Loading...

PENYEDIAAN PAKAN HIJAUAN TERNAK KERBAU

PENYEDIAAN PAKAN HIJAUAN TERNAK KERBAU
Kerbau adalah jenis hewan mamalia yang banyak dipelihara masyarakat petani di perdesaan Indonesia. Tujuan pemeliharaannya biasanya berbeda-beda karena hewan ini memang memiliki multifungsi. Ada yang ingin memanfaatkan tenaganya untuk mengolah lahan pertanian. Atau, mengangkut beban untuk medan yang berat. Ada juga yang menggunakannya sebagai alat transportasi maupun hanya sekedar simpanan atau investasi apabila sewaktu-waktu diperlukan. Tapi, yang jelas kerbau juga merupakan lambang status bagi pemiliknya. Seperti halnya sapi, kerbau juga memerlukan cara pemeliharaan yang benar. Terutama dalam hal penyediaan pakannya. Pakan kerbau terdiri dari hijauan dan konsentrat. Khusus untuk hijauan tidaklah terlalu sulit mendapatkannya karena banyak tersedia dan mudah tumbuh di mana-mana. Baik yang tumbuh secara alami maupun ditanam sendiri. Beberapa tanaman hijauan yang cocok dan digemari oleh kerbau antara lain adalah : Rumput Lapangan, Rumput Gajah, Rumput Raja, Rumput Benggala, Rumput Setaria, dan Gamal. Rumput lapangan. Dikenal juga dengan rumput liar yaitu rumput hasil perkawinan beberapa rumput lokal. Rumput ini banyak dan mudah tumbuh di sekitar lingkungan. Terutama di pinggir-pinggir sawah atau kali yang tanahnya lembab. Karena kandungan protein kasar yang terkandung dalam rumput lapangan ini terbilang rendah, maka sebaiknya harus mencampurnya dengan konsentrat. Kandungan gizinya terdiri dari 22,97% bahan kering; 8,59% protein kasar; 6,93% lemak; 8,38% abu; 36,38% serat kasar; 48,31% bahan ekstrak tanpa nitrogen. Rumput Gajah, yang dalam bahasa latin dikenal dengan Pennisetum Purpureum, ini memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Berukuran lebih besar dibanding rumput pada umumnya, Rumput Gajah sangat mudah untuk ditanam, bisa tumbuh pada tanah dataran tinggi atau tanah dataran rendah yang subur dan hujan yang merata sepanjang tahun. Hasil dari rumput gajah lebih banyak dibandingkan dengan rumput lainnya untuk pakan ternak. Rumput Gajah dapat ditanam dengan cara stek, cangkok atau sobekan rumput gajah, yang dipotong-potong antara 25-30 cm, atau sedikitnya 2 mata dari batang Rumput Gajah. Apabila kita memakai sobekan rumpun anak yang kita pilih yang mempunyai tingginya 20-25 cm. Biasanya bibit yang kita gunakan untuk lahan 1 hektar sebanyak 10.000 stek atau rumpun dengan jarak tanam 1 x 1 meter. Waktu yang cocok menanam adalah pada musim hujan. Sehingga pada saat musim kemarau, rumput gajah udah tumbuh dengan baik. Saat menaman rumput gajah, kita harus hati-hati yang menyebabkan Rumput Gajah menjadi terbalik saat penanaman dengan sobekan rumpun. Stek bisa ditancapkan setengah bagian pada tanah yang telah diolah dengan posisi miring atau tegakl lurus dan dengan jarak antara 1 x 1 m. Pada saat penanaman dengan sobekan rumpun, kita membuat terlebih dahulu lubang sedalam 20 cm. Pada kondisi tanah miring tidak harus diolah. Kita hanya perlu membut lobang menurut kontur dari tanahnya, sehingga dapat berfungsi sebagai penahan erosi tanah. Untuk jarak tanam dalam baris pada tanah miring kita anjurkan 50 cm, dan jarak diantara baris yaitu 1 meter.Rumput Raja. Banyak peternak menggunakan Rumput Raja ini sebagai bahan pakan hewan mereka. Produksi rumput raja pun terbilang sangatlah tinggi karena banyak dikembangkan oleh para peternak. Rumput ini sebenarnya hasil kawin silang antara Rumput Gajah dengan Pennisetum typhoides atau yang dikenal juga dengan sebutan Milet Mutiara. Rumput Raja ini pun berbentuk rumpun, tumbuh tegak, batang yang tebal dan keras, tinggi pun mencapai 4 meter.Seperti rumput yang lainnya, Rumput Raja juga memiliki kandungan gizi yang cukup untuk konsumsi hewan ternak yaitu 12,18% bahan kering, 11,68% protein kasar, 32,49% serat kasar, 1,70% lemak, 18,15% abu, 66,4% bahan ekstrak tanpa nitrogen. Rumput Raja juga mudah ditanam karena dapat tumbuh dengan mudah baik di dataran rendah maupun dataran tinggi hingga ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.Rumput Benggala. Berbeda dengan Rumput Gajah dan Rumput Raja, Rumput Benggala tumbuh lebih pendek yaitu sekitar 2,5 meter. Tanaman yang bernama latin Megathyrsus Maximus ini merupakan jenis rumput biasa yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pakan ternak. Memiliki daun yang banyak serta batang rongga yang berdiameter 2,5 cm, Rumput Benggala bisa hidup menahun. Kandungan gizinya terdiri dari 18,37% protein kasar; 27,40% serat kasar; 3,81% lemak; 3,81% abu; 37,34% bahan ekstrak tanpa nitrogen. Rumput Setaria. Bernama latin Setaria Shpacelata rumput ini banyak tumbuh di sekitar lingkungan kita. Hal ini karena tanaman yang berbentuk pipih ini cocoknya hidup di Negara-negara tropis. Kelebihannya, rumput ini bisa dimanfaatkan sebagai penahan erosi. Kandungan gizinya terdiri dari 6-7% protein kasar; 42,0% serat kasar; 36,1% bahan ekstrak tanpa nitrogen, dan 2,8% lemak. Gamal. Bernama latin Grilicidia sepium, Rumput Gamal banyak manfaatnya untuk hewan terutama kerbau karena mengandung vitamin A hingga vitamin B3. Rumput yang disebut juga dengan lirisida atau kelor laut atau cebreng ini memiliki keistimewaan yaitu bisa membasmi alang-alang. Tingginya antara 2 hingga 15 meter serta berbatang besar. Dengan memanfaatkan hijauan sebagai pakan ternak kerbau sesuai dengan kondisi lokal yang mendukung, maka ternak akan mendapatkan asupan gizi yang cukup. Dan, akan lebih baik lagi kalau ditambah dengan pakan tambahan lain seperti jerami-jerami yang berasal dari padi, jagung, kacang buah, kedelai dan lain-lain sehingga ternak semakin gemuk dan sehat. (Inang Sariati) Sumber: http://www.ilmuhewan.com/jenis-jenis-makanan-untuk-hewan-kerbau/https://id.wikipedia.org/wiki/Kerbau#Kegunaan