karena inokulum jamur selalu siap dan ada di lahan. 4) Atur waktu tanam dengan menanam lebih awal atau terlambat, yaitu tidak pada akhir musim hujan dan awal musim kemarau. 5) Lakukan penyemprotan fungisida daun sesuai dengan patogen dan aturan, yang disemprotkan di bawah permukaan daun. 6) Lakukan pemebrian pupuk secara berimbang, dengan menambahkan pupuk kalium dan kalsium untuk memperkuat jaringan tanaman. 7) Lakukan pengimbasan ketahanan tanaman kedelai, misalnya dengan aplikasi Trichoderma spp, dan Rhizobium atau dengan mikoriza, seperti Glomus sp, atau Gigaspora sp. Dengan konsentrasi 2.000 spora per gram; juga dengan pemberian tepung kulit telur sebanyak 10 gram per tanaman. 8) Aplikasi agensia pengendali hayati terutama dilakukan dengan perendaman benih dan penyemprotan daun tanaman, di antaranya dengan Trichoderma sp. dan Pseudomononas Fluorescens. 9) Lakukan pengelolaan penyakit secara terpadu dengan memadukan beberapa cara di atas yang sesuai. (Penulis : Suwarna Penyuluh Pertanian -BPPSDMP) Sumber: 1. Loekas Soetanto. 2015. " Kompendium Penyakit-Penyakit Tanaman Kedelai", PT Bumi Aksara , Jakarta 2. http://hidroponiq.com/2014/08/embun-tepung-powdery-mildew/ (Di Upload tanggal 7 Nopember 2016)