Loading...

PENYAKIT LAYU KALIMANTAN PADA TANAMAN KELAPA dan pengendaliannya

PENYAKIT LAYU KALIMANTAN PADA TANAMAN KELAPA dan pengendaliannya
Tanaman Kelapa adalah tanaman perkebunan yang merupakan salah satu sember lemak nabati yang penting bagi manusia, selain itu dari seluruh tanaman mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Dalam pengembangan tanaman kelapa selalu dihadapkan pada berbagai kendala, diantaranya serangan organisasi pengganggu tanaman (OPT), salah satunya adalah Penyakit Layu. Penyakit Layu Kelapa ini dikenal secara Internasional dengan nama "Penyakit Layu Kalimantan".Penyakit layu Kalimantan merupakan salah satu penyakit berbahaya yang menyerang tanaman kelapa karena setiap pohon yang terserang dipastikan akan mati. Penyakit ini pertama kali dilaporkan ke Balitka Manado pada tahun 1988, menyerang kelapa di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur. Penyakit ini pertama kali dilihat petani pada tahun 1978. Kerugian yang diakibatkan oleh penyakit ini meningkat terus setiap tahun, disebabkan karena belum adanya pengendalian efektif yang dapat mencegah penyebaran penyakit.GEJALA PENYAKITGejala penyakit layu Kalimantan pertama pelepah-pelepah daun tua yang paling bawah layu dan mengering, kemudian diikuti daun-daun muda di atasnya, akhirnya seluruh daun dan buah kering mengakibatkan pohon mati. Biasanya daun-daun yang kering menggantung diseputar batang.Gejala lainnya adalah petiol dari pohon yang terserang patah dekat pangkalnya di ikuti dengan tandan buah. Buah dari pohon yang terserang umumnya menjadi lonjong, di antaranya ada yang hanya berisi sabut, tidak terbentuk tempurung dan daging buah. Proses kematian tanaman kelapa sejak gejala penyakit terlihat berlangsung antara 4 sampai 31 bulan.PENYEBARAN PENYAKITPenyebab penyakit layu Kalimantan adalah phytoplasma. Phytoplasma adalah patogen dari golongan prokaryote yang tidak memiliki dinding sel yang hidup sebagai parasit obligat, merupakan organisme paling kecil dan membelah diri secara sederhana. Phytoplasma yang berasosiasi dengan penyakit layu Kalimantan ada dua jenis yaitu Phytoplasma australiensis (16SrXI group) yang menyerang berbagai jenis tanaman di Australia, dan Phytoplasma oryzae (16SrXI group) banyak menyerang padi dan tebu di Thailand dan Papua New Guinea.Selain menyerang kelapa, phytoplasma dilaporkan telah menyerang lebih dari 35 juta jenis tanaman palma lainnya, termasuk kelapa sawit. Pada kelapa sawit phytoplasma dilaporkan menyerang pertanaman kelapa sawit di Papua New Guinea, India, Kolombia. Hingga saat ini phytoplasma diketahui menyebabkan penyakit pada ratusan jenis tanaman dan berasosiasi dengan sejumlah jenis serangga. Phytoplasma biasanya hidup dan menginfeksi jaringan floem tanaman.PENULARANHasil pengamatan dilapangan menunjukan bahwa pola sebaran penyakit pada awalnya cenderung tersebar secara acak satu pohon terserang dalam plot. Kemudian berawal dari pohon terserang terifeksi pohon yang berada sekitarnya dan membentuk sarang penyakit, dan secara cepat menyerang dan mematikan tanaman dalam plot, sehingga membentuk kelompok-kelompok sarang. Setelah sarang-sarang penyakit terbentuk, ledakan penyakit terjadi di seluruh hamparan kebun, dan proses ini akan berlangsung terus dari satu tempat ke tempat yang lain.Penularan phytoplasma dari tanaman satu ke tanaman lainnya secara alamiah melalui serangga vektor dan umumnya serangga yang sifatnya dapat menusuk dan menghisap dari ordo Homoptera. Hasil penelitian pada penyakit layu Kalimantan diperoleh beberapa jenis serangga wereng (Homoptera) yang positif membawa phytoplasma seperti Shiponia spp., Idioscopus clypealis, dan Nisia nervosa. Serangga-serangga tersebut kemungkinan sebagai vector penular penyakit layu Kalimantan.UPAYA PENGENDALIANSampai saat ini phytoplasma belum dapat dikulturkan dalam media tumbuh sehingga penelitian berbagai aspek yang berkaitan dengan pengendaliannnya masih sangat terbatas. Beberapa upaya pengendalian yang dapat dilakukan adalah :1. Eradikasi tanaman penyerangMenebang dan membakar semua pohon yang menunjukan gejala penyakit. Hal ini dilakukan untuk mengilangkan sumber penyakit/patogen dilokasi tanaman kelapa.2. Pengendalian gulmaAreal pertanaman kelapa di Kalimantan Tengah berada di daerah pasang surut, di daerah tersebut pertumbuhan rerumputan/gulma sangat cepat dan kompak. Kondisi ini sangat cocok sebagai tempat hidup dan berkembang biak berbagai jenis serangga termasuk serangga-serangga wereng yang dikenal sebagai vektor/penular phytoplasma. Hasil penelitian pengendalian gulma secara mekanis maupun penyemprotan dengan herbisida dapat mencegah munculnya serangan penyakit apabila dilakukan secara berkala tiap dua bulan. Pengendalian gulma bertujuan untuk mengurangi tanaman inang dari serangga vektor.3. Kultivar resistenUntuk jangka panjang penggunaan kultivar resisten merupakan salah satu cara pengendalian yang dapat menekan berkembangnya penyakit tetapi cara ini tidaklah mudah karena harus melalui pengujian lapangan. Pada tahun 2005 Balitka sudah memulai penelitian pengujian resistensi terhadap 35 kultivar kelapa yang dikoleksi dari berbagai wilayah di Indonesia. Ditulis kembali oleh : Kukuh Wahyu W (BBP2TP) widjajantokukuh@yahoo.comTanggal : 3 Agustus 2017Sumber : Balai Penelitian Kelapa (Balitka) , Menado 2012Foto : Balitka, Menado 2012