Beberapa penyakit yang dapat menyerang kelinci diantaranya adalah sembelit, kembung, diare, tengeng, radang mata, telinga berkerak dan scabies.a. SembelitPenyakit sembelit disebabkan karena kurang konsumsi serat dan air minum. Gejala penyakit sembelit adalah nafsu makan turun, bahkan enggan menyentuh makanan sama sekali. Feses lebih kecil dari biasanya, keras dan berwarna kehitaman. Pengobatan dengan mengganti pellet dengan hijauan (rumput daun kecil dan wortel), sediakan air minum yang bersih, berikan pencahar untuk membantu mengeluarkan feses, berikan vitamin B komplek untuk menstimulasi gerak otot. Jika kondisinya sangat lemah berikan suplemen seperti ekstrak lengkuas, berikan minum madu atau air gula aren dengan takaran 1 ml per 2 jam.b. Kembung Penyakit ini sering menyerang anakan dibawah 2 bulan dan indukan yang hamil atau menyusui. Penyebab kembung karena perut kosong, pola makan tidak teratur, kekurangan air minum, asam lambung dan gas masuk ke dalam perut, tidak bisa dikendalikan dan stress. Gejalanya adalah malas makan, acuh terhadap lingkungan, tatapan mata kosong kedepan, kaki depan menjulur ke depan, badan membungkuk dan perut membesar, kepala bergerak-gerak, kadang feses cair berwarna biru kehijauan dan bau, atau tidak keluar kotoran seharian dan perut menggembung. Pengobatan dengan memberikan pupus jambu, pupus pisang disertai garam secukupnya. Dapat dengan arang batok kelapa maupun anti biotik anti stress dengan merk Introvit, Enrofloxacin (missal norit). c. DiarePenyebab diare yaitu stress, terlalu banyak makan makanan yang mengandung getah seperti kangkung, perubahan ransum pakan yang mendadak, keracunan makanan karena makanan kadaluwarsa atau berjamur, terserang parasite aimera, parasit karena tempat yang sesak, kotor dan lembab. Gejalanya kelinci lemas, feses lembek dan cair. Jika diare disebabkan karena stress, lepaskan kelinci dari kandang, berikan air garam untuk mengganti cairran tubuh. Kelinci yang nafsu makannya baik, beri sulpha khusus hewan dan beri makanan yang bergizi. Bila sembelit disebabkan karena perubahan serat, berikan obat alami seperti 3 daun pupus jambu klutuk, 2 pupus daun pepaya, pupus daun pisang secukupnya dan garam sepucuk sendok teh, madu satu sendok teh. Tumbuk daun-daun tersebut, peras, ambil airnya, dicampur dengan garam, madu dan air hangat. Masukkan ke mulut kelinci dengan suntikan tanpa jarum. Jika sembelit karena bakteri, bersihkan kandang, wadah makan dan minum, berikan suplemen dan obat sulfa qinoksalin. d. Tengeng (Kepala kelinci miring/bengkok sebelah karena saraf).Penyebab tengeng yaitu radang telinga, ditandai dengan nyeri, demam, hilangnya pendengaran, telinga mendenging dan pusing. Dapat juga karena kuman yang menyerang syaraf kelinci. Dua hal tersebut menyebabkan hilangnya keseimbangan kepala, goncangan kepala secara tiba-tiba dan kekurangan makan. Untuk pengobatannya diberikan anaatibiotik sesuai takaran. e. Luka Telapak Kaki (Sore Hocks). Sore Hock disebabkan kondisi alas kandang yang terlalu keras/tajam seperti kawat ram/jeruji, dan kelinci kelebihan berat badan. Biasanya menyerang kaki belakang. Bulu sekitar telapak kaki rontok dan terlihat kemerahan (luka) yang dapat menyebabkan infeksi . Pengobatan dengan membersihkan kaki, beri obat luka, dan balut dengan kain. Selanjutnya gunakan alas kandang yang lebih nyaman.f. Radang mata (Kornea mata).Radang mata disebabkan karena kornea mata terkena benda tajam (lembaran rumput atau benda tajam yang lain), karena kekurangan vitamin A sehingga berakibat tekanan pada gigi yang berakibat mata berair. Pengobatan dengan obat yang mengandung Cephalexin Sismetik atau Chephalonium Topical dapat juga dengan salep mata topical.g. Telinga berkerak atau bau.Penyebabnya adalah kutu. Gejalanya yaitu muncul bintik merah muda, dan kelinci menggaruk-garuk tenga terus, dan selanjutnya pada telinga muncul kerak berwarna coklat dan cairan berbau. Pencegahan dilakukan dengan menyediakan kandang yang bersih, kering dan tidak becek, tempat makan dan minum yang bersih. Bla ada kelinci yang terserang kutu, pisahkan dari kelinci yang sehat supaya tidak tertular. Pengobatan dengan membersihkan telinga dengan air hangat menggunakan kain yang bersih dan oleskan minyak kelapa asli, obat penisilin, atau antibiotic yang model injek. h. Scabies (Gudikan/Kudis). Faktor utama penyebab scabies adalah karena kandang yang jorok. Penyebabpenyakit adalah ektoparasit Sarcoptes scabiei dan Notoedres cati. Gejala penyakit scabies yaitu kelinci sering menjilati pangkal kuku kakinya. Stadium selanjutnya menyebar ke ujung telinga dan hidung, kelinci sering mengibas-ibas dan menggaruk telinganya, menggesek-gesek badan ke bagian yang keras. Pencegahan dapat dilakukan dengan membersihkan kandang setiap hari, kotoran tidak menumpuk, rumput sisa dibuang. Minimal sebulan sekali dilakukan penyemprotan dengan vaksin. Kelinci yang terkena scabies harus dikarantina supaya tidak menular ke kelinci lain. Pengobatan dengan memberikan obat wormectin dengan cara injeksi, kelinci dimandikan dan dicukur bulunya bila terlalu lebat. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusluhtan).Sumber: Budidaya ternak kelinci. Pusat Penyluhan Pertanian. Kementerian Pertanian. 2014.