Loading...

Penyebab Jatuhnya Mutu Benih Kedelai

Penyebab Jatuhnya  Mutu Benih Kedelai
Penurunan vigor dan viabilitas benih merupakan awal kegagalan dalam kegiatan pertanian sehingga harus dicegah agar tidak mempengaruhi produktivitas tanaman. Hal tersebut sebagai akibat jatuhnya mutu benih.atau kemunduran benih. Vigor benih adalah kemampuan benih menumbuhkan tanaman normal pada kondisi suboptimum di lapang, atau sesudah disimpan dalam kondisi simpan yang suboptimum dan ditanam dalam kondisi lapang yang optimum. Viabilitas benih(kemampuan benih berkecambah pada keadaan yang optimum) atau penurunan daya kecambah merupakan daya hidup benih yang dapat ditunjukkan dalam fenomena pertumbubannya, gejala metabolisme, kinerja kromosom atau garis viabilitas sedangkan viabilitas potensial adalah parameter viabilitas dari suatu lot benih yang menunjukkan kemampuan benih menumbuhkan tanaman normal yang berproduksi normal pada kondisi lapang yang optitum.Kemunduran benih beragam, baik antarjenis, antarvarietas, antarlot benih, bahkan antarindividu dalam suatu lot benih. Kemunduran benih dapat menimbulkan perubahan secara menyeluruh di dalam benih dan berakibat pada berkurangnya viabilitas benih. Proses penuaan atau mundurnya vigor secara fisiologis ditandai dengan penurunan daya berkecambah, peningkatan jumlah kecambah abnormal, penurunan pemunculan kecambah di lapangan, terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan tanaman, meningkatnya kepekaan terhadap lingkungan yang ekstrim yang akhirnya dapat menurunkan produksi tanaman. Faktor-faktor yang memengaruhi viabilitas benih pada saat benih diproduksi dilapangan,yaitu a.. Mutu sumber benihnya, b.. Ketersediaan air, air merupakan kebutuhan primer bagi tanaman induk untuk membentuk benihc.. Ketersediaan hara, NPK dan hara mikro lainnya yang berimbang diperlukan dalam jumlah yang cukup untuk membentuk karbohidrat, protein, lipid dan asam nukleat penyusun sel-sel benih yang baru dibentuk,d. Lahan produksi benih bersih dari tanaman pengganggu serta organisme lain yang termasuk organisme mikro atau makro, fungi, bakteri, virus, serangga dan nematoda dapat menginfestasi atau menginfeksi ke dalam jaringan benih sebagai organisme terbawa benih,e. Suhu yang optimum dilapang,dan f. Cahaya yang cukup.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemunduran Benih Ditempat Penyimpanan: a. Kadar air benih sebelum disimpan,kadar air benih yang tinggi dapat meningkatkan laju kemunduran benih dalam tempat penyimpanan Laju kemunduran benih dapat diperlambat, dengan cara kadar air benih harus dikurangi sampai kadar air benih optimum. Kadar air benih optimal, yaitu kadar air tertentu dimana benih tersebut disimpan lama tanpa mengalami penurunan mutu benih. Kadar air optimum dalam penyimpanan bagi sebagian besar benih adalah 10%-12% untuk benih kacang-kacangan (kadar air untuk benih kedelai, harus dibawah 11% , kadar air untuk benih serealia (padi, gandum, jagung), sebaiknya dibawah 14%. b. Suhu tempat penyimpanan, suhu optimum untuk penyimpanan benih jangka panjang terletak antara -18 – 20oC. c. Kelembaban tempat penyimpanan, Kelembaban lingkungan selama penyimpanan juga sangat mempengaruhi viabilitas benih, hal ini disebabkan karena sifat benih yang higroskopis yaitu selalu menyesuaikan diri dengan kelembaban udara disekitarnya. Kelembaban ruang simpan harus diatur sedemikian rupa sehingga kadar air benih pada keadaan yang menguntungkan untuk jangka waktu simpan yang panjang. Pada kebanyakan jenis benih, kelembaban nisbih ruang penyimpanan antara 50-60%, dan suhu 0-10oC adalah cukup baik untuk mempertahankan viabilitas benih, paling tidak untuk jangka waktu penyimpanan selama 1 tahun; d.tempat pengemasan,tujuan pengemasan adalah untuk mempertahankan kualitas benih selama dalam penyimpanan dan atau pemasaran, sehingga benih tetap terjamin daya tumbuh dan daya kecambahnya secara normal.Oleh karena itu maka dalam pemilihan benih harus diperhatikn karena benih merupakan salah satu faktor utama dalam kegiatan budidaya tanaman yang menjadi penentu keberhasilan. Peningkatan produksi pertanian banyak ditunjang oleh peran benih bermutu. Benih yang bermutu menjanjikan produksi yang baik dan bermutu pula jika diikuti dengan perlakuan agronomi yang baik dan input teknologi yang berimbang. Sebaliknya, bila benih yang digunakan tidak bermutu maka produksinya banyak tidak menjanjikan atau tidak lebih baik dari penggunaan benih bermutu.Penggunaan benih bermutu akan memberi banyak keuntungan bagi petani diantaranya akan mengurangi resiko kegagalan budidaya karena benih bermutu akan mampu tumbuh baik pada kondisi lahan yang kurang menguntungkan, bebas dari serangan hama penyakit sehingga dengan demikian hasil panen dapat sesuai dengan harapan. Pemakaian benih berkualitas tinggi dapat memberi hasil yang diharapkan, yang menyangkut peningkatan kualitas dan kuantitas produksinya. Oleh karena itu penyediaan benih unggul yang bermutu hendaknya memenuhi kriteria enam tepat yaitu tepat varietas, tepat mutu, tepat waktu, tepat jumlah, tepat tempat, dan tepat harga. Penyunting: Yulia Tri SEmail: yuliatrisedyowati@yahoo.co.idSumber: 1. Wirawan, B., dan Sri Wahyuni. 2002. Memproduksi Benih Bersertifikat. Penebar Swadaya, Jak2. Kartasapoetra, A.G. 1992. Teknologi Benih. Rinneka Cipta Saputra, Jakarta3. Kuswanto, H., 1994. Produksi dan distribusi benih. Forum komunikasi dan antar peminat dan ahli benih. Balittas. Malang4. Berbagai sumber