Loading...

Penyakit Tanaman Seledri

Penyakit Tanaman Seledri
PENYAKIT TANAMAN SELEDRI Seledri adalah tanaman biennial yang beraroma tinggi dari family apicaceae, dibudidayakan untuk bagian batang dan daun sebagai tanaman syuran yang juga dapat dimakan segar, juga sebagai tumbuhan obat. Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh belanda dan daunnya digunakan sebagai penyedap sup atau lalapan. Sayuran ini digunakan juga untuk menurunkan berat badan karena mengandung serat yang rendah. Biji seledri mengandung minyak voletil yang digunakan untuk bahan parfum, obat dan bumbu masak. Jus seledri juga dapat menurunkan hipertensi. Tanaman seledri mengandung nutrisi yang baik yaitu vitamin A,C,D,B6,B12 serta mineral Na,Cad an Mg. Seledri merupakan salah satu jenis tumbuhan yang dapat memprovokasi reaksi alergi yang serius dan berpotensi mematikan karena sensitive terhadap senyawa atau bahan asing yang masuk ke dalam tubuh disebut anaphylactic shock. Tanaman ini termasuk jenis yang kurang disukai hama sehingga jarang terlihat adanya tanaman seledri yang rusak oleh serangan hama, namun ada hama yang dapat merusak tanaman seledri antara lain : Kutu daun wortel Tersebar di daerah dingin dan tropis, berukuran kecil dengan panjang 1,5-2,8 mm, tidak bersayap dan berwarna hijau atau kemerahan. Bagian ujung antenna dan ujung tungkai berwarna agak cokelat. Panjang antenna kurang dari setengah panjang tubuhnya, sipunkuli membengkak sekitar dua kali lebih panjang dari kauda. Kutu daun ini biasanya menyerang tanama anggota family apicaceae termasuk tanaman seledri. Pengendalian hama ini dapat dilakukan secara mekanis dengan menggunakan mulsa plastic pada bedeng-bedeng tanaman seledri, untuk menghalau apid dan memangkas bagian tanaman yang terserang untuk kemudian dimusnakan. Penggunaan varietas unggul seledri dapat mengurangi serangan hama ini, dan apabila tingkat seranganya tinggi maka dapat dilakukan penyemprotan dengan insektisida nim atau jenis insektisida lain yang dianjurkan. Tanggal, 29 Oktober 2019, Penulis M. Ali Nurdin.