Loading...

Penyerahan hadiah kelompok tani ternak berprestasi Kabupaten Buleleng Tahun 2013

Penyerahan hadiah kelompok tani ternak berprestasi Kabupaten Buleleng Tahun 2013
Hari Jumat saat pembukaan pasar Tani Kabupaten Buleleng tanggal 18 Oktober 2013 Bupati Buleleng menyerahkan secara simbolis hadih dan penghargaan kepada para jawara dalam pembangunan Pertanian Kabupaten Buleleng, diantaranya Penyuluh PNS Teladan, THL-TB Teladan, Gapoktan, KWT dan Kelompok Tani berprestasi di Kabupaten Buleleng. Para Juara diberikan piagam penghargaan serta hadiah sesuai dengan anggaran yang diusulkan pihak Dinas Pertanian Dan Peternakan Kabupaten Buleleng tahun 2013. Kelompok Tani Bhuana Giri Ulangun yang mendapat peringkat I dalam lomba Kelompok Tani Ternak Kabupaten Buleleng, sabtu(26/10) telah diserahkan sebanyak 3 ekor ternak sapi sebagai hadiah yang diantarkan langsung oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Agribisnis ke lokasi kelompok tani Desa Kaliasem Kecamatan Banjar. Ketua kelompok Tani Wayan Sukadana, ketika menerima hadiah merasa berbahagia karena sangat tidak menyangka ada hadiah berupa tiga ekor sapi bibit, yang tahun sebelumnya belum pernah didengar hadiah sebanyak itu. " Hadiah ini akan kami kembangkan di kelompok sehingga terus menjadi kenangan dan memberikan semangat motivasi kepada anggota untuk berkarya dan berprestasi, apalagi tahun depan akan bersiap menghadapi lomba yang sama ditingkat provinsi Bali " Demikian disampaikan disaat penerimaan hadiah bersama anggotanya di Banjar Dinas Asah Desa Kaliasem. Kelompok Tani Bhuana Giri Ulangun berdiri tahun 2009, adalah kelompok tani ternak sapi, dengan kepemilikan rata-rata 6 ekor per anggota, dengan pengolahan bahan limbah berupa pupuk kompos, bio urine, pestisida nabati dan pupuk cair organik yang diproduksi untuk konsumen wilayah Pertanian dan perkebunan di Kabupaten Buleleng. Sampai bulan olktober kelompok telah memproduksi pupuk organik sebanyak 190 ton dengan nilai Rp 114.000.000.- belum termasuk bio urine, pupuk cair dan pestisida nabati. Konsumen terbanyak adalah para petani cengkeh yang tersebar di tiga kecamatan. Sedangkan target yang diharapkan terjual selama tahun 2013 adalah 300 ton pupjuk organik. Pupuk kompos yang berasal dari kotoran ternak ini bekerjasama dengan kelompok lain yang memelihara ternak sapi untuk persiapan bahan baku. ( I Nyoman Sudrana SP )