Penyakit tanaman salah hal yang perlu dikendalikan oleh petani bawang putih, karena dapat merusak bagian-bagian tanaman, lalu tumbuhnya terhambat, dan akan mati pada serangan yang hebat. Akibat serangan itu akan berdampak produksi tidak maksimal baik jumlah maupun mutunya, bahkan dapat gagal panen dan petani akan mengalami kerugian. Berikut beberapa penyakit tanaman yang menyerang umbi bawang putih. Penyakit yang sering menyerang tanaman bawang putih, antara lain: Embun Tepung/Embun Bulu/Busuk Daun, Moler/Layu Fusarium, dan Virus Mosaik Bawang. Embun Tepung/Embun Bulu Penyakit embun tepung ini juga disebut embun bulu atau busuk daun disebabkan oleh Cendawan Sercospora duddie. Gejala terlihat pada daun bagian luar dan umbi tertutup oleh bulu-bulu halus berwarna ungu yang merupakan massa spora dalam jumlah yang sangat banyak, kemudian daun menjadi layu dan kering. Jika tanaman terinfeksi mampu bertahan hidup, tetapi pertumbuhannya terhambat dan daunnya berwarna hijau pucat. Serangan dapat menjalar ke umbi yang mengakibatkan umbi membusuk, tetapi lapis luarnya mongering dan berkerut. Cara pengendaliannya, antara lain: a) Waktu tanam bawang putih sebaiknya pada musim kemarau; b) Menggunakan bibit varietas yang tahan, sehat, kompak (tidak keropos dan tidak luka), dan warnanya mengkilat; c) Bibit yang akan ditanam dicelupkan selama 3 menit dalam larutan agens hayati Psedomonas fluorescens 1 cc yang dicampur dengan liter air; d) Melakukan pergiliran tanam dengan tanaman bukan genus Allium; e) Melakukan sanitasi dan pembakaran tanaman yang sakit; f) Menggunakan pupuk berimbang, terutama unsur N jangan terlalu banyak; g) Jika tanaman terkena air hujan dan embun, segera disiram dengan air bersih untuk membersihkan sisa-sisa air hujan dan percikan tanah yang menempel pada daun, karena sisa-sisa air hujan merupakan media yang sangat baik untuk tumbuhnya sprora cendawan, sedangkan percikan tanah yang mongering akan menimbulkan luka sehingga memudahkan masuknya spora cendawan ke dalam jaringan tanaman; h) Menggunakan agens hayati yang efektif pada awal timbulnya gejala, dan jika ada indikasi serangan berkembang, seprotkan Psedomonas fluorescens 20 cc per liter air dengan volume semprot 500 liter per hektar sebanyak 1 – 2 kali per minggu; dan i) Jika sampai ambang pengendalian, yaitu kerusakan daun sebesar 10% dari pertanaman, perlu dilakukan penyemprotan dengan fungisida efektif yang diizinkan oleh Menteri Pertanian pada sore hari. Moler/Layu Fusarium Penyakit Moler atau Layu Fusarium disebabkan oleh Cendawan Fusarium oxysporum (Hanz) yang menyerang bagian dasar umbi lapis sehingga pertumbuhan akar maupun umbi terganggu. Gejala pertama ditandai dengan daun menguning dan terpelintir dan selanjutnya layu. Jika tanaman dicabut, akar mudah ditarik karena pertumbuhan tidak sempurna dan membusuk. Selain itu pada dasar umbi terdapat cendawan keputih-putihan. Jika umbi dipotong membujur terlihat ada pembusukan agak berair pada pangkalnya dan meluas ke atas lapisan umbi. Tanaman bawang putih yang terserang, daunnya dari ujung akan mati dengan cepat. Cendawan membentuk klamidospora dan dapat bertahan lama dalam tanah. Cendawan menginfeksi dengan cara menenbus jaringan pada dasar batang tanpa ada luka sebelumnya. Penetrasi dipermudah bila terdapat luka. Serangan cendawan pada umbi sangat lambat sehingga tidak menampakkan gejala, tetapi akan terlihat gejalanya setelah disimpan dan bibit ditanam di lahan. Perkembangan penyakit ini jarang terjadi pada tanah yang kaya bahan organik, tetapi akan terpacu jika kelembaban tinggi dan drainase jelek.Pengendalinya, antara lain: a) Menggunakan benih varietas tahan penyakit ini, sehat, tidak keropos, kulit tidak luka/terkelupas, dan warnanya mengkilap; b) Rotasi tanaman dalam waktu yang lama; c) Menambah pupuk organik 5 – 10 ton per hektar; d) Bibit yang akan ditanam dicelupkan selama 3 menit dalam larutan agens hayati Psedomonas fluorescens 1 cc yang dicampur dengan liter air; e) Hindari terjadi luka pada saat tanam dan panen; f) Segera mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang; dan g) Jika sampai ambang pengendalian, yaitu kerusakan daun sebesar 10% dari pertanaman, perlu dilakukan penyemprotan dengan fungisida efektif yang diizinkan oleh Menteri Pertanian pada sore hari. Virus Mosaik Bawang Penyakit virus mosaik bawang disebabkan oleh Onion Yellow Dawrf Virus (OYDV), dengan gejala pada tanaman yang diserang tumbuh kerdil, bentuk daun lebih kecil jika dibanding dengan tanaman sehat. Warna daun belang hijau pucat sampai bergaris kekuningan, sering kali disertai dengan pertumbuhan daun berpilin/melintir, sehingga tanaman nampak menjadi kerdil walaupun daun tidak mengalami pemendekan. Bentuk umbi yang tetap padat tetapi ukurannya lebih kecil jika dibandingkan dengan umbi yang berasal dari tanaman sehat. Tanaman yang terserang akan menghasilkan produksi yang lebih rendah. Penularan dapat melalui umbi yang dipanen dari tanaman sakit pada setiap generasi.Cara pengendaliannya, antara lain: a) Menggunakan lahan di daerah bebas virus yang letaknya jauh dari sumber penyakit; b) Memusnahkan tanaman yang terserang dengan cara dibakar.Semoga BermanfaatPenulis: Susilo Astuti Handayani (Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber informasi:1. Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Bawang Putih (Allium sativum L) Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Budidaya dan Pascapanen Tanaman Sayuran dan Tanaman Obat. 2015.2. Profil Bawang Putih. Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2010.3. Dari berbagai sumber.