Penyakit kembang api, yang juga dikenal dengan sebutan Udbatta (bhs. India), telah dilaporkan terdapat di India, China, Vietnam, Hongkong, New Caledonia, dan Afrika Barat. Dapat menyebabkan kerugian yang berat pada daerah yang sudah endemik, tetapi umumnya bersifat sporadis dan tidak terlalu penting. Penyakit ini mungkin sudah lama ada di Indonesia, tetapi baru dilaporkan pada tahun 1976 terdapat di Jawa.Penyakit ini secara ilmiah dinamakan penyakit Udbatta Desease yang disebabkan jamur Ephelis Oryzae Syd. Penyebaran jamur ini begitu cepat saat musim hujan yang lembab dengan intensitas curah hujan yang tinggi. Infeksi terutama terjadi pada padi namun jamur patogen ini bisa pula bersarang pada padi liar, jajagoan atau jawan (echinochloa crusgalli), rumput grinting (cynodon dactylon) dan bisa juga menyerang juwawut (setarica italica).Dari beberapa penelitian penyakit ini terbawa oleh biji (seed born) yang semula sudah terinfeksi namun tidak dapat bertahan hidup di tanah terlalu lama. Jamur membentuk stroma putih kotor sampai kelabu.Semula piknidium tenggelam didalam stroma, kemudian berkembang agak menonjol dan cembung, membulat dengan garis tengah 1-1,5 mm. Konidiofor seperti jarum, bercabang, hialin, dengan ukuran 22-85 x 1-1,44 mikro meter.Konidium seperti jarum,bercabang,hialin dengan ukuran 12-40 x 1,2-1,5 mili mikro meter. Begitu miripnya penampakan penyakit ini hingga petani kita menyamakan dengan penyakit teklik, patah leher atau blast. Lebih parah lagi beberapa petani kita masih menganggapnya dengan landasan klenik seperti dimakan buto saat gerhana bulan dan kena petir/kilat saat hujan.Gejala PenyakitGejala tidak akan tampak sampai fase bunting. Malai yang keluar dari upih daun berndera diliputi oleh miselium cendawan berwarna putih, biji-biji hampa terekat satu sama lain, tegak kaku seperti mummi. Mumifikasi terjadi saat masih terbungkus oleh upih daun bendera, maka malai yang sudah seperti mummi ini tegak lurus tampak seperti kembang api. Patogen membentuk sklerotium hitam pada permukaan kembang api. Daun bendera lebih kecil dari normal kadang berwarna keperakan. Tanaman terinfeksi terhambat pertumbuhannya.Penyebab PenyakitPenyakit disebabkan pleh Ephelis oryzae (stadium sempurnanya disebut Balansia oryzae-sativae). Membentuk stroma putih sampai kelabu menyelubungi permukaan malai. Dalam stroma dibentuk piknidium bulat 1-1,5 mm. Konidiofora bercabang, hialin, berukuran 22-85 x 1-1,4 um. Konidia seperti jarum, bersel satu, hialin, berukuran 12-40 x 1.2-1,5 um.Siklus PenyakitPatogen menginvasi tanaman secara sistemik dan menginfeksi tanaman saat masih bibit. Infeksi bibit mungkin melalui benih yang membawa patogen. Infeksi oleh konidia juga dapat terjadi melalui bunga. Patogen dapat terbawa biji tetapi tidak dapat bertahan dalam tanah. Cendawan dapat bertahan pada gulma yang umum terdapat di sawah seperti Echinochloa crusgalli, Cynodon dactylon, dan Setaria italica.Pengendalian PenyakitKarena dianggap kurang penting, penyakit ini jarang dikendalikan. Bila diperlukan, pengendalian dapat dilakukan dengan penggunaan benih sehat atau perlakuan benih dengan air hangat (54C selama 10 menit), atau dengan perlakuan benih dengan fungisida. Sumber : 1. Dr. Made Sudarma, MS. Hama dan Penyakit Padi, Graha Ilmu. 20082. http://www.agronomers.com/2014/12/penyakit-penting-pada-tanaman-padi.html3 www.litbang.pertanian.co.id. Penyakit pada Tanaman Padi.2012Penulis : Sundari, S.ST., (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : sunburase@yahoo.com